Ditipu Balik Targetnya, Penipu di Jepang Ini Marah-Marah

August 2, 2014 6:00 pm
Ditipu Balik Targetnya, Penipu di Jepang Ini Marah-Marah

Siapa yang tidak pernah dikirimi SMS “Tolong kirimi mama pulsa” yang marak beredar di Indonesia? Ternyata hal tersebut juga sedang marak di Jepang lewat media sosial gratis, Line. Sepertinya penipu Jepang jauh lebih pintar daripada penipu Indonesia karena mereka jauh lebih cost effective, atau mungkin karena tidak semua orang Indonesia punya uang yang cukup untuk membeli smartphone.

Namun sama seperti saya, pasti sekarang sudah banyak orang yang lebih senang ‘bersenang-senang’ dengan mengerjai balik sang pengirim sms penipuan. Saya sering kali melihat teman saya membalas dengan balasan seperti “maaf, ibu saya sudah tidak ada, kamu siapa ya?” atau “Loh, mama kan di sebelah aku?” atau “Loh, ibuku kan lelaki?” dan masih banyak contoh jawaban aneh lainnya, tapi semuanya tidak membuahkan jawaban dari sang penipu.

Sampai kali ini, pertama kali saya melihat seorang penipu membalas tipuannya, bahkan bersimpati dengan si korban. Seorang pengguna twitter, @yashi09 mendokumentasikan perjalanannya ‘menipu balik’ sang penipu lewat media sosial twitter, dan mungkin ini adalah kisah penipuan sms paling epik yang pernah saya lihat.

Dimulai dengan sang penipu meminta Yashi untuk mengirim 4 voucher webmoney bernilai 10.000 point (sekitar 4 juta rupiah) untuk dibelanjakan di internet. Sepertinya pelaku adalah kenalan Yashi, karena itu nama dan fotonya disensor oleh Yashi.

scamming salah sasaran (3)

Penipu: “Tolong belikan aku 4 voucher webmoney sebesar 10.000 point.”
Yashi: “40.000 ya… aku sedang ada duit sih, boleh..”
P: “Tolong kirimkan sekarang juga ya..”
Y: “Aku ada sih 40.000 Yen, tapi sebenarnya itu untuk operasi ibuku, tapi karena kita teman dekat, OK, uang ini akan kuberikan untukmu”
P: “Kamu tidak perlu berbuat sejauh itu”

scamming salah sasaran (2)

Y: “Kamu lebih penting dari ibuku kok”
P: “Jangan, jangan, kamu tidak boleh melakukan itu, aku akan minta ke orang lain saja”
P: “Benar kok, tidak apa-apa”
Y: “Aku sudah sampai di conbini (mini market), seven bisa kan? (7-11)”
Y: “Aku sudah beli nih”
P: “Aku bohong kok”
P: “Tidak usah dibeli, tak apa”

scamming salah sasaran

Y: “Yaa, Ibuku juga sebenarnya tidak apa-apa kok, maaf ya, aku bohong”
P: “Kurang ajar kamu ini…”
Y: “Uhehehhi”
P: “Dasar bukan manusia”

Mungkin melihat dia sudah ditipu mentah-mentah, dia tidak terima bagaimana ada orang yang bisa menipu lebih lihai darinya, si penipu kemudian memaki-maki Yashi sebelum dia memutuskan pembicaraan. Saya tidak bisa menyalahkannya juga sih, karena mungkin untuk beberapa orang lelucon yang menyangkut kesehatan keluarga bisa menjadi topik yang tabu.

sumber: Rocketnews