[Midseason Review] Gundam Build Fighters

November 12, 2013 3:00 pm
[Midseason Review] Gundam Build Fighters

Apa? Anime Gundam yang temanya anak-anak kecil main adu gunpla? Yaah, ini mah anime buat anak kecil yang isinya cuma ngeiklanin maina–EH TUNGGU APAAN INI KOK BAGUS AMAT!?!?

Bukannya perang, tapi adu mainan!?
mrgbf1
Yak, tidak seperti anime Gundam lainnya, Gundam Build Fighters ini bukan tentang cowok umur sekitar anak SMA yang bertarung di tengah peperangan, tetapi tentang cowok umur sekitar anak SMP yang bertarung untuk memenangkan turnamen gunpla.
Inilah yang awalnya sempat membuat fans Gundam tidak menyukai Gundam Build Fighters sebelum ditayangkan. Tapi semua itu berubah, ketika…

Battle yang luar biasa
Ok, saya tidak mengerti apa yang terjadi di sini. Di anime mecha Sunrise sebelah yang juga tayang di season ini, battlenya (yang menggunakan model 3D) berlalu hampir semuanya seperti ini: Unit A menembak -> ganti layar -> Unit B kena tembak/menangkis/menghindar -> balas.
Sementara di Gundam Build Fighters? Gerakan 2 unit dalam 1 layar yang sama, pengaruh perubahan medan tempur, peraturan kekuatan tembakan, kerusakan part, senjata cadangan, pertarungan hingga hancur lebur, dan lainnya; itu semua sambil dilengkapi dengan animasi 2D yang menakjubkan. Beberapa pertarungannya, tepatnya di episode 2 dan episode 6, memiliki kualitas animasi yang benar-benar mengejutkan untuk tingkat TV series.

mrgbf2

BGM saat pertarungannya juga luar biasa. Meski bukan orchestra atau chorus seperti di 00 atau Unicorn, tiap karakter memiliki temanya masing-masing, Reiji dengan upbeat violin techno, Yuuki dengan Mexican acoustic guitar + chant, Ricardo dengan acordion + piano, dan theme BGM di ep 6 yang awalnya terasa techno tetapi semakin ke belakang semakin menjadi orchestra epic. Tema-tema tersebut dimainkan dengan pengaturan yang pas agar klimaks lagunya bersamaan dengan klimaks battlenya.
Saya yakin bukan cuma saya yang ingin menyanyi “AAAIAIAIAIAIAIAIAA~~AAA, ALE!!” tiap kali Zaku Amazing (namanya aneh, memang) beraksi di depan layar.

mrgbf3

Ok, battle dan musiknya bagus. Bagaimana dengan ceritanya?

Mudah dimengerti untuk anak-anak, bisa dinikmati oleh orang dewasa
Ini bukanlah hal yang saya sangka sekalipun saya tahu bahwa setting ceritanya mengikuti anak SMP bersama teman misteriusnya untuk memenangkan turnamen “adu mainan”… Saya sama sekali tidak menyangka anime ini akan memiliki tingkat komedi yang cukup tinggi.

mrgbf4

Entah apakah karena Sunrise telah belajar dari mengadaptasi manga-manga komedi seperti Gintama, Danshi Koukousei no Nichijou, Binbougami ga!, dan lainnya atau karena sekedar mengejar market untuk penonton yang lebih muda (atau dua-duanya), tetapi kadar komedi di Gundam yang satu ini berada jauh di atas seri-seri Gundam lainnya, dan sejujurnya saya sendiri senang dengan unsur lightheart dari seri ini. Tokoh utama dari anime ini, Iori Sei, minimal akan memasang 1 wajah komedik tiap episodenya (atau sampai setengah lusin kali seperti di ep 2).

mrgbf4b

Ceritanya sendiri terhitung cukup ringan. Ada bocah yang jago merakit gunpla tetapi tidak pandai mengendalikannya, ia bertemu dan berteman dengan seorang bocah misterius yang pandai mengendalikan gunpla, dan kemudian mereka berdua berkerja sama untuk memenangkan turnamen gunpla battle sambil bertemu dengan rival dan calon rival mereka (Ok, itu summary super singkatnya yang melongkapi detil-detil lainnya).

Lalu bagaimana untuk orang dewasa? Untuk mereka yang tidak mengikuti seri Gundam, mereka bisa menikmati production quality dan komedinya. Untuk yang mengikuti Gundam, terutama fans lama, ini bisa dibilang tumpukan referensi yang luar biasa. Dimulai dari kutipan-kutipan kalimat, tempat pertarungan dari seri lama, parodi adegan lama, cameo karakter dan unit (sampai yang kelewat obscure, saya yakin fans hardcore Gundam pun belum tentu bisa menebak semua unit lama yang muncul di anime ini), bahkan sampai preview episode berikutnya diambil dari seri-seri Gundam sebelumnya.

mrgbf5

Maman~
Ok, untuk yang satu ini agak pribadi sedikit… Saya cukup yakin cukup banyak yang khawatir kalau anime ini akan berkesan agak “homo”, mengingat kedua tokoh utama Gundam Build Fighters adalah shota yang saling melengkapi kekurangan mereka masing-masing. Dan ya, memang ada fanbase pairing kedua tokoh utama anime ini (atau juga untuk Sazaki sang Gyandere), tapi mari saya kenalkan dengan tokoh yang (entah kenapa) paling banyak memiliki fanart season ini, ibu dari sang tokoh utama, Iori Rinko.

maman
Uhoh~<3

*EHEM*Ok, tidak hanya boobie mama Rinko yang populer, tetapi semua karakter perempuannya menarik. Malah, hampir semua karakternya menarik. Sei yang sangat tertarik dengan gunpla, Reiji yang awalnya hanya iseng tetapi berkembang, boobie maman Rinko yang mendukung BOOBS Sei dengan ceria, om Ramba Ral yang selalu muncul tiba-tiba dari tempat yang tidak diduga dan cameo utama dari GBF, Kousaka yang imut tanpa dibuat terlalu “moe character”, Ricardo yang merupakan calon rival besar tetapi bisa diajak bercanda, Mao yang memiliki logat sangat kental (dan bagaimana cara dia bisa merakit HGUC Kshatriya di dalam truk!?), hingga Tatsuya yang *naikkan rambut ke belakang* “AAAAIAIAIAIAIAIAIA~~, ALE!!!”

Intinya? Gundam Build Fighters bisa dibilang sebagai kuda hitam untuk season ini. Ditambah lagi dengan mudahnya akses dengan streaming resmi dalam 720p dengan subtitle Inggris di channel youtube.
Verdict: Definitely continue

mrgbf6