JJBA All-Star Battle: Mengkhianati Para Pembeli

September 22, 2013 2:03 pm
JJBA All-Star Battle: Mengkhianati Para Pembeli

Sejak dibuka pre-ordernya lebih dari setengah lalu, hingga akhirnya rilis pada 29 Agustus 2013, game JoJo’s Bizarre Adventure All-Star Battle mendapatkan penjualan yang sukses. Tetapi, ketika sudah dirilis, muncul banyak keluhan dari para user. Hasilnya, kini sebulan dari perilisan, harga jual game ini sudah turun sampai 3 kali.

Pada saat belum rilis, tiap kali muncul PV baru, game ini selalu menjadi bahan pembicaraan. Lebih dari setengah tahun sebelumnya, pre-order di toko-toko bermunculan satu demi satu, dan game ini merupakan salah satu title yang paling dinanti-nantikan.

Pada minggu pertama JJBA ASB dijual, penjualannya mencapai sekitar 390.000 kopi. Tetapi setelah itu, keadaan berubah. Nilai jual untuk software tersebut terus-menerus turun, dari harga dasar retail yang 7.980 yen, turun menjadi 6.000, lalu 5.000. Bahkan dalam tempo waktu 2 minggu, ada beberapa tempat yang menjualnya seharga 4.000 yen. Pada 18 September 2013, harga game ini di Amazon mencapai 2.590 yen. Dan bahkan kini ada yang menjualnya dengan harga lebih rendah lagi!

jojoamazon

Sebenarnya apa penyebabnya hingga harga dari game All-Star Battle bisa turun sejauh ini? Sebenarnya banyak masalahnya, tetapi yang paling dipermasalahkan adalah adanya online service yang menggunakan sistem berbayar (microtransaction). Kenapa hal ini bisa berpengaruh kepada harga? Mari kita bahas lebih lanjut.

Sistem berbayar yang membuat para user marah besar

Yang membuat ketenaran JJBA ASB jatuh adalah adanya campaign mode. Di campaign mode ini, user bisa mengkustomisasi karakter, seperti kostum dan warna, pose menang, sampai kata-kata kemenangan, dengan menggunakan Customize Medal. JJBA ASB berasal dari manga JoJo’s Bizzare Adventure yang terkenal dengan banyaknya pose, pakaian eksotis, dan quote yang terkenal (hingga banyak parodinya sampai di anime jaman sekarangpun), jadinya banyak sekali fans yang ingin mengkustomisasi karakter sesuai dengan yang mereka inginkan.

jojopose2

Tetapi terdapat satu hal yang mengganjal di penjelasan campaign mode ini. “Di mode ini, selama ada energy, bisa dimainkan dengan gratis!” Ya, seperti layaknya social game, player wajib menggunakan energy untuk bermain, dan ketika energy habis, untuk mepulihkannya player harus menunggu, atau cara lebih cepatnya, membayar, dengan uang di dunia nyata!

asbcv

Untuk 1 kali pertarungan dengan komputer, butuh 1 energy, dan akan terisi ulang setiap 15 menit. Total energy yang bisa disimpan adalah 10, kalau habis semua harus menunggu sekitar 15 menit untuk bisa bermain kembali, jadi untuk 10 energy, total yang dibutuhkan untuk recover adalah sekitar 2.5 jam, tetapi ada item yang bisa dibeli (dengan uang betulan), untuk mengisi energy

asbce

Di campaign mode ini, selain melawan komputer terus-terusan, akan muncul boss yang bisa di-encounter secara random. Ketika player menang melawan bossnya, maka life bar boss (yang terpisah dari pada waktu pertarungan), akan menurun. Setelah berkali-kali melawan boss tersebut hingga life bar(di luar battle)nya habis, maka player akan mendapatkan special customize medal. Jadinya, perlu banyak energy untuk melawan boss, dan bisa juga mempertaruhkan banyak energy pada saat melawan boss tersebut, sehingga life barnya bisa berkurang lebih cepat.

Akan tetapi, ada banyak sekali boss. Dan dari masing-masing boss player akan mendapatkan customize medal yang berbeda-beda. Sehingga jika player ingin mengumpulkan semuanya tanpa membayar, akan dibutuhkan kesabaran yang sangat tinggi.

Tetapi ada lagi masalah lebih lanjut terkait dengan campaign mode ini,

Banyak yang merasa “ditipu!”

