[3 Eps Rule] JoJo’s Bizarre Adventure Stardust Crusaders

April 25, 2014 12:54 pm
[3 Eps Rule] JoJo’s Bizarre Adventure Stardust Crusaders

Akhirnya adaptasi anime dari manga kedua terpanjang dalam sejarah memasuki part ketiganya yang juga adalah salah satu part paling populernya. Kira-kira bagaimana jadinya adaptasi anime JoJo’s Bizarre Adventure (disingkat JJBA) Part 3: Stardust Crusaders yang diadaptasi dari manga keluaran tahun 1989 ini? Berikut pendapat kami setelah menonton sampai episode 3.

Cerita sesuai manganya

Sama seperti JJBA part 1 & 2, JJBA part 3 ini mengikuti cerita manganya dengan sangat ketat. Dan seperti yang diketahui oleh para penggemar JJBA, dimulai dari part 3 inilah tema JJBA yang terasa terinspirasi oleh Hokuto no Ken di part 1 & 2 kini mengambil tema baru yang menjadi ciri khas utama dari seri JJBA, yaitu Stand, kekuatan super khusus yang berbeda untuk tiap karakter yang berwujud seperti roh (dengan desain yang makin lama makin eksotis).

Saking dekatnya adaptasi anime ini dengan manganya, terasa pacing dari animenya agak lambat. Bukan, bukan pelan dalam artian “buset, ini ceritanya ga maju-maju”, tetapi dalam artian “waduh, kalau pacingnya begini, satu part Stardust Crusaders muat dalam 2 cour nggak ya?”.

Anime JoJo’s Bizarre Adventure sebelumnya terdiri dari 2 cour, di mana 9 episode pertamanya berisi part 1 Phantom Blood, dan sisanya adalah part 2 Battle Tendency. Dibandingkan dengan part 3 Stardust Crusaders (dan juga part-part setelahnya), cerita dari part 1 & 2 memang tidak begitu panjang dan dapat diselesaikan dalam 2 cour. Namun, panjang dari cerita manga part 3 cukup diragukan bisa muat dalam 2 cour. Ditambah lagi dengan sejauh ini anime part 3 ini masih seperti anime part 1 & 2 yang kurang lebih bisa dibilang “benar-benar mengambil cerita per panel komiknya” (atau malah lebih panjang daripada aslinya, rasanya siswi-siswi dan Holly dialognya tidak sebanyak ini di komiknya).

3erjjbasc holly

Dan ini perasaan Saya saja atau Holly lebih ‘ganjen’ daripada aslinya?
Saya bukannya tidak senang kalau ternyata animenya benar-benar mengambil semua yang ada di manganya dan tayang lebih dari 2 cour (seneng malah), tapi penasaran juga bagaimana hasilnya nanti. Apakah akan mengikuti tren “tayang 2 cour, rehat 1 season, lalu lanjut tayang 2 cour lagi”?

Opening

Untuk anime Jojo, video openingnya jelas harus dibahas. Setelah Sono Chi no Sadame yang sangat semangat untuk part 1 dan Bloody Stream yang stylish untuk part 2, tentunya OP dari part 3 ini ditunggu-tunggu, dan inilah hasilnya.

Untuk musiknya, jujur saja… Intronya bagus, tengahnya juga bagus, tetapi reffnya terasa… hambar. Bukan jelek, tapi rasanya bisa dinyanyikan dengan lebih semangat. Ironisnya juga video openingnya bisa berjalan cocok dengan lagu opening dari anime lain.

Untuk videonya sendiri, terasa sangat wah dengan model cell-shaded 3D yang lebih bagus daripada di game All-Star Battle, ditambah dengan aksi dari karakter-karakternya, diakhiri dengan rentetan tinju Star Platinum yang terkenal dan dianimasikan dengan sangat bagus. Secara visual, OP Stardust Crusaders ini sangat memuaskan.

kenshirosniff

“Gwa mimpi Hyakuretsuken gwa bisa dianimasiin sebagus itu.”
Hanya saja rasanya aneh. Sang antagonis utama, Dio, hanya muncul sekilas saja, dan salah satu anggota tim tokoh utama, Iggy, sama sekali tidak muncul. Apakah nanti akan ada OP baru di cour keduanya? Mengingat Sono Chi no Sadame sendiri tidak sampai tayang 1 cour penuh sebelum digantikan dengan Bloody Stream, mungkin OP Stand Proud ini akan digantikan dengan OP kedua untuk Stardust Crusaders (yang diharapkan musiknya bisa lebih bagus lagi).

