Salah Pecat, Penerbit Manga ini Digugat Mantan Karyawan

September 13, 2013 7:26 pm
Salah Pecat, Penerbit Manga ini Digugat Mantan Karyawan

Seorang wanita berusia 28 tahun yang dipecat karena diduga mengambil hadiah yang seharusnya diberikan kepada pembaca menggugat mantan kantornya, Penerbit manga Akita yang berbasis di Tokyo. Tidak tanggung-tanggung wanita tersebut meminta kompensasi hingga 3,3 Juta Yen.

Wanita tersebut mengklaim bahwa dirinya dipecat karena dia berani menunjukkan bahwa perusahaan penerbit manga tersebut berbohong tentang hadiah yang harusnya mereka berikan. Seperti dilansir oleh Japan Daily Press, Perusahaan penerbit yang menerbitkan beberapa majalah manga seperti Mystery Bonita, Princess dan beberapa majalah lainnya yang ditujukan untuk gadis muda, saat ini sedang bermasalah dengan badan urusan konsumen setelah mereka melebih-lebihkan jumlah hadiah yang mereka berikan, hadiah berupa jepit rambut dengan pita, dua Nintendo DS Lite dan enam voucher senilai 10.000 Yen.

Gugatan mantan pegawai tersebut menyatakan bahwa dia menemukan penggelembungan jumlah hadiah dan dia langsung memberitahukan hadiah tersebut kepada atasannya namun dia diperintahkan untuk tidak membicarakan hal tersebut. Ketika dia tetap bersikeras wanita tersebut mulai menerima pelecehan verbal dari rekan kerja dan atasannya. Mereka memaksa wanita tersebut untuk berhenti dengan memaksanya lembur bahkan hingga dia mengalami masalah kesehatan.

Ketika dia mengambil cuti dengan alasan kesehatan pada bulan Februari 2012, kantor tempatnya bekerja memberitahu kepadanya bahwa dia dipecat dikarenakan masalah kedisiplinan dan sebulan kemudian dia diberikan surat pemecatan.

Wanita tersebut mengatakan bahwa dirinya selalu bermimpi untuk dapat bekerja dalam bidang penerbitan manga tapi pengalamannya kali ini dengan penerbit Akita membuatnya trauma. Pada saat konferensi pers untuk mengumumkan pengajuan gugatan wanita tersebut mengatakan dengan tegas, “Aku tidak pernah mencuri hadiah apapun. Saya belum menerima permohonan maaf dan aku tidak akan bisa memaafkan perusahaan.”