[Review] Persona 3 Movie #2 : Midsummer Knight’s Dream

June 10, 2014 5:45 pm
[Review] Persona 3 Movie #2 : Midsummer Knight’s Dream

Pada hari sabtu, tanggal 6 Juni 2014, pemutaran movie Persona 3 yang kedua dari trilogi movie Persona 3, mulai diputar di bioskop-bioskop di Jepang. Setelah penantian yang cukup lama dari movie pertama, yaitu sekitar bulan November 2013, akhirnya movie keduanya muncul juga. Saya juga termasuk salah satu orang yang amat menanti-nantikan movie ini, tetapi apakah movie ini memenuhi ekspektasi saya?

P3M 02

Sebelumnya, mungkin bisa kalian baca review sebelumnya, movie #1 Spring of Birth, atau mungkin sekarang kalian bisa menontonnya sendiri karena versi Blu-Raynya sudah terbit.

Terlalu Banyak Penjelasan, Sedikit Aksi
Sebelumnya pada movie pertama, saya mengeluhkan akan kurangnya detail-detail kecil, yang pada akhirnya di movie kedua ini, ditambahkanlah penjelasan-penjelasan panjang lebar tentang bagaimana kemunculan Dark Hour, yang disusul dengan kemunculan Aegis, dan permasalahan antara Amada Ken dan Aragaki Shinjiro, serta kemunculan para member Strega (Chidori, Takaya dan Jin).
Akan tetapi, tetap saja, keluhan saya masih sama, terlalu banyak detail yang dilewatkan, ditambah lagi dengan aksi yang amat sangat sedikit (menurut saya), membuat saya cukup kecewa dengan movie ini.

P3M 04

Musik Yang Bagus, Seperti Biasanya
Ya, memang elemen yang terbaik di dalam Persona 3 ini adalah musiknya, terutama lagu opening dan endingnya, yang cukup berhasil menyampaikan emosi yang dirasakan para karakter, terutama lagu endingnya yang dibawakan oleh Kawamura Yumi, bisa dibilang merupakan penghibur kekecewaan saya.

P3M6

… Dan Hal-Hal Lainnya
Oh, hei, tidak semuanya kurang memuaskan kok, ada beberapa adegan yang menarik.
Salah satunya adalah pada saat awal film, umumnya selalu ada peringatan-peringatan untuk tidak merokok, tidak menyalakan handphone, tetapi untuk kali ini peringatan tersebut disampaikan oleh Elizabeth dan Margaret, dengan beberapa elemen Persona, seperti pada saat mereka bilang,”dilarang merokok pada saat menonton film ini, Maragi dan Maragidyne juga tentunya dilarang, pokoknya apapun yang berhubungan dengan api dilarang… Maka dari itu, saatnya untuk Megidolaon.”
Dan, selain peringatan umum tersebut, mereka juga melarang para penonton untuk menyebarkan spoiler, maka dari itulah, review ini boleh dibilang bebas dari spoiler utama film ini, jadi jangan khawatir untuk membacanya. :3

P3M5

Hal lainnya yang berkesan, pada saat Yukari mandi (!)… Ya, belum sampai semenit dari awal film, langsung sudah ada adegan mandi untuk mencuci mata saya.
Adegan lain yang cukup berkesan adalah pada saat pertemuan dengan Aegis, dan pada saat bermain di pantai… Dan saya baru sadar semua hal baik yang saya sebut itu cuma elemen sampingan movie ini.

P3M 8

Ya, tetapi di luar semua itu, animasi untuk movie ini cukup memuaskan, musiknya apalagi, pokoknya di luar aspek cerita yang terburu-buru atau mungkin penilaian saya juga bias karena tidak sempat menonton Lovelive minggu ini, disebabkan menonton movie ini, yang ternyata tidak memenuhi ekspektasi saya.

P3M 01

Ekspektasi : Full of Aegis Goodness. Reality : It’s all about Shinji and Amada

Verdict :
bagi yang bermain gamenya, bisa lebih mudah mengerti tentunya, tetapi bagi yang tidak memainkan gamenya, kemungkinan besar tidak akan cukup merasa bingung. Saya hanya bisa berharap, semoga movie #3 akan menjadi penutup yang pantas untuk trilogi Persona ini. Cukup judulnya saja yang Falling Down, semoga filmnya sendiri tidak membuat saya kecewa untuk kedua kalinya.

P3M 9

I was like.. Gimme back my money!!!