Waifu Terbaik Ada Di Inari, Konkon, Koi Iroha

April 7, 2014 6:12 pm
Waifu Terbaik Ada Di Inari, Konkon, Koi Iroha

Saya termasuk salah satu manusia yang diberkahi Uka-sama karena saat baru saja nge-hype dengan manga-nya, adaptasi anime dari seri komedi romantis ini diumumkan beberapa bulan lalu. Dengan hype yang masih segar dari hati, saya menonton Inari, Konkon Koi Iroha dengan penuh semangat dan cinta (terhadap Uka-sama), berikut review/luapan cinta singkat tentang anime satu ini.

Inari, Konkon Koi Iroha adalah kisah manis tentang Inari, gadis kecil yang menolong rubah yang ternyata adalah salah satu dewa penghuni kuil. Ingin berterimakasih, sang rubah mengundangnya ke kuil dimana sang Dewi, Uka-sama memberikan sedikit kekuatan sucinya untuk Inari, yang memungkinkannya melihat dewa-dewi dan berubah wujud. Dengan kekuatan dan teman barunya, Inari berusaha mewujudkan cintanya terhadap teman sekelasnya, Tanbabashi.

The Good – Kualitas produksi yang sangat tinggi
Visual yang indah, pilihan seiyuu para karakter yang diarahkan untuk menggunakan logat Kansai, lagu yang top dan lain sebagainya membuat anime yang satu ini adalah pemegang tahta anime paling unggul dalam hal kualitas di antara anime musim lalu.

inarireview (1)

Sangat amat disesalkan, Inari Konkon Koi Iroha hanya tayang sepanjang 10 episode. Bagi para penggemarnya, hal ini adalah pukulan telak karena kita tak bisa lagi melihat karakter favorit dalam seri ini bergerak dan bersuara.

The Best(Waifu) – Uka-sama, Konkon, Koi Iroha
Maaf ya, saya memang fanboy Uka-sama. Tapi lihat deh, siapa yang tidak terpesona oleh dewi yang satu ini?!

inarireview (3)

Murah senyum dan ramah? Body yang bagus? Otaku? Moe? Semua satu paket ada di Uka-sama! Kalau kalian tidak nonton Uka-sama kalian baru saja melewatkan penampilan salah satu kandidat best waifu sepanjang zaman.

The Bad – Tidak selucu manga
Semua orang sudah dengan pasrah menerima bahwa hampir semua adaptasi anime dari sebuah manga/light novel itu inferior dari sumber aslinya. Sebenarnya Inari adalah sebuah pengecualian dalam hal kualitas produksi yang saya sebutkan diatas. Tapi sayang masih ada satu aspek yang gagal dibawakan dengan maksimal di animenya; komedi.

inarireview (2)

Untuk sebuah cerita drama, komedi di manga Inari cukup intens. Saya ingat pernah membaca manganya saat menunggu pesanan obat di apotik dan saya harus berjuang untuk menahan tawa keras yang bisa muncul keluar dengan sedikit stimuli. Saat mengambil obat saya juga ditawari sebuah pil anti depresan untuk menahan stress, tampaknya usaha saya menahan tawa tidak sepenuhnya berhasil. Hal yang sama tidak terulang saat saya menonton animenya, yang mana cukup disayangkan.

Meskipun sudah berakhir, harapan saya tidak pupus untuk menanti season 2-nya, yang mana mungkin belum terwujud karena semua bakar uang di 10 episode yang indah ini. Demi Uka-sama!