Animasi yang lebih bagus

Jika diingat lagi, season pertama dari JJBA memiliki animasi yang hanya 2-3 tingkat lebih tinggi dari web anime, terutama dengan banyaknya adegan yang seperti diambil per panel dari komiknya. Setelah kesuksesan JJBA, JJBA All-Star Battle (setidaknya dalam penjualannya), dan juga anime Hyperdimension Neptunia, nampaknya David Production memiliki dana lebih untuk meningkatkan kualitas animasi JJBA Stardust Crusaders dibandingkan JJBA part 1 & 2. Nampak di episode pertama ada beberapa animasi yang bisa dibilang agak terlalu bagus untuk adegannya sendiri (dialog saja sampai putar-putar kamera). Untungnya mereka bisa melakukan ini tanpa mengorbankan kualitas gambarnya sendiri. Battle terakhir yang terkenal sangat ditunggu-tunggu, termasuk apakah Dio akan membawa Road Roller atau truk tangki.

3erjjbasc PAWNCH

Rasanya puas banget tiap kali tinjunya kena.

Pengisi suara yang berbeda dengan versi All-Star Battle

Oke, kita tahu kalau JJBA All-Star Battle bukanlah game yang begitu bagus. Tapi yang bisa diakui dari game itu adalah, animasinya bagus, dan pilihan pengisi suaranya (yang sesuai dengan judulnya, sangat ALL-STAR) sangat luar biasa. Mengingat bagusnya pengisi suara di All-Star Battle, para penggemar JJBA juga tentunya menunggu para pengisi suara all-star di animenya (terutama karena di All-Star Battle pengisi suara karakter dari part 1 & 2 sama dengan animenya).

Oleh karena itu, begitu kita tahu kalau pengisi suaranya diubah kecuali Jotaro dan Dio, kurang lebih begini reaksi kita.

ANMARIDA

“UWAAPPPAAA, SNAKE PENGISI SUARANYA BUKAN DAVID HAY– err, maksudnya SUGITA GA NGISI JOSEPH LAGI!?!?
Setelah ditonton hingga ep 3, untungnya para pengisi suara baru terasa cukup cocok dan tidak merusak karakternya. Ya, mungkin agak aneh mendengar suara Kakyoin yang lebih berat daripada imagenya, tetapi tidak akan sampai membuat penggemar JJBA mencak-mencak banting monitor jebol dinding lempar road roller kayang sambil teriak “WRYYYYYYYYYYYY”.

holhorse asb

Tapi Saya masih berharap kalau Hol Horse masih diisi oleh Hochuu Ohtsuka. Rasanya suaranya sudah terlalu sempurna untuk karakternya.
Kesimpulannya? Jika Anda tidak pernah mengikuti JJBA (karena tidak suka dengan manga jadul atau trauma dengan cowok setengah telanjang atau entah apa), Stardust Crusaders tidak begitu perlu membutuhkan pengetahuan banyak tentang seri-seri sebelumnya karena menggunakan tema yang baru, dan menawarkan karakter-karakter yang menarik (cukup untuk membuat Shokotan menjadi gila di Twitter), kalimat-kalimat khas yang popularitasnya menembus jaman, pertarungan yang memutar otak, dan tentunya karena ini adalah JJBA, pose-pose lebay (dan ayolah, ini salah satu seri yang paling banyak diparodikan di berbagai anime, seperti di No Game No Life di season ini dan di Nourin di season kemarin. Ini kesempatan untuk melihat sumber aslinya seperti apa).

3erjjbasc pose

Ya, berpose itu wajib hukumnya di dunia JJBA. Kalau ga berpose itu rasanya kayak belum kencing dalam 8 jam.
Sementara kalau Anda adalah penggemar JJBA, pastinya Anda tidak perlu menunggu pendapat Saya, karena pastinya Anda sendiri sudah menontonnya.

Verdict: ORAORAORAORAORAORAORAORAORAORA/10, must watch

3erjjbascoraoraora