Kepala Bagel, Tren Baru di Jepang Yang Akan Membuatmu Geleng-Geleng Kepala

September 9, 2014 5:00 pm
Kepala Bagel, Tren Baru di Jepang Yang Akan Membuatmu Geleng-Geleng Kepala

Saya termasuk orang yang santai soal gaya fashion, karena saya yakin setiap orang memiliki kebebasannya masing-masing dalam memilih apa yang ingin dipakainya. Karena mereka semua yang sudah dewasa tentu tahu akan adanya konsekuensi atas tindakan dan perbuatan mereka masing-masing. Begitu pula dengan tato, beberapa orang bahkan mentato tubuhnya sebagai tanda cinta pada karakter 2D supaya terus dekat dengannya.

Namun bagaimana bila manusia mulai bereksperimen yang aneh-aneh dengan tubuhnya? Saya tidak berbicara mengenai tindikan, tapi lebih ke memasukkan cairan saline, cairan yang biasa digunakan untuk infus ini dimasukkan lewat sebuah jarum infus ke bawah kulit dahi supaya membentuk sebuah jendolan. Praktek ini dilakukan untuk membuat sebuah tren yang dinamakan Bagel Head, atau Kepala Bagel.

kepala bagel wakarimasen

Bagel adalah sebuah produk roti dari Polandia yang menyerupai donat yang direbus sebelum dipanggang.  Kepala bagel, adalah sebuah tren yang dimulai tahun 2007 oleh Keroppy Maeda, walaupun sempat terhenti, tahun 2014 tren ini mencuat kembali. Maeda menemukan tren ini dari Kanada yang dilakukan oleh Jerome Abramovitch, prosedurnya mencakup mengisikan 300-400ml cairan saline di balik kulit dahi dan membentuknya sebagai sebuah (atau beberapa buah) bagel.

Tren ini sempat diliput oleh acara TV internasional, National Geographic, memperlihatkan bagaimana prosedur pengisian dan pembentukan serta hasil akhir kepala bagel. Kepala bagel akan mengempis sendiri setelah 16-24 jam sejak pengisian karena cairan salinenya akan diserap tubuh. Bila kamu takut disuntik atau takut dengan jarum suntik, disarankan untuk tidak menekan tombol play.

Mengenai masalah kesehatan dan keamanan, ahli kulit Omar Ibrahimi mengatakan bila salah menggunakan cairan saline yang terlalu terkonsentrasi bisa menyebabkan dehidrasi ekstrim. Bila salinenya tidak steril pun dapan mengakibatkan infeksi bakteri. Walaupun Maeda menggunakan saline kelas medis, namun masih ada bahaya kulit menjadi kendor bila terlalu sering diisi saline.

Bagaimana menurutmu? Ingin mencoba kepala bagel?

sumber: Sfglobe