Perokok! Pengangguran! Pipi Takoyaki? Inilah Daftar Orang Yang Tidak Akan Dinikahi Para Lajang di Jepang

January 9, 2014 3:51 pm
Perokok! Pengangguran! Pipi Takoyaki? Inilah Daftar Orang Yang Tidak Akan Dinikahi Para Lajang di Jepang

Dalam subjek percintaan, pernikahan dan hubungan romantis, My Navi News dari Jepang menggelar survey yang menanyakan 905 responden mengenai pengganggu dan penghancur hubungan romantis mereka. Namun, daripada memfokuskan pada kualitas baik pasangannya, mereka lebih senang untuk mengungkapkan faktor-faktor apa yang membuat mereka hilang ketertarikan atau ilfil yang nantinya membuat mereka menghilangkan kemungkinan berumah tangga bersamanya. Sebuah hate list cinta kalau boleh disebutkan.

irritated-woman

Dibagi berdasarkan kelamin, beberapa hasilnya sangat mengejutkan – ada juga yang tidak sih. Lusinan tips untuk para muda mudi lajang dan banyak untuk mereka yang sudah dalam komitmen untuk dipikirkan setelah putus nanti.

Mengingat My Navi News memberi kebebasan untuk menulis apapun di hate list ini, para responden kemudian tidak tanggung-tanggung dalam menuliskan apa yang mereka tidak sukai dari pasangan mereka, pertama-tama mari kita lihat apa yang para wanita ingin ungkapkan.

satou-11

“Aku tidak akan mau menikahi lelaki macam ini!!” menurut para wanita

  • Adikku adalah NEET (No Education, Employment or Training). Aku tidak akan bisa bertahan dengan pikiran harus bersama-sama seorang NEET dan harus bertanggung jawab atas finansial rumah tangga. (32)
  • Pria dengan gaji rendah. Kalau dia tidak punya uang, ngapain dipikirin? (69)
  • Lelaki yang ribut soal makanan yang dia makan, kalau kami menikah, dia akan sangat bawel di meja makan soal makanan saya. (25)
  • Seseorang yang egois. Aku tidak akan menikahi seorang lelaki yang tidak mau mendengarkan pendapatku. (30)
  • Lelaki yang memberi kesan mereka “herbivora” yang tidak pernah mengejar-ngejar wanita. (23)
  • Pria yang selalu ngomel saat ibunya yang selalu memotong pembicaraan. Tidak akan. (29)
  • Pria narsis. Saya pasti capek fisik bila jalan dengan seseorang yang terobsesi dengan penampilannya sendiri. (29)
  • Yang ciumannya nggak ganas. (26)
  • Lelaki yang pendapatannya kurang dariku. Saat ingin membesarkan anak, uang itu penting; Aku butuh keamanan finansial. (25)
  • Tukang buang sampah di jalan atau perokok di depan publik. (34)
  • Seseorang yang tidak punya prospek masa depan. Misalnya lelaki yang terus berbicara akan membuka restoran sendiri tapi sendirinya tidak punya pengalaman yang tepat, sama sekali tidak cocok untuk ditinggali. (29)
  • Saya pernah berkencan dengan seorang pria yang terganggu bila saya tidak menaruh sepatu saya dengan rapih saat memasuki apartemennya. Orang seperti itu membuat saya sesak nafas. (29)
  • Pria yang mendominasi saya secara emosional. (32)

Welcome to the NHK

Banyak wanita yang juga mengungkapkan kalau mereka tidak pernah membayangkan akan tinggal bersama orang yang membuang puntung rokoknya di jalan, atau yang orang tua pasangannya tidak baik pada mereka. Namun, “Tidak bisa membiayai secara finansial” atau “Kurang motivasi dan potensi”, menjadi faktor yang paling sering diucapkan para responden.

Tapi apa yang para pria bisa katakan? Apakah mereka akan selalu mencibir wanita yang tidak memakai boots tinggi atau membuat duck face pada setiap kesempatan berfoto? Ataukah para lelaki cukup memilih wanita yang tidak akan ribut saat mereka pulang larut malam setelah hang out bersama teman-temannya?

ganguro_ganguro_why_demotivational_posters_1322421697__85476

“Aku tidak akan tertipu lagi!” para lelaki merespon.

  • Aku tidak akan menikahi wanita yang hanya mengincar uangku saja. Aku pernah sekali menghabiskan banyak waktu memilih hadiah untuk pacarku, tapi saat kuberikan padanya, dia berkata kalau harganya terlalu murah dan dia sama sekali tidak terkesan. (40)
  • Mustahil untuk membayangkan kita memiliki keluarga bahagia bila pasanganku tidak memiliki hubungan baik dengan keluargaku. (27)
  • Perempuan yang moody atau terlalu emosional. Menit ini dia menangis, berapa menit kemudian dia tertawa, 5 menit setelah itu dia galau. Yah seperti itulah. (33)
  • Wanita tukang mabuk. Aku tidak tahan alkohol, jadi bila aku berada dekat wanita pemabuk dan dia mulai bertingkah, itu sangat menggangguku. (44)
  • Perokok. Semua orang tahu rokok membahayakan bagi tubuh kita dan mereka yang merusak badannya seperti itu tidak menarik untukku. (22)
  • Wanita dengan ego tinggi yang menentang karakter saya. Saya cukup keras kepala, dan saya tidak butuh pasangan yang lebih keras kepala dari saya. (31)
  • Wanita yang memiliki mimpi masa depan berbeda denganku. Setelah melahirkan, lebih baik dia mengasuh anak saja. (26)
  • Besar, bulat, pipi takoyaki! Tidak imut! (46)
  • Wanita yang selera makanannya berbeda denganku. (36)
  • Wanita yang terlalu ingin tahu, dia yang membaca semua emailku dan selalu bertanya lagi ngapain. Aku juga butuh privasi! (27)
  • Gadis berantakan yang tidak bisa merapihkan diri. Aku tak bisa membayangkan hidupku bersamanya. (43)
  • Tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Merokok. Ratu fashion yang menutup wajahnya dengan makeup. Aku lebih suka yang lebih peduli dengan keluarga. (27)
  • Tukang tikung. Setelah menikah juga aku takut dia bakal nikung. (28)

Beberapa respon terlihat memang berada di tingkat “tradisional” dan mementingkan hal-hal seperti pekerjaan rumah dan pengasuhan anak,  sangat menenangkan melihat lelaki yang berpikir lebih ke depan dibanding hanya berpikir “dada besar dan pakaian dalam bagus“.

Hasil ini menunjukkan, lelaki di pertengahan 20 ingin seorang pasangan yang akan membantu dia membuat sebuah sarang cinta yang nyaman dan tidak menyentuh smartphonenya. Untuk pipi takoyaki, yah itu selera, ada yang bilang lucu tapi menurut saya sih lebih baik dari duck face, atau seorang istri yang kerjaannya menggerutu yang boro-boro tersenyum, merengut saja sudah bagus….

takoyakihoppePipi Takoyaki

Source: Rocketnews
Header Image: pixiv/daaijianglin