Yang Wanita Jepang Sukai Dan Benci Dari Lelaki Asing

January 19, 2014 12:16 pm
Yang Wanita Jepang Sukai Dan Benci Dari Lelaki Asing

Kembali lagi dalam artikel yang ditujukan untuk para pemburu cinta wanita Jepang di luar sana. Artikel kali ini akan membahas apa yang wanita Jepang sukai dan apa yang mereka benci dari pria asing, yang berarti bukan orang Jepang. Hal ini biasanya muncul bagi mereka yang sudah berhubungan seperti sepasang kekasih atau suami istri. Tapi tak ada salahnya kita para single untuk menilik lebih dulu untuk mungkin mengadopsinya dan memperhatikannya kalau-kalau kita sudah mendapatkan seorang wanita Jepang ideal dalam genggaman kita.

Pertama lihat dulu mengapa beberapa kalangan wanita Jepang tidak menyukai pria Jepang;

Tidak ksatria/gentlemen – 48.3%
Tidak terlihat penyayang – 43%
Tidak punya inisiatif – 24.7%
Tidak pernah memuji kekasihnya di hadapan orang lain – 17.6%
Badannya jelek – 14.5%

Jadi supaya bisa dilirik oleh para kalangan pecinta pria asing itu, mungkin kita harus memastikan diri kita tidak ada di antara 5 karakteristik itu.

Lalu masuk ke poin utama, apa yang mereka benci dari kita para pria gaijin?

Yang paling terlihat dan paling utama pastilah masalah bahasa.

“Lidahku bukan lidah Inggris seperti pacarku. Kadang membuat frustrasi saat kita tidak bisa menyampaikan dengan tepat apa yang ingin kita katakan”

bgj-bl-money

Jalan darurat; bahasa tubuh

Berbeda negara juga berarti beda akar rumpun, yang berarti perbedaan budaya dan standar dalam kehidupan sehari-hari. Bayangkan betapa sulitnya menyelesaikan masalah dimana masing-masing pihak merasa bahwa apa yang mereka pertahankan itu benar, hanya karena itulah yang biasanya berlaku di negara asal kita.

“Suami adikku adalah orang Amerika Selatan, dan kadang bertengkar gara-gara perbedaan budaya. Sangat sulit untuk dapat membuat keduanya mengerti alasan mereka bertengkar”

Belum lagi jika kalian sudah tumbuh menjadi kakek dan nenek yang kaku dan keras kepala

“Semakin waktu berlalu, kami jadi lebih sering bertengkar karena masalah makanan. Saat kami masih muda, kami bisa makan apa saja. Dan sekarang saat kami bertambah tua kami jadi semakin rindu akan rasa yang biasa kami makan saat kami masih kecil. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa pernikahan internasional seperti ini kadang pecah setelah beberapa tahun”

azazel_toned_vert-790a04f2595602072d7f18f7d27c903d55569d66-s6-c30

Wah banyak sekali hal yang sulit diterima oleh para wanita Jepang. Jadi bagaimana ceritanya mereka bisa dekat dengan pria asing? Apa yang mereka suka?

Salah satunya adalah saat dimana suami mereka aktif membantu pekerjaan rumah, sesuatu yang menurut mereka jarang sekali mereka lihat dari pria Jepang

“Suamiku dari Kanada berkata bahwa sudah sepantasnya kalau ia juga mengerjakan pekerjaan rumah.”
“Saya tidak tahu kalau dia yang rajin atau saya saja yang malas, tapi saya selalu terkesan dengan bagaimana suamiku yang dari Inggris itu aktif sekali saat mau ada tamu. Menyedot debu, merapikan rumah sampai mengganti bunga dalam vas.”

Tapi yang paling sering terlontar dari mulut wanita Jepang adalah bagaimana para pria asing dapat begitu romantis dibandingkan pria produk lokal yang sehari-hari mereka temui. Dalam sebuah kultur dimana apresiasi akan hubungan sangat jarang terlihat antara satu sama lain, hal ini dapat sangat memikat.

romantic-kiss-anime-boy-couple-girl-kimi-ni-todoke-night-90745

“Pacarku adalah orang Amerika. Kapanpun saat kami mau mengakhiri percakapan di telepon, ia tak lupa selalu mengucapkan “i love you” sebelum menutup telepon. Hal itu selalu membuatku terpana”

Berbicara tentang romantis, pasti pria Prancis adalah salah satu kandidat kuat dalam hal ini. Dan terbukti;

“Di hari liburku, pacarku selalu membuatkanku sarapan dan membangunkanku dengan kecupan, sambil berucap “Aku tak sabar melihat mata indahmu…” “

Terasa sangat gombal? Bagi wanita Jepang, tidak! Apalagi dipakai dalam waktu dan suasana yang tepat. Salah satu rekan saya yang sudah beberapa tahun tinggal di Jepang juga pernah mengatakan bahwa pria Indonesia cukup populer di sana, hanya karena mereka sangat perhatian dengan wanita. “orang Indonesia dianggap sangat gentlemen” katanya. Tapi bukan berarti kalian bisa dapat pacar hanya dengan berkata ke seorang wanita di pinggir jalan “Hai, Watashi Indonesia no Otoko desu. Wanna have a ocha together?”

Pada akhirnya, kita akan memacari “orang” dan bukan “kebangsaan” atau “budaya”. Selalu tunjukkan dirimu apa adanya sehingga resiko NTR terjaga dalam level minimal!

Sumber: Rocketnews