Foto Tersangka Teror Kuroko no Basketball Terungkap

December 18, 2013 3:11 pm
Foto Tersangka Teror Kuroko no Basketball Terungkap

Seperti telah diberitakan sebelumnya, tersangka dari teror terhadap serial manga populer Kuroko no Basketball telah berhasil ditangkap dan seorang pengguna internet di 2ch telah mengupload foto terbaru yang memperlihatkan foto tersangka tersebut.

kuroko

Foto yang beredar tersebut merupakan hasil screenshot dari sebuah acara berita televisi. Tersangka yang bernama Hirofumi Watanabe tersebut mengakui kepada Yoimuri Online bahwa dia “iri dengan kesuksesan pembuat Kuroko no Basketball” dan mengaku melakukan kegiatan teror selama ini “Seorang Diri.”

Semenjak Oktober tahun lalu banyak surat ancaman yang dikirimkan kepada penerbit Kuroko no Basketball begitu juga kepada penjual manga tersebut. Pada Oktober tahun ini sebuah surat ancaman dikirimkan kepada 7-Eleven dari seorang individu yang mengaku bahwa mereka telah menaruh racun dalam wafer Kuroko no Basketball, yang mengakibatkan jaringan toko tersebut menarik semua stok makanan ringan tersebut.

Tidak hanya itu, ancaman demi ancaman tersebut juga mengakibatkan doujinshi Kuroko no Basketball dilarang diedarkan di acara Comiket demi alasan keamanan. Bahkan sebuah acara kumpul penggemar Kuroko terpaksa dibatalkan karena sebuah ancaman.

Sepanjang tahun, Watanabe berhasil mengelabui polisi, hingga akhirnya dirinya tertangkap kamera sekuriti di 7-Eleven yang berada di Chiba. Berkat hasil rekaman tersebut investigasi pun dimulai, detektif pun mulai membuntuti Watanabe, begitu tiba di sebuah kotak pos di Ebisu Tokyo detektif tersebut pun menghampiri dan menanyakan beberapa pertanyaan ke Watanabe.

Surat ancaman ditemukan dalam tas yang dibawanya, dipercayai bahwa Watanabe mengirim surat-surat ancaman dari kotak pos jauh dari tempat tinggalnya di Osaka untuk menghindari penangkapan.

Seperti dikutip oleh Jiji Press, Watanabe yang tertangkap berkata “Aku meminta maaf,” “Aku kalah.” tambahnya.

watanabe

Hirofumi Watanabe, tengah, dikawal kepolisian dari bangsal Tokyo Chiyoda untuk dikirimkan ke jaksa penuntut umum, pada tanggal 17 Desember 2013 (mainichi)

via Kotaku