Ukur Kadar Otaku-mu Dengan Rumus Ini!

October 11, 2013 6:00 pm
Ukur Kadar Otaku-mu Dengan Rumus Ini!

Hentikanlah debat “ih weeaboo lo” “gw otaku kali!“kagak, yang ada lo elitis!” karena sekarang sudah ada rumus ilmu pasti untuk mengukur kadar ke-otaku-anmu!

Sering kita temui di forum, Facebook atau social media lainnya, tentang bagaimana seorang teman atau kenalan kita mengaku-ngaku dirinya sebagai seorang otaku padahal menurut khalayak banyak mereka itu weeaboo, elitis, atau apalah bahasa atau istilah baru yang mungkin baru lahir saat artikel ini ditulis (Iya saya tahu kalau orang sini tuh demen banget dengan yang namanya istilah “eksklusif” padahal ga jelas artinya apaan)

Mari hentikan bahasan itu sebelum saya didatangi massa yang butthurt.

burn_house._beat_mother.

Sebuah badan penelitian di Jepang bernama “Nomura Research Institute” baru-baru ini mempublikasikan temuan mereka tentang penelitian mengenai “Otaku Hobbies” yang mana oleh mereka di pecah menjadi beberapa kategori termasuk “apa yang di-otaku-kan”, apakah itu Idol, Animanga, Boyband, etc

hanasaku-iroha-otaku-obsession-collection-003-614x345

Alasan Institut Nomura melakukan penelitian ini, adalah karena mereka mengkhawatirkan level penghabisan duid di dalam dompet para “otaku” itu. Sudah pasti salah satu faktornya karena merchandise otaku yang tidak murah, banyak dalam jenis dan jumlah, dan kerelaan para otaku itu untuk membakar duid demi merchandise waifu/oshi/husbando kesayangan.

Financial Planner yang juga manga otaku bernama Shunsuke Yamasaki mengembangkan sebuah rumus sederhana untuk mengukur kadar otaku anda dalam hal pengeluaran duid untuk hobi anda. Yamasaki menyebutnya ” Koefisien Otaku” Mari kita lihat:

Koefisien Otaku = (Pengeluaran Bulanan untuk Hobi / Pendapatan per bulan) x 100

Wow, sangat simpel!

Yamasaki menjelaskan lebih lanjut, bahwa anda masih merupakan seorang otaku yang normal dan bertanggung jawab secara keuangan jika nilai Otaku Koefisien anda kurang dari atau sama dengan 10. Lebih dari itu, tempat anda dalam keluarga calon mertua patut dipertanyakan keamanannya. (Pikir aja, mana ada mertua yang merasa aman kalau menantunya lebih mementingkan patung telanjang ma sarung guling daripada tabungan sekolah anak? Kecuali tiap kali ke toilet bakal ada duid keluar, lain cerita)

81392abb36c886313a0e7242519aa888

Apalagi jika anda memiliki kartu jahanam bernama kartu kredit, yang membuat anda berhutang tanpa rasa dosa. Sekali gesek atau klik satu tombol di online store, tiap bulan uang melayang. (yang mana biasanya orang bilang setelah gesek kartu; “Saya Khilaf Kakaks”. Ngaku!)

Yamasaki sangat menganjurkan untuk memikirkan ulang hidup anda dan pengeluaran anda selama ini, terutama jika Koefisien Otaku anda mencapai angka 20 yang menyeramkan. Kecuali anda tetap teguh menjadi pendekar Indomie demi waifu tercinta (yang sepertinya tiap season anime baru ganti ya?)

Mari kita tes dengan Otaku Koefisien saya;

Untuk mempersingkat jumlah 0 dan memperkeren perhitungannya, angka yang ada disini ada dalam kurs YEN

Pendapatan per Bulan;
Pekerjaan: 10.000 YEN
Dompet Omnipoten: 90.000 Yen

Pengeluaran Bulan Sept (karena saya tidak tiap bulan beli komik/majalah;
Game PS3 2 Buah: 12.000 Yen (dengan 6000yen/game)
Figure: 11.000 Yen (Jangan tanya figure apa)
Manga etc: 500 Yen
TOTAL: 23.500 YEN

Jadi: (23.500 / 100.000) x 100 = 23.5

Koefisien Otaku saya adalah 23.5!

Definisi Dompet Omnipoten:

“Memangnya anda tidak punya dompet suci yang dimiliki oleh eksistensi omnipoten yang biasa disebut dengan ‘orang tua’?”

Yamasaki sangat menganjurkan untuk memikirkan ulang hidup anda dan pengeluaran anda selama ini, terutama jika Koefisien Otaku anda mencapai angka 20 yang menyeramkan

…Welp.

Yah itu masalah saya.

Ok saya juga tahu bahwa meskipun namanya keren, dan dicanangkan oleh peneliti yang punya judul yang keren pula, rumus ini tidak lebih hanya sebagai pengukur tingkat konsumsi kita akan hobi kita terhadap pendapatan yang kita punya. Tapi kembali lagi pada awal artikel, bahwa “Orang sini demen istilah eksklusif” jadi everyone’s happy kan? (Sama seperti kita tidak mengerti (Kadang tidak terima) kalau orang menyebut “Laser Sword” untuk menunjuk “Beam Sabre” Gundam.)

sample-1dbd84173bc1b30446b9873a9ed9458f

Sekian pembahasan yang sebenarnya tidak penting tapi mungkin berguna untuk menyulut peperangan yang tidak kalah pentingnya soal definisi otaku di Indonesia. Sampai jumpa di pembahasan jailbait lainnya!

Cheers!