[Flashback Friday] P-Man/Purman

June 20, 2014 9:33 pm
[Flashback Friday] P-Man/Purman

Flashback hari ini akan mengulas salah satu karya Fujiko F. Fujio yang berhasil menembus masa kecil kita, pahlawan bertopeng yang kadang lebih memilih tidur dan sering dimarahi orang tuanya, P-Man aka Purman!

Seri yang di Indonesia ini disebut Purman terbit sebagai manga dan juga ditayangkan di televisi sekitar tahun 90-an. Ditayankan 3 kali di stasiun TV yang berbeda menurut beberapa sumber, saya sendiri lebih mengingat manga-nya yang tiap beberapa volume mengganti sebutan karakternya entah mengapa. Menceritakan tentang Mitsuo, anak SD yang dipilih oleh penjaga galaksi untuk menjadi penjaga keamanan dan kebenaran di Jepang (dan kadang-kadang ke negara lain) menggunakan topeng dan jubah P-Man bersama 3 orang temannya (yang tidak semuanya manusia).

Kekuatan P-Man berasal dari topeng dan jubahnya. Topeng P-Man melipatgandakan kekuatan fisik sekitar 6600x, dan jubahnya membuat Mitsuo bisa terbang dengan kecepatan 119 km/jam, meskipun jika saat terbang mereka bergabung, kecepatannya bertambah sebanyak 2x lipat tergantung berapa orang yang bergabung. Meskipun semua itu tetap tidak bisa membuat mereka bisa berbicara dengan Purman 2 yang seekor monyet.

Karakternya antara lain;

permanatoparman (3)

Mitsuo Suwa/P-man (Atau Purman atau Perman atau pernah juga Parman)

Tokoh utama kita, yang baik tapi kurang bersahaja. Khas pahlawan kampung yang low profile sekaliber Peter Parker/Spiderman. Kadang suka terbuai oleh pujian dan kesal bahwa dirinya tak pernah dapat pengakuan meskipun ia banting tulang menjadi P-Man tiap hari. Bayangkan Nobita tanpa kemampuan menembak dan kacamata, itulah Mitsuo. Topeng dan jubahnya beberapa kali kecolongan dan identitasnya pernah nyaris ketahuan.

bobby

P-Man 2/Bobby

Seekor monyet yang dipilih menjadi P-man kedua. Di komik versi lokal suka berubah menjadi No.2 atau Purman 2. Pintar, tapi tak bisa ngomong bahasa manusia. Paling sering menemani Mitsuo.

permanatoparman (1)

Sumire Hoshino/P-Man 3/P-Ko/Pur-Anak

Artis ternama yang kadang muncul di manga Doraemon. Cantik dan dewasa tanpa bisa move-on karena ditinggal Mitsuo. Tak ada yang tahu bahwa ia saat kecil adalah pahlawan pembela kebenaran. P-Ko adalah satu-satunya wanita di grup Purman. Dan salah satu yang paling profesional. Baru menunjukkan identitas aslinya di cerita terakhir. Punya semangat persaingan yang aneh dengan gadis yang disukai Mitsuo, Michiko. Saat muncul di Doraemon jilid 24, ia curhat pada Nobita karena Nobita melihat locket bergambar Mitsuo dan bagaimana ia menolak move-on sebelum Mitsuo kembali.

permanatoparman (2)

P-Man 4/Pur-yan

Saya baru tahu beberapa tahun belakangan kalau ‘-yan’ itu artinya ia dari Kansai. P-man yang paling intelejen tetapi materialistik. Terpilih sebagai P-Man untuk mengamankan dunia, tapi memilih cari uang dan bercita-cita jadi pengusaha. Sering terlibat konflik dengan P-Man lain karena sangat pragmatis.

permanatoparman (4)

Michiko, Sabu, Kabao

Shizuka, Suneo, dan Giant-nya seri ini. Tipikalnya sama. Hanya saja karakter kaya dipegang oleh karakter lain, Haruzo Mie.

Ayah, Ibu dan Ganko.

Hampir sama persis juga dengan keluarga Nobi, hanya saja Ganko yang merupakan adik Mitsuo disini cukup menyebalkan. Keras kepala dan kasar.

P-Man adalah salah satu superhero pertama yang muncul di kehidupan saya sebagai anak-anak. Dan percaya atau tidak, salah satu superhero yang paling realistis dan merakyat dari banyaknya cerita “pahlawan” di anime manga hingga sekarang. Pahlawan bertopeng mana di anime manga yang lebih memilih tidur karena stress tidak dipuji dan diapresiasi? Jubah dan Topeng dicolong? Identitas nyaris ketahuan dan harus rela digebukin supaya situasi terkendali?

Karakter Sumire yang menjadi salah satu karakter paling memorable di sini juga unik untuk diikuti. Dan meskipun memiliki banyak stereotip yang sama dengan Doraemon dan beebrapa karya Fujiko lainnya, P-Man tetap mendapat tempat dihati, terutama juga karena ia kadang melakukan kolaborasi dengan Ninja Hattori di beberapa cerita spesial. Yang disesalkan hanyalah inkonsistensi penamaan di versi komiknya saja, tapi saya lega mereka cuma beberapa kali memakai Parman (Kalau tidak salah ingat) karena terdengar “nggak banget”. Jadi mau baca lagi kan.