Mahasiswa Mempertaruhkan Nyawa Demi Mendapat Pekerjaan

December 19, 2013 12:36 pm
Mahasiswa Mempertaruhkan Nyawa Demi Mendapat Pekerjaan

Jepang memang salah satu negara yang terkenal  dengan tingkat bunuh dirinya. Namun sebuah kejadian yang tidak biasa ini sampat mengejutkan orang-orang Jepang.

Seorang mahasiswa, sebut saja A-kun, sedang mencari pekerjaan. Dan ada hal yang tidak biasa pada A-Kun ini. Demi mendapatkan pekerjaan, dia mempertaruhkan nyawa nya. “Saya taruhkan nyawa saya pada interview ini. Bila saya tidak diterima, saya akan bunuh diri” kata-kata yang di ucapkan A-kun pada sesi interview pelamaran, mengejutkan semua orang diruangan.

Satu minggu kemudian, setelah menerima surat tidak diterima dari rumah sakit yang dia lamari, A-kun melompat ke jalur kereta dekat lokasi interview. “Saya ingin menjadi pegawai rumah sakit. Maka saya mencoba bunuh diri di jalur kereta dekat rumah sakit yang menolak saya. Sesuai dugaan, ambulans membawa saya ke rumah sakit tersebut” kata A-kun yang ternyata gagal untuk membunuh diri.

Sampai disini kejadian tersebut sudah cukup mengejutkan, tetapi cerita tidak berakhir sampai situ saja. Ketua rumah sakit tersebut menangkap kesungguhan dari A-kun untuk di terima dan akhirnya A-kun diterima untuk bekerja di rumah sakit tersebut.

“Yang dibutuhkan perusahaan adalah kesungguhan untuk melamar. Kami melihat, seberapa besar mereka mempertaruhkan kehidupannya untuk diterima. A-kun juga mungkin dihargai rasa kesungguhan untuk diterima” kata seorang spesialis pelamaran pekerjaan. Dia juga mengatakan “Perusahaan yang menghargai bunuh diri mulai bertambah. Ada juga perusahaan yang lebih memilih pelamar yang pernah gagal membunuh diri. Bila tidak diterima akan bunuh diri, niat seperti itulah yang sangat dibutuhkan”

Banyak sekali pendapat yang disampaikan terhadap berita ini. Tentunya (atau untungnya) sebagian besar dari pendapat tersebut adalah pendapat bahwa “Bunuh diri bukanlah sesuatu yang patut di hargai”. Memang susahnya mendapat pekerjaan menjadi salah satu masalah terbesar bagi pemuda di Jepang saat ini. Tetapi apakah kita perlu mencoba bunuh diri hanya untuk mendapat pekerjaan?

sayonara

source Hatena

header image 47news