Untuk Apa Valentine? Survey Membuktikan Kebanyakan Lelaki Jepang Tidak Mau Coklat Valentinenya

February 15, 2014 5:01 pm
Untuk Apa Valentine? Survey Membuktikan Kebanyakan Lelaki Jepang Tidak Mau Coklat Valentinenya

Valentine sudah berlalu namun entah kenapa newsfeed Facebook masih penuh dengan gambar-gambar yang merepresentasikan derita para jomblo karena tidak mendapat coklat (mending coklat, makan saja susah). Ada juga berita-berita yang menyinggung betapa haramnya hari Valentine, namun tidak sedikit juga yang memamerkan snack manis tersebut untuk semua orang lihat.

20140212editgiri-choco

Valentine di Jepang adalah sebuah event yang berjalan 1 arah, dengan para wanita memberikan coklat kepada pria (Berkebalikan dengan di Indonesia, yang saya dengar di radio banyak yang mengeluh saat pasangan lelakinya tidak memberikan coklat). Mungkin kamu pikir hal ini akan ditentang secara keras oleh para wanita, bagaimana mereka harus repot-repot membuat coklat untuk pasangan sekaligus membelikan coklat kepada semua relasinya di kantor? Ya, kamu salah.

Survey telah membuktikan bahwa 90 persen lelaki Jepang mengatakan sebaiknya para gadis tidak perlu repot membuat coklat, karena mereka juga tidak peduli. Sungguh suatu statement yang sangat bertolak belakang dengan para jomblo, mungkin orang-orang ini tidak mau menjadi gendut.

Kali ini jumlah respondennya mencapai 200 orang dan masing-masing ditanyakan mengenai giri-choco, atau coklat obligasi, (hadiah hiburan kalau saya boleh menafsirkannya lebih lanjut) yang diberikan para wanita Jepang kepada rekan kerjanya, atau lelaki lain yang masuk friendzone tidak memiliki hubungan romantis atau termasuk kategori atraktif bagi si wanita. 53 persen responden mengatakan mereka tidak peduli apakah mereka akan menerima giri-choco atau tidak dan 37 persen mengatakan “mendingan gue ga usah dapet.

20140212editvalentines_day_tirol-choco

Mungkin salah satu alasan utama menolak tawaran manis dari para wanita ini adalah, giri-choco adalah sebuah alat untuk menjebak para lelaki saat hari Valentine. Tentu coklat yang ditawarkan mungkin adalah coklat dari perusahaan terkenal, Godiva misalnya, namun jebakan itu tidak berhenti disitu. Para lelaki diharuskan untuk membalas perasaan para wanita ini sebulan kemudian pada “White Day” dan biasanya, hadiah kembaliannya harus 3 kali lebih mahal daripada apa yang para lelaki ini terima. Ini adalah investasi yang baik untuk si wanita, mungkin bahkan bisa dijadikan bisnis olehnya. Namun tidak begitu untuk para lelaki, mungkin mereka tidak mau memberikan apa-apa kepada wanita yang bahkan tidak bisa menjanjikan perasaannya kepadanya.

a6d071f1c4faf7f7dd4356a491dd4e66cc722c69 Bahkan Char Aznable pun ragu membayar 3 kali lipat (sumber)

Kebiasaan orang Jepang untuk memberikan coklat ke banyak orang pun menjadi sebuah potensi besar terjadinya kesalahpahaman yang mungkin bisa membuatmu malu seumur hidup. Bagaimana dengan para lelaki yang berpikir giri-choconya adalah coklat tanda kasih sayang?

Honmei-choco, adalah coklat yang diincar oleh para lelaki haus cinta ini, coklat yang berisikan “perasaan sejati” si perempuan dan itu berarti juga coklat yang dibeli dari perusahaan besar yang menandakan dalamnya perasaaanmu kepadanya.

20140212valentines_chocolates

Ironisnya, coklat mahal ini lebih menunjukkan dalamnya perasaan si wanita kepada kamu dibandingkan coklat buatan sendiri yang ditolak mentah-mentah oleh para lelaki yang tidak mereka pedulikan. Bukankah lebih susah dan repot membuat coklat sendiri ya?

Para pengguna internet di Jepang (yang kira-kira kebanyakan adalah lelaki) langsung merespon kepada survey ini dengan komentar di bawah:

  • “Aku senang mendapat coklat, tapi aku benci harus membelikan sesuatu untuk balasannya”
  • “Honmei-choco itu yang paling parah, karena kamu harus membelikan sesuatu yang super mahal di White Day!”
  • “Untuk semua cowok yang komplain: itu salahmu sendiri yang berpikir giri-choco yang kamu dapat adalah honmei-choco!”

Well, mungkin tahun depan para wanita tidak perlu repot-repot membuat coklat untuk lelaki yang kamu tidak suka, lebih baik kamu memfokuskan mencari 1 coklat mahal yang akan memaksa si lelaki memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga saat White Day.

BgBmRsuCEAApR3Y

Tapi ingat, masih ada 10 persen responden yang berkata kalau mereka akan “sedih dan kesepian” bila tidak mendapatkan coklat valentine. Bila kalian ingin menyenangkan hati mereka, jangan dilupakan ya!

Source: Rocketnews
Header Image: pixiv/crow96