Jepang Menciptakan Baterai Yang Memakai Air Sebagai Sumber Energinya!

September 16, 2014 4:30 pm
Jepang Menciptakan Baterai Yang Memakai Air Sebagai Sumber Energinya!

Dewasa ini, dimana banyak diantara kamu yang sudah memakai smartphone sebagai alat komunikasi sehari-harinya, pastinya batere menjadi masalah yang sangat penting bagi kamu para heavy user. Walaupun sudah tersedia power bank, namun tidak jarang kita lupa mengisinya atau listrik mati saat pulang ke rumah karena sedang ada pemadaman bergilir. Listrik, telah menjadi sebuah komponen vital dalam hidup, apalagi dalam keadaan darurat.

Jepang, berada di daerah yang sering diterjang bencana kemudian membuat sebuah terobosan, yaitu dengan membuat sebuah kit penyelamatan berupa baterai dengan sumber energi air. Di tempat pengungsian, jangankan mengisi baterai smartphone, untuk mendapatkan pasokan listrik yang memadai pun susah. Namun, di saat inilah baterai ini akan menjadi dibutuhkan.

MG box battery air

Baterai ini bernama “Mg Box“, sebuah perusahaan Jepang, Furukawa Battery baru-baru ini mengumumkan keberadaannya dan diharapkan baterai ini dapat mengubah cara kita mempersiapkan diri terhadap bencana. Mg Box hanya butuh diisi dengan air dan baterai ini kemudian dapat mengisi ulang smartphonemu sampai 30 kali. Karena itu, saham perusahaan tersebut kini dikabarkan sedang meroket karena investor berlomba-lomba untuk mendapatkan investasi yang akan mengubah dunia teknologi ini.

Mg Box diaktifkan dengan cara mengisi 2 liter air ke dalamnya, air yang digunakan bisa air bersih, air laut, bahkan air kotor pun dapat digunakan untuk mengaktifkannya. Baterai ini akan menghasilkan listrik selama 5 hari dan mengisi baterai sampai 30 smartphone. Dalam box ini, terdapat magnesium yang bila tercapur dengan air dan udara di sekitarnya akan menghasilkan energi yang dapat menolong pengguna smartphone saat terjadi bencana.

MG box battery air  (2)

Furukawa akan mulai menjual baterai tersebut dengan harga sekitar 10,000 yen muali tengah Desember. Sejak pengumuman tersebut saham perusahaan sudah meningkat dan hampir berlipat ganda dalam 4 hari setelah pengumuman dilanjutkan. Saat harga bukanya di angka 749 yen, di tanggal 12 September kemarin sahamnya sudah menyentuh angka 1,149 yen.

Walaupun harga 10,000 yen untuk baterai sekali pakai terdengar mahal, namun baterai ini bisa menjadi alternatif terbaik di kala susah, dan dunia industri serta bisnis pun menyambut baik terobosan ini. Mengingat bencana PLTN Fukushima ditahun 2011 yang menyebabkan banyak orang hilang tanpa kabar. Dengan baterai ini diharapkan mereka masih dapat menghubungi bantuan dan keluarga di saat bencana tersebut datang lagi.

sumber: Rocketnews
gambar: pixiv/ametista