Memakaikan Tali Kekang Kepada Anakmu? Ini Dia Pendapat Ibu-ibu di Jepang!

June 4, 2014 7:00 pm
Memakaikan Tali Kekang Kepada Anakmu? Ini Dia Pendapat Ibu-ibu di Jepang!

Saya tidak pernah tahu dan tidak mau tahu siapa yang sampai hati mau memakaikan tali kekang kepada anaknya. Walaupun jumlahnya sedikit, tapi saya pernah berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan yang cukup elit di Jakarta dan melihat seorang anak sedang berlarian kesana kemari tapi dia tidak bisa berlari jauh-jauh karena di punggungnya terdapat tali yang kemudian dipegang oleh orang tuanya.

Walaupun sejujurnya, pemandangan tersebut menuai gelak tawa yang cukup menggelikan diantara kami, tapi di sisi lain saya juga berpikir “kok rasa-rasanya ini anak sama anjing peliharaan tidak jauh beda ya?”  Namun walaupun belum begitu populer di Indonesia, sepertinya hal ini mulai populer di Jepang, dan para ibu pengguna internet satu-per-satu pun mulai menyuarakan ketidaksukaannya kepada hal ini.

tali kekang anak kontroversial (5)

  • “Aku tidak pernah memakaikannya kepada anakku, tapi aku pernah melihat orang tua lain memakaikannya kepada anak mereka. Karena aku yakin anakku tidak bisa disamakan dengan binatang”
  • “Tentunya sangat aneh bila kamu melihatnya di tengah kota, anakmu itu tidak seharusnya terlihat seperti sedang mengajak piaraanmu jalan-jalan”
  • “Anak bukanlah peliharaan! (walaupun dalam beberapa hal, anak memang peliharaan) Selama orang tuanya bisa mengawasi dan memegang anaknya terus-terusan, pengekangan ini terlihat seperti penyelewengan hak anak!”

Di beberapa pihak, mereka menggunakan alasan keamanan supaya anak mereka tidak hilang saat mereka berbelanja. Saya setuju sekali dengan hal ini, mengingat waktu saya kecil pun saya sering menghilang diantara kerumunan mainan di toko mainan ternama di pusat belanja yang cukup besar di Jakarta.

  • “Aku mulai menggunakan tali ini karena reaksiku lambat, dengan tali in aku bisa bereaksi lebih cepat saat anakku melakukan sesuatu.”
  • “Bahkan saat aku pegang tangannya, anakku bisa melarikan diri dariku. Mereka yang memilih untuk memegang tangan anaknya saja menilai diri kami karena menggunakan tali kekang, tapi mereka tidak akan mengerti kenapa kami memakai tali kekang sampai sesuatu menimpa anaknya.”
  • “Aku memakai tali kekang kepada balitaku saat aku hamil dengan anak keduaku. Perutku terlalu besar sehingga aku tidak bisa mengejarnya saat dia dalam bahaya. Selain hal ini, sepertinya dengan memegang tangannya saja sih sudah cukup aman.”

tali kekang anak kontroversial (6)
Walaupun menurut saya jangan sampai tali kekang ini dimanfaatkan untuk ‘menyeret’ anak saja….. (sumber)

Beberapa bahkan merasa jauh lebih aman dengan tali kekang ini, memperlihatkan tingkat paranoia yang cukup tinggi dalam menangani anak mereka.

  • “Ya sudahlah, kita hidup di waktu yang sudah berubah. Bahkan bila ibunya tetap bersama anaknya di taman pun tetap ada orang yang akan membunuh orang-orang dengan palu, seperti itulah sekarang, menakutkan.”
  • “Bahaya terbesar bagi anak bukanlah sakit, tapi kecelakaan yang belum terlihat.”

tali kekang anak kontroversial (3)
Kalau tangannya juga dipegang seperti ini akan terlihat lebih, manusiawi, sepertinya.

Ada juga ibu-ibu yang dipuji polisi saat melihat anaknya dipakaikan dengan tali kekang dalam sebuah festival, sambil mengatakan kalau banyak anak yang hilang saat festival tersebut berjalan. Yang lainnya mengatakan kalau tali kekang harus digunakan pada batita (bawah 3 tahun), namun tetap saja banyak yang bersikeras memakaikan tali kekang dan terlihat seperti “membawa piaraan” dan menghindari kecelakaan yang tidak perlu.

tali kekang anak kontroversial (2)

Saya sebenarnya cukup setuju dengan penggunaan tali kekang, walaupun (mungkin memang) bertentangan dengan nilai moral, tapi hal yang membuat seorang anak lebih aman mungkin pantas dicoba. Di jaman dimana anak bisa hilang dan diculik dengan jentikkan jari seperti ini, memasang tali kekang mungkin bukan hal yang buruk, apalagi banyak tali kekang yang bentuknya lucu, sehingga sepertinya si anak pun akan suka, mungkin.

tali kekang anak kontroversial
(sumber)

Mungkin bila para istri mulai takut suaminya ‘main serong’ mereka bisa mulai memakaikan tali kekang pada mereka juga. Bagaimana menurutmu, butuhkah anak dikekang saat berada di jalan?

sumber: Rocketnews