[AFA ID 2014 Highlight] Sony HMZ dan Apa Kata Mereka

August 21, 2014 6:02 pm
[AFA ID 2014 Highlight] Sony HMZ dan Apa Kata Mereka

Bagi kamu yang sempat mengeksplorasi lebih dalam di AFA ID 2014 kemarin, pastinya kamu sempat datang ke sebuah booth yang ada sedikit jauh di ujung, namun selalu penuh dengan antrian manusia. Ternyata booth itu adalah booth Sony yang sedang mendemokan Sony HMZ, sebuah Head Mounted Display yang rencananya akan menjadi saingan dari Oculus Rift!

Mirip dengan Oculus Rift yang melakukan demo di AnimeExpo 2014 dengan game SAO sebagai demonya, Sony HMZ juga menggunakan anime sebagai endorsernya kali ini. Game yang dipilih adalah Idolm@ster: One for All yang muncul di PlayStation 3. Booth ini selalu ramai dengan pengunjung yang ingin mencoba sejak hari pertama, untuk mengetahui lebih dekat bagaimana rasanya memakai Sony HMZ ini, mari kita tanyakan pada beberapa pengunjung yang sempat menggunakannya.

booth sony 1

Saat aku mencobanya, terasa sedikit aneh karena mbak SPGnya lagi sibuk menari (booth Sony berseberangan dengan booth Muteki) jadi dia lupa kalibrasi, jadi saat aku melihat keatas malah jadi melihat ke bawah, waktu melihat ke bawah malah keatas.” Ujar seorang pengunjung akrab disapa Wanto.

Sisanya oke sih, cukup terasa dunianya, waktu aku coba jalan juga terasa sedikit berjalan, karena areanya kecil jadi tidak bisa jauh-jauh dan kabelnya juga pendek. Tips untuk yang pakai kacamata, agak risih bila memakai kacamata dan HMZ sekaligus, jadi ada baiknya memakai softlens.” Wanto menambahkan.

Hal yang unik diserukan oleh seorang pengunjung yang sempat mencoba demo HMZ ini, Agassi “Nyoba, iya keren bisa melihat sampai 360 derajat, tapi sayang tidak bisa jongkok. Saya kira kalau jongkok kemudian bisa melihat pantsu.” Katanya berharap.”Cuma bisa melihat-lihat saja, tidak ada sensor genggam, jadi tidak bisa ‘memegang-megang’ sesuatu yang lain.

Namun ternyata, salah satu kru JOI pun sempat mencoba HMZ ini, berikut adalah impresi Disc-co mengenai headgear mutakhir Sony yang baru ini.

Ya, sempet mencoba kok, nothing special though, kesannya masih “raw” banget. Masih banyak yang perlu dikembangkan, dan memang kita hanya melihat video saja di dalamnya. Tidak ada height detection juga, sama seperti demo SAO di Anime Expo, kita cuma bisa melihat-lihat saja.

booth sony 2

Dari ketiga pendapat diatas, saya bisa menyimpulkan kalau saat ini, Virtual Reality memang sudah cukup dekat, tapi untuk mendapatkan pengalaman yang mirip dengan NervGear  dari seri SAO sepertinya masih perlu banyak pengembangan lagi.

Apakah ada dari kalian yang sempat mencoba headgear buatan Sony ini? Bagaimana pendapatmu mengenai alat canggih Sony? Apakah kamu memilih ini dibandingkan Oculus Rift? Beritahu di kolom komentar di bawah ya.

Photo credits: Nicho H.