Sekarang Anime Juga Ikut Mencegah Bertambahnya Perokok Dibawah Umur

March 26, 2014 1:20 pm
Sekarang Anime Juga Ikut Mencegah Bertambahnya Perokok Dibawah Umur

Sepertinya kita harus membuat sebuah kata baru selain moefikasi, animenisasi misalnya (jangan ketularan Vicky woi). Kemarin kita melihat ada sebuah anime yang dibuat oleh Yamaha yang menampilkan gaya hidup pengendara motor (sekaligus iklan motor model MT-07 dan MT-09nya). Kali ini giliran sebuah pesan layanan masyarakat yang diadaptasi ke dalam bentuk anime dengan tujuan mencegah para remaja Jepang untuk merokok. Anime ini berjudul “Tabako wa Dasai” (たばこはダサい) atau “Rokok itu Tidak Keren” adalah bentuk kerjasama seorang profesor di departemen desain sebuah universitas di prefektur Okayama, Jepang. Ini adalah bentuk kampanye prefektur Okayama untuk mengurangi perokok di bawah umur, bahkan versi DVDnya dibagikan kepada anak-anak di sekolah.

Anime ini bercerita tentang sepasang murid SMA bernama Suita, cowok ganteng pujaan wanita yang gampang kehilangan napas saat bermain basket dan Minami, sasaran PDKT Suita yang membenci rokok.

tabako dasai

Sepertinya anime ini masih menghubung-hubungkan rokok dengan hal-hal yang negatif, berandalan misalnya. Kemudian teman Suita juga mengatakan kalau nilai-nilainya bertambah buruk dan sepertinya itu dimulai sejak dia mulai merokok. Walaupun banyak teman saya yang malah merokok untuk membantu menenangkan diri, tapi mungkin karena mereka semua sudah cukup umur jadinya tidak masalah. Belum habis kesialannya, Suita ketahuan merokok pada akhirnya oleh Minami. Di adegan akhir, diperlihatkan Suita (yang biasa bermain basket) terengah-engah saat berjalan kaki ke klinik kesehatan. Mungkin dia ingin memesan peti mati atau kain kafan.

tabako dasai (3)
Terima kasih sudah berusaha… Jepang

Walaupun menurut saya animasi iklan ini sangatlah jauh dibawah standar animasi Jepang (baca: kurang bagus; kalah bersaing), tapi setidaknya masih lebih niat daripada iklan layanan masyarakat disini.

Rokok_Membunuhmu

Maksud saya, “Rokok membunuhmu“? Yang membunuhmu itu bukan rokok, tapi perokok sendiri yang tetap menghisap batang rokok tersebut. Tapi siapa saya boleh melarang-larang orang lain? Saya bukan perokok, saya juga tidak ada masalah dengan perokok, tapi tolong, kurangi rokok demi kesehatan yang lebih baik ya.

sumber: Kotaku