Para Tunawisma di Jepang Masih Bisa Meraup 100.000 Yen Per Bulan!

July 3, 2014 6:49 pm
Para Tunawisma di Jepang Masih Bisa Meraup 100.000 Yen Per Bulan!

Mungkin hal pertama yang harus saya tekankan adalah, kondisi di Jepang pastinya berbeda dengan kondisi disini. Tidak jauh dari tempat tinggal saya, ada seorang tunawisma yang setiap harinya berteduh di dekat warung yang sama, dan acap kali saya lihat dia mengumpulkan botol plastik dan membaginya dalam kantong-kantong plastik besar. Namun hanya itulah yang dapat dilakukannya untuk bertahan hidup.

tunawisma masih bisa hidup

Di Jepang, mungkin kamu pernah melihat contoh para tunawisma ini, misalnya di anime Gintama, Madao yang tadinya adalah pejabat di pasukan pemerintahan jatuh dengan konyol dan menjadi tunawisma sampai detik ini. Kehidupannya keras dan menyayat hati, tapi dia masih tetap hidup, bagaimana caranya?

Ternyata di Jepang, seorang tunawisma pun masih bisa mendapat penghasilan yang cukup, walaupun mungkin mereka tinggal di tenda terpal berwarna biru di taman-taman, tapi mungkin kamu tidak menyangka kalau mereka masih bisa hidup berkecukupan dan sebagian dari mereka awalnya adalah pekerja kantoran atau bahkan pemilik perusahaan. Setelah ditanyakan kenapa mereka menjadi tunawisma, mereka berkata “Setelah setahun menjadi tunawisma, semua tidak ingin kembali bekerja. Karena hidup tanpa alarm adalah suatu berkah.

 tunawisma masih bisa hidup (2)

Bagaimana caranya mereka bisa mendapatkan uang tanpa bekerja sebagai pegawai yang menerima upah bulanan? Jangan kaget tapi seorang tunawisma berusia 60 tahun yang dikenal sebagai Ishii telah hidup di jalanan untuk 13 tahun dan melaporkan ke majalah Spa! di Jepang kalau dia bisa membuat 3,000,000 yen setiap tahunnya. Lelaki lain yang telah 12 tahun menjadi tunawisma mengatakan kalau dia bisa membuat 100,000 yen per bulannya.

Bagaimana cara mereka mendapatkan gaji setara dengan posisi yang cukup tinggi di Indonesia perbulannya tanpa memiliki rumah? Mengumpulkan sampah dan menjualnya kembali.

Misalnya, mengumpulkan kaleng alumunium dan besi dari colokan listrik 6 hari seminggu bisa memberikan hasil kerja sebesar 100,000 Yen per bulannya. Kemudian, smartphone yang dibuang di tong sampah bisa berharga sampai 7,000 Yen. Komputer notebook yang dibuang yang dulunya dapat dijual seharga 3,000 Yen sekarang hanya berharga 700 Yen karena Windows tidak lagi mendukung OS XP. Beberapa orang lainnya mengumpulkan buku, majalah dan komik yang ditinggalkan dalam kereta pagi dan menjualnya di malam hari – yang untungnya, sampai sekarang masih dibiarkan oleh polisi.

tunawisma masih bisa hidup (3)

Walaupun tidak memiliki rumah, para tunawisma ini masih dapat hidup dalam kemudahan. Karena mereka tidak perlu memusingkan hal seperti perawatan rumah, pajak dan lain-lainnya. Satu orang tunawisma mengatakan kalau uangnya habis untuk rokok dan makanan. Dia menghindari daging sapi, alkohol, bento supermarket dan makanan cepat saji (karena tidak sehat) dan memilih untuk makan daging babi, ayam dan sayuran. Yang sepertinya membuatnya lebih sehat dari orang kebanyakan.

Selain makanan dan tenda-tenda terpal, para tunawisma ini dapat memanfaatkan accu mobil tua untuk dijadikan sumber listrik, mereka menadah air hujan untuk minum dan mandi dan binatang peliharaan bisa dipelihara dengan lebih mudah dari apartemen karena tidak ada pemilik apartemen yang akan protes atas kerusakan yang disebabkan oleh binatang peliharaan tersebut. Satu tunawisma bernama Choumei yang hidup di tepi sungai antara Kanagawa dan Tokyo bahkan menanam makanannya sendiri.

untitled

Namun tidak semua tunawisma mendapatkan hasil yang sama, satu tunawisma di Fukuoka yang berusia 65 tahun berkata kalau dia mendapat 110 Yen untuk setiap kilogram kaleng yang dia kumpulkan, dan dia hanya bisa mengumpulkan 10 kg kaleng per hari. Terkadang dia juga mendapatkan hasil yang kurang karena adanya truk pengumpul kaleng yang dioperasikan oleh para yakuza. Sebuah aturan untuk melarang pengumpulan kaleng pun akan diberlakukan oleh pemerintah daerah, pelanggar aturan ini akan diberikan denda.

Lebih buruknya lagi, para tunawisma ini akan dipaksa pindah oleh pemerintah Tokyo untuk menyambut Olimpiade yang makin dekat. Sebagai usaha mempercantik Tokyo, para tunawisma ini harus pindah atau akan digusur paksa dari tempatnya tidur.

Walaupun di Indonesia pengemis dikatakan bisa meraup sampai jutaan rupiah, saya tidak yakin mereka bisa meraup jumlah yang sama dari mengumpulkan botol plastik dan kaleng minuman. Ternyata memang hidup tidak semudah itu.

sumber: Rocketnews