Kebanyakan, Pemerintah Berencana “Membersihkan” Maid Dari Jalanan Akiba

February 24, 2014 6:58 pm
Kebanyakan, Pemerintah Berencana “Membersihkan” Maid Dari Jalanan Akiba

Bagaimana kepalamu membayangkan Akiba saat ini? Baik yang sudah maupun belum pernah pasti rata-rata berpikiran sama yaitu jalanan yang dimana-mana dipenuhi toko-toko anime yang juga dipenuhi oleh para otaku dan maid menawarkan maid cafe mereka.

Tidak salah, meskipun beberapa pandangan dirasa cukup ekstrim, faktanya memang praktik pemasaran menggunakan SPG atau yang disana berkostum dan berlaku layaknya maid untuk mempromosikan maid cafe mereka memang sangat umum. Tidak jarang beberapa maid itu cukup “agresif” untuk menarik-narik calon pelanggan langsung ke dalam toko mereka.

Di Jepang, praktik seperti ini disebut dengan nama “kyaku hiki” atau yang berarti “menarik pelanggan” secara harafiah. Saking umumnya sekarang, pemerintah setempat memikirkan untuk melarang praktik itu kedepannya nanti.

Meskipun kyaku hiki yang dilakukan para maid itu jauh lebih jinak dan sopan dibandingkan dengan yang terjadi di area yang lebih “dewasa” macam Kabuki-cho atau Roppongi, calon pelanggan yang jalan-jalan di sekitar Akiba tidak kalah tebal dompetnya. Terutama karena beberapa tahun belakangan, Akiba sudah dikenal sebagai tanah suci bagi otaku di seluruh dunia dan juga menjadi tempat wisata sendiri di Jepang, baik oleh turis mancanegara ataupun penduduk lokal. Bisa dibayangkan betapa padatnya Akiba dewasa ini.

Khawatir akan rusaknya image Akiba di mata masyarakat dan mancanegara dengan semakin agresifnya kyaku hiki dan praktik bisnis di Akiba yang semakin “terbuka untuk memenuhi keinginan para pelanggan prianya”, pemerintah lokal Chiyoda, dimana Akiba berada, sedang membicarakan proposal pengadaan aturan baru untuk melarang hal ini.

maid menghilangakiba (2)

“Dengan semakin tenarnya Akiba di mata dunia, kami ingin menyingkirkan area ini dari image yang tidak pantas. Akiba harus bersih dan rapi,” sebut salah satu anggota parlemen.

Rencana ini memang belum diaktifkan, namun jika benar dilakukan, kita akan banyak melihat patroli dan “pembersihan” maid dari jalanan Akiba. Tidak mustahil juga beberapa maid cafe dan bisnis sejenis akan gulung tikar karena dianggap tidak sesuai dengan standar yang ada, semisal mempekerjakan anak SMU/SMP.

Alasan baru dari pemerintah setempat adalah banyaknya praktik JK Osanpo terlihat. “JK Osanpo” adalah “Joshi kousei osanpo”, dimana kita membayar agar bisa jalan-jalan ditemani gadis SMU di Akiba, tanpa hal yang aneh-aneh seperti masuk hotel atau tangan nakal. Meskipun begitu, ini dirasa dapat menjadi titik awal dari praktik prostitusi remaja.

Bagi kalian yang masih ingin melihat dunia lain di Akiba yang dipenuhi maid, tampaknya kalian harus cepat-cepat. Atau kalau mau jalan-jalan bareng cewek SMU Jepang, lebih baik bawa pacarmu kesana terus pakaikan seragam SMU Jepang, kecuali hidup kalian seindah manga harem. Sayangnya saya tidak.

Sumber: rocketnews