Hajime Isayama Sempat Malu Ketika Bermimpi Ingin Jadi Mangaka

December 11, 2013 1:42 pm
Hajime Isayama Sempat Malu Ketika Bermimpi Ingin Jadi Mangaka

Jika pada artikel sebelumnya, kita melihat Isayama mengomentari soal ending Shingeki no Kyojin dan apa yang dia maksud dengan musuh, pada potongan interview yang dilakukan oleh white-screen kali ini Isayama lebih banyak menceritakan mengenai motivasinya menjadi mangaka dan hal-hal yang mempengaruhinya dalam proses dirinya menjadi seorang mangaka.

Omong-omong,di beberapa interview lain, saya membaca anda mengatakan, “saya adalah tipe manusia yang suka melarikan diri”, jadi pada saat keadaan kritis, anda akan kabur. Akan tetapi, dengan memilih pekerjaan sebagai mangaka, bukankah hal tersebut cukup beresiko? Meskipun anda mengatakan kabur, tetapi anda memilih jalur sebagai mangaka, bagaimana pendapat anda?
Hal ini sebenarnya merupakan perpanjangan dari saat saya sering corat-coret pada saat jaman-jaman sekolah dulu. Lahan manga sendiri juga sangat luas di Jepang, dan bahkan sebagai mangaka, bisa memiliki penghasilan yang cukup untuk memberi makan diri.

Jadi, anda tidak merasakan resikonya?
Dibandingkan dengan membuat film atau klip, membuat manga tidak menguras uang sebesar itu, jadinya halangannya cukup rendah.

Banyak orang-orang yang mengatakan ingin menjadi mangaka, tetapi pada kenyataannya setelah mereka mencoba, sedikit yang bisa mengatur panel-panelnya dengan baik. Apakah dibutuhkan yang namanya “kerja keras” untuk itu?
Kesusahan pada saat penempatan panel, pasti dirasakan oleh semua orang pada saat baru memulainya, tetapi saya rasa seiring dengan waktu, orang tersebut akan terbiasa. Saya sendiri pada saat masih di SMA juga sering mencoba penempatan panel, tetapi yang paling saya bisa kerjakan adalah membuat cerita. Maka dari itu, pada waktu itu banyak sekali saya membuat name, dan tidak terlalu mempermasalahkan hal-hal lainnya.

Tetapi bukannya itu merepotkan? Motivasi anda tinggi juga ya?
Tidak juga sih.

Manga tersebut, digambar di kertas yang bisa ditempelkan tone, ya?
Iya, di pedesaan sih memang tidak ada yang menjualnya. Akhirnya untuk membelinya saya sampai naik bus sampai ke Fukuoka, hanya untuk membelinya.

oyama
Isayama-san lahir dan besar di Hitashi Oita, dan Isayama sendiri mengakui pada interview yang lain bahwa kota kelahirannya itu banyak menginspirasinya dalam pembuatan manga Shingeki no Kyojin

Motivasi anda sangat tinggi menurut saya.
Untuk itu memang saya cukup berjuang. Saya sangat puas pada saat mencapai ke Fukuoka. Saya melakukan sesuatu sampai sejauh itu, dan mulai terpikir apakah di masa depan saya akan menjadi mangaka, ya? Tetapi pada saat itu juga, saya malu pada saat menggambar manga, dan tidak pernah mengatakannya kepada orang-orang lain.

Baik kepada orang tua, maupun kepada teman?
Iya. Akan tetapi kamar saya sering jadi tempat ngumpul, makanya pernah sekali waktu saya taruh manga buatan saya, dan ketahuan.

Eh? jadinya ketahuan?
Teman saya hanya mengambilnya, tanpa berbicara apa-apa kepada saya, dan kemudian menyembunyikannya, benar-benar aneh, saya pikir. Kemudian setelah membacanya pun dia tidak bereaksi apa-apa.

Benar-benar ketahuan dong?
Karena saya tinggal di desa, dari sejak di playgroup sampai SMP, saya terus-terusan bersama dia. Pas waktu saya SMA, ada saatnya saya malu pada saat mengatakan apa yang jadi impian saya di masa depan.

Memang sih
Tetapi, dengan teman-teman di SMA, saya tidak seakrab itu. Hanya saja,di rumah saya di desa, saya sedikit merenovasi gudang saya menjadi semacam kamar, dan di sana menjadi semacam tempat untuk menaruh buku-buku porno. Ya, teptanya seperti perpustakaan buku porno. Di sana juga digunakan oleh semuanya untuk membawa buku pornonya untuk transaksi dengan teman yang lainnya.

Jadi, anda benar-benar terobsesi dengan buku porno?
Saya gunakan untuk belajar. Benar-benar hanya untuk pelajaran.

Yang memberikan pengaruh besar ke Shingeki no Kyojin, juga adalah Muv-luv Alternative ya? Bisakah dijelaskan lebih lanjut? Jadinya dimainkan di kamar ini juga kah?
Ada teman seangkatan saya yang sudah seperti guru bagi saya.

Guru.. dalam hal tersebut?
Ya, karena dialah saya jadi mulai membaca novel porno, lalu saya mulai memainkan game Kimi Ga Nozomu Eien, yang dibuat oleh AGE, perusahaan yang juga membuat Muv-Luv. setelahnya juga banyak light novel yang memberikan pengaruh bagi saya, tetapi salah satunya adalah Muv-luv itu.

muv-luv
Muv-Luv merupakan visual novel yang dikembangkan oleh AGE, menceritakan mengenai umat manusia yang berjuang melawan invasi alien

Awalnya saya memainkannya dengan mengekspektasinya sebagai eroge, tetapi ternyata unsur SFnya sangat banyak, dan merupakan salah satu karya yang memberikan pengaruh bagi saya.

Bagian mananya ya? seperti setting dunia dan cerita?
“Bertindak sebagai pembuat”, hal itulah yang memberikan pengaruh ke saya paling besar. Bukannya untuk membuat para “Tamu” senang, tetapi sebaliknya untuk membuat mereka memiliki trauma, seperti itulah kira-kira.

Oh, hal tersebutlah yang jadi fokus kali ini ya?
Contohnya, misalnya ada karakter moe, pada saat ia membalik badan, tiba-tiba dimakan oleh alien, dan hal tersebut digambarkan secara eksplisit. Misalnya dari rahang atasnya terlihat sebagian badan yang dimakan, akan memberikan pengaruh yang kuat bagi orang yang melihatnya.

Misalnya hal-hal yang mengkhianati ekspektasi para pembaca, atau memberikan shock ya?
Sebut saja hal itu sebagai “Niat Jahat”. Tanpa memperdulikan bagaimana reaksi dari pihak penerima, hanya berpikir untuk memberikan luka kepada pihak tersebut, secara iseng.
Seperti pada saat monalisa pemakan manusia di nube, benar-benar memberikan trauma bagi saya. Saya sampai tidak bisa ke WC.

Eh, jadinya dari “Niat jahat”?
Bila diumpakan, bukan seperti fast food yang bisa dengan mudah dikonsumsi semua orang, yang ingin kubuat adalah bukannya hal yang aneh-aneh, tetapi hanya merupakan apa yang ada di pikiran saya, dan berbagai pengaruh yang saya dapatkan, saya tumpahkan ke karya saya.

「進撃の巨人」の漫画家、諫山創インタビュー! トラウマという財産!? 人生観と漫画創作が濃密に交わる諫山創の視点とは?