Berhutang 500 Ribu Yen Karena Mobage, Polisi Jepang ini Palak Orang.

August 14, 2013 7:20 pm
Berhutang 500 Ribu Yen Karena Mobage, Polisi Jepang ini Palak Orang.

Degradasi! Setidaknya polisi kita malak dan menyediakan “jalur cepat” kalau kita ditilang untuk sesuap nasi atau beli rokok. Nah polisi Jepang yang satu ini mengancam dan memalak orang untuk bayar hutang Mobage! Okelah bisa dimengerti kalau social game atau mobile game jaman sekarang memang sangat adiktif. Tapi ya ‘gak segitunya’ juga ya.

Apalagi polisi dari prefektur Hyogo yang yang diketahui bernama Takahiro Ueyama ini, sengaja menjebak masyarakat supaya bisa dipalak! seperti dilansir dari rocketnews, setelah merekam sebuah wawancara dengan seorang wanita karena masalah lalu lintas, Takahiro menyelidiki info yang dia dapat untuk memperoleh informasi pribadi mengenai wanita ini, termasuk alamat dan info lainnya pada tanggal 10 Juni.

Setelah itu Takahiro menghubungi wanita malang tersebut dan mengancamnya dengan menaruh surat dalam mobilnya yang berisi pesan bahwa ia memiliki video tidak senonoh wanita itu dan bersedia menjualnya ke wanita itu agar tidak tersebar. Esoknya, sang wanita yang cukup berani ini langsung melaporkan ancaman itu ke polisi setempat dan Takahiro langsung diproses dengan tuduhan kejahatan berencana.

car-e382b3e38394e383bc

Ueyama yang berusia 44 tahun dan berpengalaman sebagai polisi selama lebih dari 20 tahun baru saja dipromosikan tahun ini. Dan selama itu dia tidak mempunyai catatan kejahatan. Tipikal polisi pengayom masyarakat. Loh lalu kok bisa sampai begitu? Kenapa tiba-tiba polisi yang tampaknya bersih dan bersahaja ini melakukan hal seperti ini?

Yang ada di benak orang pertama kali mungkin masalah ekonomi berkaitan keluarga, hal yang mengancam nyawa seperti penculikan, atau obat-obatan. Yah alasan yang biasa ada di drama-drama polisi dan cerita dewasa yang bisa mengundang air mata. Tapi ternyata tidak! Semua ini dilakukannya “hanya” gara-gara mobile social game!!

Hutang tagihan teleponnya sampai saat ini menembus angka 500.000 Yen, dengan tagihan dari bulan Juni sebesar 200.000 Yen, semua karena ia terus menerus membeli item dan (mungkin) equip-equip sakti dalam game yang harganya bisa mencapai ribuan bahkan puluhan ribu yen. Merasa ia tak sanggup membayarnya, akhirnya ia terdesak untuk mengambil “jalan pintas”-meskipun ia mengaku bahwa ia sama sekali tak ingin mengambil uang dari masyarakat (lah terus ini apa dong pak?)

Berita ini dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru Jepang via berbagai media dan reaksi internet Jepang pun cukup bisa ditebak.

“Wah masalah generasi NES nih”

“Kirain polisi muda, ternyata…”

“Polisi Jepang tidak kompeten!”

“Bukankah ini mengkhawatirkan, seorang polisi senior berumur 44 tahun tidak bisa membayar tagihan sebesar 200.000 Yen?”

“Gamer berusia 40an yang dibesarkan oleh Nintendo sekarang hanya angin lalu”

JOI juga bingung kenapa ada nama Nintendo disebut disini, bahkan kami tidak habis pikir kenapa mesti Nintendo yang disalahkan. Kalau ada hal yang kami tidak suka dari Nintendo, itu satu; “Y U STILL REGION LOCKED!?” Masih percaya kalau gacha itu “menjanjikan kekuatan”?

Sumber: Hachima kikouAsahi ShinbunNaver MatomeThe Wall Street Journal (Japan) via rocketnews