Anime Amerika Pengguncang Adrenalin Berjudul “RWBY”

November 14, 2013 5:01 pm
Anime Amerika Pengguncang Adrenalin Berjudul “RWBY”

Beberapa waktu lalu, (Beberapa) fans Animanga dikejutkan oleh munculnya sebuah trailer keren dari pembuat seri battle clip terkenal “Dead Fantasy”, Monty Oum, yang tampak sangat “anime-ish” sekali. Dan akhirnya project itu terkuak dengan nama “RWBY” yang berupa sebuah miniseri original dari Rooster Teeth. Yup, American. American making a 3D ANIME?! Hei, dari trailer pertama saja kita bisa tahu kalau ini bagus!

“RWBY” yang merupakan kumpulan inisial dari nama para karakter utama kita mengisahkan Ruby, seorang calon “Huntress” yang diterima di salah satu akademi Hunter kenamaan Beacon bersama “saudari”nya, Yang Xiao Long dan 2 teman barunya Weiss Schnee dan Blake Belladonna. Mereka berempat berusaha menjalani kehidupan akademi sebagai calon Hunter bersama teman-teman baru mereka disana.

The Good – Beautifully Choreographed Action!

Kalau ada satu hal yang membuat Monty Oum dikenal di bidangnya adalah dia seorang koreografer battle scene yang sangat mantap! Satu hal yang hanya bisa ditiru oleh Movie-grade anime. Tiap gerakan dibuat detail, indah dan tidak ‘lebay’ (ada sih beberapa, tapi percayalah, kamu tidak akan tahu kalau itu ‘lebay’ karena saking intense-nya). Dan juga sebagai nilai jual utama dari seri ini, hal ini sudah terlihat dari trailer pertama yang sekaligus mengenalkan karakter utama kita, “Red Trailer” yang terkenal.

The Good – Bumbu Jepangnya Kental
Salah satu point yang membuat banyak orang skeptis (termasuk saya) adalah mau semirip apa desainnya dengan anime, ini tetap “anime” produksi Amerika. Bisakah menuruti standar “anime”?

rwby

To some point, Yes it can! Stereotype jokes, pacing adegan, bahkan beberapa punchline dari situasi komikal yang ada terasa mirip seperti anime Jepang. Penulis dan tim produksi benar did their homework. Belum lagi desainnya yang cantik dan memang “Anime banget”. Karakterisasinya pun dibuat sedemikian rupa, Ruby yang lugu khas beta main character, Weiss sang ojou-sama, Blake yang kuudere dan Yang si genki nee-san.

The Good – Voice Actingnya “Cocok”!
Point skeptimisme lainnya adalah voice acting. Kita semua tahu, kebanyakan voice acting barat untuk sesuatu yang Jepang seperti anime dan game itu rata-rata “Tidak cocok”. Saya tidak bilang jelek, tapi yang pasti tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Disinilah lagi-lagi RWBY menghempaskan dugaan itu.

the_many_faces_of_rwby_by_dustiniz117-d5pzlep

Pertama kali diperdengarkan di “Black Trailer”, kualitas VA untuk RWBY tergolong “cocok”. Tapi semua berubah ketika suara Ruby diperdengarkan di “Yellow Trailer”, so friggin out of place! Apa itu suara cempreng blablabla, setelah Red Trailer yang memberi kesan bahwa Ruby adalah karakter yang serius, kita malah mendapat suara Kugyu KW Super! Setelah protes berkepanjangan, akhirnya kita mendapat episode 1 RWBY, dimana kita memang salah duga terhadap karakter Ruby, yang ternyata memang cocok dengan suara itu. Setelah tahu lebih dalam, ternyata memang suara yang ada itulah yang paling cocok!

Begitu pula dengan karakter pendukung lainnya, yang memang butuh penyesuaian mendengar suara aktor “barat”, tapi setelah beberapa lama, kamu bisa tahu bahwa yang sekarang memang bagus!

rwb

The Mixed – Sloow Paceee….
Selama 16 episode, RWBY benar-benar cuma menggunakan seluruh satu season ini untuk mengenalkan karakter kepada kita. Memang pastinya ini demi menyiapkan panggung cerita yang lebih besar untuk season 2 (yang saya tidak tahu kapan mulai). Tapi di beberapa episode terlihat ulasan cerita yang lebih terkesan kepada “filler”. Saya tidak tahu apakah ini benar ulasan cerita yang dibutuhkan nantinya atau sekedar filler, tapi kalau benar adalah yang kedua, saya sedikit kecewa :v

The Mixed – (not) Action Packed
Ekspektasi dari trailernya sudah mengarah kepada “Wah ni pasti tiap episode bakal ada epic battle nih!”, tapi nyatanya dari 16 episode, cuma 3-4 episode yang benar ada “epic battlenya”. Sebagai nilai jual utama, battle scene tidak mendapat spotlight yang pastinya diharapkan banyak orang termasuk saya. Ya pasti kembali lagi ke poin dimana ini memang perlu untuk dapat menjabarkan lebih banyak cerita, tapi seperti yang saya bilang di poin atas, dengan ini saja pacenya sungguh lambat dan RWBY practically masih belum menjelaskan apa-apa ke kita, bahkan belum ada ulasan “cerita utama”nya.

RWBY - 01 - Large 03

Tapi saya tahu, ini juga pasti gara-gara…

The Bad – Pendek!
Ya! tiap episode sangat pendek! bahkan ada beberapa episode yang durasinya kurang dari 5 menit termasuk OP dan ED credit. Memang beginikah style produksi Rooster Teeth dan Monty Oum? Atau kurang budget? atau…?

Yang manapun, durasi episode ini jelas merupakan suatu masalah jika pada perkembangannya nanti RWBY akan memasuki bahasan cerita yang lebih serius dan dalam. Dengan selesainya Season 1 ini, saya harap ini bisa disesuaikan pada Season berikutnya.

rw

Masih ada beberapa point yang pastinya mengganjal dari sebuah “Anime Amerika”, tapi akuilah, ini lebih bagus daripada “Kartun Jepang” kan? uhukuhukIronManWolverineuhukuhuk