Pengarang, Editor dan Produser Black Bullet Membahas Produksi Anime di AFAID 2014

August 18, 2014 10:05 am
Pengarang, Editor dan Produser Black Bullet Membahas Produksi Anime di AFAID 2014

Setelah pada hari keduanya Anime Festival Asia Indonesia 2014 menampilkan sutradara dan produser dari seri No Game No life, pada hari ketiganya di panggung utama giliran produser, editor dan pengarang dari seri Black Bullet. Ogura dari Universal Japan yang merupakan produser anime Black Bullet. Shiden Kanzaki, pengarang serial light novel Black BUllet dan juga Kurosaki, editor. Sama seperti di sesi No Game No Life, mereka juga menjawab banyak pertanyaan dan memberi beberapa informasi seputar produksi serial animenya. spoiler: sama, gak ada info season 2

BB_AFAIDv2-723x1024

Siapa karakter favorit di Black Bullet, dan kenapa?

Kurosaki: Tina, adegan dia makan takoyaki sangat lucu.
Ogura: Enju, meski dia masih anak-anak di cerita yang penuh kakarter dewasa, dia yang terlihat paling dewasa di seri ini.

Kanzaki-sensei mengakui bahwa dia menyukai semua karakter, sebagai seorang pengarang dia tidak diperbolehkan memiliki karakter favorit.

kanzaki

Bagaimana perasaan Kanzaki-sensei ketika mengetahui Black Bullet akan diadaptasi jadi anime?

Kanzaki-sensei menjelaskan bahwa ketika menulis serial light novel Black Bullet salah satu tujuannya adalah melihat karyanya dijadikan anime. Karena itulah dia sangat senang ketika mengetahui karyanya jadi anime.

Ketika ditanya mengenai lama produksi anime Black Bullet, dia menjawab bahwa butuh waktu setahun untuk memproduksi animenya. Ogura menambahkan bahwa setahun sebelum memproduksi animenya mereka harus melakukan beberapa persiapan, sehingga total waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi anime ini tayang adalah sekitar 2 tahun.

Seperti apa proses adaptasi novel menjadi bentuk visual sebagai sebuah anime?

Ogura menjelaskan bahwa berbeda dengan proses adaptasi manga menjadi anime, dimana dalam adaptasi manga cukup mudah untuk melihat hasil yang ingin dicapai karena ada gambarnya. Sedangkan untuk novel mereka harus membuat dunia sepenuhnya dari kata-kata. Karenanya mereka memerlukan waktu yang cukup lama, terutama untuk persiapan gambar-gambarnya. Selain itu dia juga menjelaskan bahwa produksi lagu juga menjadi tantangan tersendiri.

Setelahnya Ogura tampak bersemangat menjelaskan tahapan produksi railgun yang menjadi penyelamat dunia di episode 4 Black Bullet. Dia menjelaskan bahwa untuk pembuatan railgun ini tim produksi berusaha mengerjakannya sedetail mungkin, mulai dari mekanisme pergerakan hingga detail 3Dnya. Kanzaki-sensei sendiri mengakui bahwa desain railgun ini melebihi ekspetasinya dan dia sangat terkesan dengan detail railgun tersebut.

bb_railgun

Setelah model 3D dari railgun tersebut selesai dibuat mereka menggunakan software After Effect untuk menyesuaikannya agar lebih cocok dengan suasana anime. Mereka juga melakukan banyak riset untuk menambahkan detail ketika railgun ini ditembakkan, bagaimana partikel ketika ditembak, mekanisme, atmosfer dan lain sebagainya. Ketika mendengar penonton puas dengan adegan episode 4 ini, Ogura mengatakan bahwa dia akan memberitahu staf produksi anime ini, hal tersebut akan memotivasi mereka kedepannya.

Saat proses produksi anime, dimana keterlibatan Kanzaki-sensei dalam proses produksinya?

Kanzaki-sensei hanya terlibat pada tahapan pengisian suara. Dia mengakui bahwa dia bukan orang yang bisa menangani visualisasi sehingga dia menyerahkan sepenuhnya kepada Kojima-san, sutradara anime ini.

Bagaimana cara memilih musik yang digunakan untuk Black Bullet?

Ogura mengatakan bahwa mereka mempunyai banyak rekomendasi seperti umumnya produksi anime lainnya, tapi biasanya di kepala mereka sudah mempunyai bayangan, salah satunya adalah fripSide. Dimana ternyata produser fripSide berada di ruangan yang sama dengan Ogura, jadi ketika dirinya ingin meminta fripSide menyanyikan opening anime ini dia tinggal memutar kursinya.

cvrblacbullet

Dalam pesan terakhirnya Ogura mengatakan bahwa dia berterimakasih kepada semua yang telah menonton Black Bullet, dia sangat senang dan akan membuat lebih banyak lagi judul menarik kedepannya. Editor Kurosaki mengatakan hal yang serupa, dia juga akan mempertimbangkan kemungkinan untuk menerjemahkan Black Bullet ke dalam bahasa Indonesia. Kanzaki-sensei mengatakan bahwa ini adalah kunjungan pertama kalinya ke Indonesia dan dia merasa senang bisa mengunjungi Indonesia dan Anime Festival Asia Indonesia tahun ini.

Sebagai penutup Ogura menanyakan karakter favorit serial ini dan sebagian besar penonton menjawab dengan Enju dan Tina.