Karena adanya sistem berbayar seperti ini, kesannya game PS3 ini terasa seperti social game yang game utamanya gratis, tetapi untuk bisa menikmatinya harus membayar lebih (untuk in-game items, dalam hal ini, item untuk isi energi).
Tetapi, social game itu gratis, dan apabila sistem yang sama diterapkan kepada user yang telah membayar mahal untuk membeli game ini (sekitar 8000 yen) yang bukan merupakan jumlah yang kecil, sudah pasti mereka merasa kesal karena sudah membelinya.

Ditambah lagi, sistem berbayar ini baru diumumkan Bandai Namco sesaat sebelum penjualan. Banyak user yang sudah sangat menanti-nantikan game ini dan sudah memesan dari jauh-jauh hari, hingga kemudian membayar mahal untuk game ini, akhirnya merasa dikhianati.

jojoquote

Selain itu juga, sebagai sebuah fighting game, banyak sekali kekurangan di game ini. Terdapat banyak infinite combo yang tidak bisa diinterupsi, lag input dan eksekusi pada saat online match, dan lain-lain. Banyak sekali keluhan yang muncul di internet.

Banyak sekali yang menjual kembali game ini ke toko, menyebabkan adanya penurunan harga di game yang masih baru.

Penjualan awal JJBA ASB berlangsung dengan sangat baik. Sekitar 390.000 dari 500.000 kopi yang dicetak terjual. Tetapi, setelah itu, para fans yang muali merasa tertipu, hingga akhirnya berbondong-bondong menjual kembali gamenya ke toko (buyback).

Banyak yang menjual balik -> banyak barang second-hand -> stok semakin banyak -> harga barang second turun -> orang yang membeli barang baru semakin sedikit -> reputasinya turun, yang kemudian berakibat harga barang barunya juga turun, untuk menandingi harga second-hand.

Untuk menanggulangi ini, Bandai Namco mengambil beberapa langkah cepat, seperti patch yang mengatasi beberapa infinite combo dan mempersingkat waktu recovery energy, tetapi agaknya sulit dan sudah agak terlambat untuk menanggulangi permasalahan ini.

Satu jawaban sederhana

Bandai Namco telah mengambil beberapa langkah untuk menanggulangi masalah ini. Misalnya menjanjikan update untuk menanggulangi infinite combo, membuat karakter DLC Fugo menjadi gratis, dan juga mengadakan campaign di mana energy akan pulih 4 kali lebih cepat, yang sayangnya masih membuat orang-orang tidak puas.

Pada dasarnya, fighting game itu adalah sesuatu yang seharusnya ditangani dengan hati-hati, dan apabila ada kecacatan di dalamnnya, harus segera ditangani secepatnya, untuk memperbaiki game balance, sehingga para user tetap bisa menikmatinya.

Mungkin ada orang yang senang dengan digratiskannya karakter baru dan campaign 4x lipat recovery, tetapi tetap saja permasalahan tidak terselesaikan, karena para player sudah kehilangan kepercayaan mereka kepada game ini.

Jika dinilai murni sebagai fighting game, banyak sekali kecacatan di JJBA ASB ini, dan juga untuk online match memang terasa sekali lag inputnya. Tetapi sebagai adaptasi dari sebuah manga, game ini membuat karya itu hingga menjadi 3D yang bisa bergerak persis seperti karya aslinya. Bila dibandingkan dengan adaptasi manga dan anime lainnya, game ini bisa dibilang cukup bagus.

Yang paling dibutuhkan adalah menciptakan hubungan kepercayaan kepada user. Meskipun misalnya membutuhkan waktu lama untuk mengembalikan development cost (yang mungkin adalah alasan mereka untuk menciptakan sistem berbayar tersebut), tetapi yang penting adalah mempertahankan fans, yang sayangnya kini kesempatan tersebut sudah terlewat karena para user sudah marah dan kecewa, sehingga apresiasi kepada game ini sudah sangat turun, bersamaan dengan turunnya harga jual gamenya di pasaran.
Paketnya sendiri terjual dengan cukup baik, tetapi dengan adanya download business tersebut, kepercayaan fans sudah hilang.

Hal ini tidak hanya terbatas pada JJBA ASB dan Bandai Namco, tetapi juga merupakan pesan kepada semua game industri untuk diperhatikan baik-baik. Semoga perusahaan game dapat menjaga hubungan baik dengan para user, dan berpikirk dengan seksama, sebelum meraup duit dari para user.

Jadi, apakah kalian tetap tertarik memainkan JoJo’s Bizarre Adventure All-Star Battle ini, ataukah kalian kecewa dan tidak akan membelinya? Terutama setelah sebelumnya diberitakan kalau game ini akan dilokalisasi ke bahasa Inggris?

jojoflood

Sumber: yaraon