Tingkat Bau Badan Peserta Comiket (Oleh: Mr.A)

August 17, 2013 7:33 pm
Tingkat Bau Badan Peserta Comiket (Oleh: Mr.A)

Setelah sebelumnya membaca post Randy tentang Comiket, pastinya kita bisa melihat betapa ramainya Comiket, terutama tahun ini yang dikatakan sebagai Comiket dengan peserta terbanyak.

Mungkin kita bertanya-tanya, dengan adanya orang sebanyak itu, terutama di musim panas, apakah tidak bau dengan keringat? Sudah pasti!

Bau keringat selalu menjadi masalah utama Comiket, terutama Comiket musim panas, dan kali ini seorang penggemar anime berumur 30 tahun, sebut saja Mr.A (dengan anime kesukaannya yaitu AnoHana [Ano Hi Mita Hana no Namae wa Boku-tachi ni wa Mada Shiranai]), memberikan pendapatnya tentang bau keringat tersebut. Menurutnya, bau keringat tersebut bukan hanya dikarenakan adanya banyak orang yang berkeringat, tetapi juga sumber bau dari tiap orang yang berbeda-beda sampai dia membaginya ke dalam tingkatan-tingkatan, serta mengumpamakannya seperti tingkatan monster dalam game RPG. Penasaran? Ini dia tingkat bau badan tiap orang menurut Mr.A:

  • Level 1 : Bau badan seperti orang pada umumnya (tingkat Slime)

Orang-orang ini aslinya tidak bau, hanya saja memang karena mereka keringatan dan tidak melakukan suatu tindak pencegahan, akhirnya tetap saja badannya menjadi bau. Kalau sendirian, bisa diumpakan setingkat dengan monster Slime, tetapi kalau beramai-ramai, tingkatannya naik menjadi setingkat dengan King Slime, dan pada akhirnya akan meng-summon “Awan Comiket” dan menyebabkan tingkat kelembapan meningkat secara drastis!

  • Level 2 : Ketidaksenonohan yang berjalan (tingkat Mini-Demon)

Levelnya naik dari level 1, yaitu ketidaksenonohan yang berjalan. Sambil menenteng kantong bergambar karakter bishoujo dengan ekspresi muka yang menunjukkan kepuasan dari hasil belanja, menyebabkan orang-orang biasa yang melihatnya merasa risih. Bau yang dihasilkan bukan hanya bau badan, tetapi juga “bau” secara mental. Dengan adanya kenaikan level ini, di kereta atau di bus dalam perjalanan pulang, mereka mulai membaca “hasil perang” (doujinshi 18+) yang membuat orang-orang di sekitarnya heran dengan tingkah laku mereka (membaca buku dewasa di tempat umum).

  • Level 3 : Memang pada dasarnya tidak suka mandi (tingkat Rotten Corpse)

Pokoknya tidak suka mandi. Bahkan pada saat harus bertemu dengan orang, mereka mencari berbagai macam alasan seperti “merepotkan” dan sebagainya agar tidak perlu mandi (!). Orang-orang ini pada dasarnya bau, dengan karakteristiknya kira-kira seperti meng-update twitter dengan mengatakan “Gimanapun juga nantinya tetap saja keringatan, kan! Jadinya ga ada hubungannya dong, mau mandi atau kaga!” atau juga ada beberapa yang malah marah dan bilang “Kalau ga seneng, keluar aja dari Ariake!”
Padahal kan tidak ada salahnya kalau mereka mandi…

  • Level 4 : Night Stalker (tingkat Shadow Knight)

Bila sudah sampai ke level ini, secara alami sudah bisa mengeluarkan bau badan yang ekstrim. Night Stalker ini, selain bau badan, juga mengantri dengan menginap semalaman. Selain itu, juga mengadakan pesta nabe dengan para “pasukannya” guna meningkatkan moral sebelum mencapai ke “tempat perang”.

Tidak mandi + keringat + bau nabe =  triple combo bau. Lebih baik jangan dekat-dekat untuk keselamatan diri sendiri.

  • Level 5 : Darkness War God (tingkat Demon King)

Bila sudah sampai ke tingkat ini, dari radius beberapa puluh meter sudah tidak akan didekati oleh orang-orang karena baunya tidak tanggung-tanggung! Bahkan orang-orang yang mengantri bisa dibuat muntah-muntah karena baunya! Tingkat kebauannya bagaikan penghuni dari Demon Realm sampai terlihat bagaikan mengeluarkan aura kegelapan dari badannya.. Apabila sampai bertemu, satu-satunya cara hanya untuk melewatinya saja adalah berdoa kepada dewa.

Kira-kira seperti itulah gambarannya (menurut Mr.A). Bau badan itu sudah pasti, tetapi saya sendiri juga tidak yakin apa ada yang sampai Level 5. Tetapi mungkin mengingat banyaknya orang di sana dan juga memang kadang ada beberapa orang yang tidak suka mandi, mungkin memang bisa dikatakan seperti neraka keringat di sana. Bagaimana pendapat kalian? Apakah untuk event-event lokal kalian pernah menemukan orang-orang seperti di atas?

Sumber : Livedoor via Yaraon