8 Anime Yang Tidak Boleh Diadaptasi Menjadi Live Action

January 11, 2014 11:06 am
8 Anime Yang Tidak Boleh Diadaptasi Menjadi Live Action

Sering sekali kegagalan besar terjadi dalam upaya mengadaptasi sebuah anime epik menjadi film live action meskipun berbujet besar, terutama dari Hollywood (Masih ingat Dragon Ball Evolution? Saya tidak) Meskipun saya tidak akan menyamaratakan semua adaptasi live action dari anime dan manga itu jelek, tak terbantahkan beberapa hasilnya malah mengecewakan kita. Untung beberapa sineas masih dapat membuat adaptasi dengan baik seperti dalam ranking live action terbaik ini. Tapi tetap ada beberapa karya yang menurut fans “tabu” dijadikan versi live action karena satu dan lain hal.

Salah satunya yang menuai kritik adalah Haganai, yang akan segera tayang meskipun dikecam oleh fansnya sendiri. Tapi ya Haganai “sudah terlanjur”, bagaimana dengan karya lain?

Berikut beberapa anime yang menurut fansnya “tidak boleh dinodai dengan adaptasi live action” meskipun seri originalnya terbukti sangat populer

howls

Howl’s Moving Castle

Karya klasik ini disukai oleh banyak orang di seluruh dunia dari berbagai lapisan umur. Cukup mudah menebak mengapa karya satu ini dirasa akan sulit menjadi film live action yang bagus. Menurut fans wanita berusia 31 tahun dari CHiba, adaptasi live action dari film ini tidak akan bisa mereproduksi “atmosfir” yang ada dalam animenya.

73176-b

Princess Mononoke

Masih anime karya studio Ghibli, yang sepertinya memang kandidat kuat untuk mengundang ketertarikan sineas barat untuk membuat live actionnya berkat sejarah Piala Oscar yang diterimanya. Seorang fans berusia 13 tahun dari Ibaraki merasa bahwa live action dari film ini akan “menjadi terlalu sadis dan berdarah sehingga tidak cocok ditonton anak-anak”

Bagaimana dengan anime bertema olahraga? Simpel dan harusnya mudah dibuat menjadi live action daripada fantasi. Ternyata tetap ada beberapa seri yang dirasa takkan dapat menjadi live action yang bagus.

588745

Kuroko no Basuke

Fans Kuroko berusia 19 tahun dari Fukuoka punya alasan menarik mengapa adaptasi live action Kuroko tidak akan bagus. Ia merasa bahwa karakter Kuroko tanpa warna-warni unik rambutnya akan menjadi sebuah film basket biasa saja. Benar juga sih, “Generation of Miracles” itu rambutnya beda warna semua ya, kayak sentai.

shohoku

Slam Dunk

Jawaban yang lebih realistik datang dari fans Slam Dunk berumur 29 tahun dari Tokyo yang merasa Slam Dunk live action tidak akan terasa sama menegangkannya seperti di manga. Opini yang satu ini cukup sering terdengar karena memang banyak fans yang merasa Slam Dunk manga adalah karya yang sangat intens, bahkan animenya tidak bisa mereproduksi adrenalin rush yang ditawarkan oleh manganya.

inazumabo

Inazuma Eleven

Yang familiar dengan seri ini pasti tahu mengapa Inazuma Eleven akan sulit dibuat live actionnya. Dengan adanya tokoh alien dan jurus-jurus mengolah bola yang sangat gila, fans dari Chiba merasa semua itu tetap akan sulit dilakukan bahkan dengan teknologi CGI sekarang

giantkill

Giant Killing

Manga sepakbola ini mungkin jauh lebih realistis dari Inazuma namun manga yang mempunyai banyak fans loyal ini juga dirasa akan hancur jika ada adaptasi live actionnya. Alasan salah satu fansnya adalah akan sulit untuk menemukan aktor dengan postur tubuh yang sesuai dengan karakter di manga-nya.

Rupanya fans seperti ini cukup pemilih untuk urusan kemiripan tubuh dan wajah dari aktor yang akan memerankan karakter kesukaan mereka.

toikimeki

Tokimeki Tonight

Seri klasik yang juga pernah diterbitkan di Indonesia dengan nama “Throbbing Tonight” ini juga masuk ke dalam daftar “anti live action” karena ternyata Makabe sang karakter utama sangat populer di Jepang, dan fansnya tidak mau karakter Makabe dihancurkan oleh peran seorang aktor live action.

one_piece

One Piece

Kalau yang ini mungkin sebenarnya terbagi 2 opini, antara mau dan tidak mau. Mengingat tingkat kepopuleran One Piece sebagai salah satu “legenda hidup” manga. Tapi ada satu opini menarik datang dari salah satu fans penentang adaptasi live action One Piece.

Masih mirip dengan alasan Giant Killing, namun lebih spesifik; “Aku rasa anda tidak akan bisa menemukan aktris yang ukuran dadanya sama dengan para heroine di One Piece. Jadi tidak usah sekalian.”

Yah begitulah, hal yang sama juga menimpa Haganai, yang meskipun sudah diperankan oleh aktris gravure terkenal Mio Otani, para fans masih merasa ukurannya untuk karakter Sena “masih kurang besar”

Apalagi yang mungkin tidak mau kita lihat live actionnya? Mungkin Shingeki no Kyojin, yang sebenarnya sudah masuk dapur produksi?

Sumber: SGCafe