6 Hal Yang Orang Jepang Rindukan Saat Jauh Dari Rumah

March 19, 2014 7:29 pm
6 Hal Yang Orang Jepang Rindukan Saat Jauh Dari Rumah

Berada di luar negeri acap kali membuat saya melupakan indahnya kampung halaman sendiri, saat di Hong Kong misalnya, saya sangat terkesan dengan kemiripan kota tersebut dengan Jakarta, begitu ramai, begitu riuh, begitu padat namun dengan sistem transportasi yang teratur dan masyarakat yang cukup tertib. Sampai-sampai saya merasa tidak ingin pulang dari sana dan tinggal saja disana. Sedikit kurang nasionalis, namun tetap saja ada hal yang saya rindukan dari rumah, tentunya kasur dan betapa murahnya harga makanan di kampung halaman.

Begitu pula dengan orang Jepang, mereka yang terpaksa bekerja di luar negeri harus bisa menahan hasrat ingin pulang karena memang banyak hal yang berbeda dari budaya Jepang dengan negara-negara lain. Seperti yang kita tahu, negara Jepang sedikit, unik dalam hal menjalankan kesehariannya. Berikut adalah daftar hal-hal yang paling dirindukan orang Jepang saat berada di luar negeri.

Dipersilahkan untuk menunggu

Exif_JPEG_PICTURE

Sama seperti di Indonesia, orang Jepang sangatlah ramah dan perhatian dengan orang lain. Misalnya saat kamu harus mengantri untuk suatu hal, maka kamu akan dipersilahkan untuk menunggu di ruang tunggu. Banyak orang luar negeri yang tidak biasa melakukan hal ini. Namun ada satu perbedaan besar dari budaya Jepang dengan Indonesia, saat mereka (Jepang) mengatakan, “Bersediakah anda untuk menunggu selama 15 menit?“, artinya mereka benar-benar akan datang 15 menit kemudian untuk membantumu. Sedangkan di Indonesia, mungkin 150 menit kemudian baru mereka akan mengingatkan kalau giliranmu masih satu jam lagi.

antrean NPWP
sumber: Viva

Walaupun mengantri dianggap hal yang sangat lumrah baik di dalam maupun diluar Jepang, banyak ekspatriat Jepang yang mengeluh karena di luar negeri, “Orang lain tidak menghargai waktumu“. Pekerjaan mudah seperti memasukkan uang ke bank, membeli barang dari luar negeri atau memperbaharui SIM menjadi lebih sulit dimana-mana. Sebagai contoh, saat saya membuka rekening bank, dibutuhkan dokumen bermacam-macam dan mengharuskan saya mengantri seharian hanya untuk membuka 1 rekening saja.

Permintaan maaf saat kereta terlambat

Japanese Habit (3)
Sebuah pernyataan terlambat dari perusahaan kereta JR (Japanese Railways)

Tidak hanya bersih, dapat diandalkan dan ada dimana saja, kereta-kereta di Jepang sangat tepat waktu, bahkan di tengah jam sibuk sekalipun, semua kereta akan datang tepat di waktu yang ditentukan. Bahkan bila kamu terlambat, perusahaan kereta api akan memberikanmu sebuah tiket yang menjelaskan kepada perusahaanmu bahwa kamu telat karena keterlambatan kereta tersebut, dan kamu bebas dari hukuman apapun!

Tidak peduli salah siapa, sang konduktor atau staf stasiun akan tetap meminta maaf atas keterlambatan kereta, sebuah tanda bahwa mereka siap menerima tanggung jawab yang besar karena kesalahan mereka. Sesuatu yang tidak bisa saya harapkan di Indonesia dengan lalu lintasnya yang berantakan dan supir-supir yang egois.

Melihat kru airport membungkuk untuk menyambut para penumpang

Japanese Habit (2)

Entah ini adalah bentuk sopan santun yang berlebihan atau bagaimana, tapi para mekanik dan kru airport sepertinya akan membungkuk untuk menyambutmu saat pesawat tersebut mendarat. Selain itu banyak juga laporan bahwa salah satu yang dirindukan para ekspatriat ini adalah melihat para kru ini membungkuk karena hal ini seperti menandakan bahwa kamu ‘sudah di Jepang’ dan bukan di luar negeri.

Melihat pekerja kantoran tertidur di kereta

Japanese Habit (5) Japanese Habit (9)

Walaupun bukan hal yang jarang untuk menemukan seseorang tertidur di angkutan umum, namun di Jepang, frekuensi para pekerja kantoran yang tiba-tiba tertidur begitu saja di kereta sungguh luar biasa. Saya jadi mengerti kenapa setiap orang Jepang itu gila kerja dan bagaimana mereka harus ‘membalas’ tidur mereka dalam kereta, namun kecepatan mereka dari tertidur sampai terbangun sungguh menakjubkan, begitu pula pose-pose mereka yang tidak terkontrol saat tertidur dengan lelapnya.

Japanese Habit (7)

Kalau disini, tertidur di angkutan umum bisa berarti kecopetan, dibuang ke tempat terpencil, diculik untuk dimintai tebusan, atau hal-hal mengerikan lainnya bisa saja terjadi saat kamu tidak berhati-hati.

Penjaga toko yang semangat bekerja

Japanese Habit (6)

Mungkin orang Jepang telah dijejali pelajaran mengenai customer service sejak kecil, karena dimanapun kamu berada, kamu akan mendapat pelayanan yang memuaskan. Bahkan di dalam mini market sekalipun, yang walaupun sang atasan tidak berada di tempat, mereka tidak akan bermalas-malasan bahkan biasanya bekerja sama giatnya. Berbeda dengan mini market disini, bila berada di tempat yang sedikit sepi, tidak jarang kamu akan menemukan mini market itu sedikit berdebu, sepi dan para pegawainya sibuk tidur-tiduran atau mengobrol di balik kasir.

Gaya berpakaian yang menarik perhatian

Japanese Habit

Walaupun saya harus mengakui terkadang saya sering sekali melihat orang berpakaian dengan gaya yang cukup aneh disini, seperti memakai kaus oranye dengan paduan celana training ungu pergi ke pasar, tidak ada yang lebih menarik daripada gaya warga Jepang yang menarik perhatian. Para muda-mudi selalu memakai baju dengan gaya yang kadang menusuk mata dan berlebihan. Budaya Jepang memang menganjurkan masyarakatnya untuk menyesuaikan dengan peraturan, tapi tentunya akan lebih banyak orang yang berlomba-lomba untuk menarik perhatian dengan tidak tunduk padanya (peraturan).

Betapapun jauhnya kita dari kampung halaman, pasti ada saja hal yang kita akan rindukan, masakan rumah misalnya. Bagaimana dengan kalian? Apakah yang kalian rindukan paling dalam saat jauh dari rumah? Makanan rumah? Boneka Teddy Bear? Kendaraan kalian? Ceritakan di bawah pengalaman kalian ya!

sumber: Rocketnews
header: artikel JOI