Niat Bercanda Berujung Pemecatan, 2 Pegawai Paruh Waktu Restoran Sushi di Jepang Membuat Tempura Gunting

October 7, 2014 3:26 pm
Niat Bercanda Berujung Pemecatan, 2 Pegawai Paruh Waktu Restoran Sushi di Jepang Membuat Tempura Gunting

Bercanda selalu ada tempatnya, tidak bijak bila kita menganggap kita bisa bercanda dengan semua orang di setiap saat, karena bagaimanapun, tidak semua orang punya toleransi terhadap candaan seperti yang kita miliki. Bila timing kamu salah, mungkin saja kamu bisa kehilangan teman, kehilangan kepercayaan, bahkan orang ini kehilangan pekerjaannya karena bercanda dengan temannya yang seprofesi.

Apa yang membuat keadaan diatas bertambah parah adalah dengan adanya media sosial. Media sosial dapat menimbulkan ilusi “ini adalah ranah pribadi” milikmu sendiri hingga seseorang dapat mengunggah apa saja tanpa berpikir akan mengganggu orang lain. Beberapa orang bahkan telah terjerat hukum setelah mengucap kata yang tidak pantas di media sosial. Namun, keinginan untuk mendapat pujian, ketenaran semu dan perhatian terkadang melampaui nalar, seperti kedua pegawai restoran sushi dibawah ini. Mereka mengunggah 2 buah foto pada tanggal 24 September dengan kata-kata, “Aku menciptakan menu baru dengan [nama dihapus] hari ini! Wkwkwk.” Sayangnya, foto tersebut kemudian menjadi viral dan sampai ke mata atasan mereka.

pegawai dipecat karena sushi

Insiden tersebut terjadi di restoran Hamazushi di kota Sabae, prefektur Fukui. Pada malam hari dan kemungkinan saat jam kerja, mereka berdua melumuri sebuah gunting dengan adonan tepung tempura, menggorengnya dan mengubahnya menjadi sushi. Tidak lupa salah satu pelakunya pun menambahkan lambang “V” entah dimaksudkan untuk ‘peace’ atau ‘gunting’, bisa juga keduanya.

Pada pukul 12.30 pagi di tanggal 25, pengguna twitter lain yang melihat foto tersebut terperanjat dan berkata, “Ini tidak bisa dimaafkan!” Pada suatu waktu diantara dini hari sampai menjelang pagi, pengunggahnya menghapus foto tersebut dan membuat akunnya menjadi private. Sayang, pada pagi hari berita tersebut sudah terlanjur sampai ke telinga atasan dan mereka pun diinterogasi.

pegawai dipecat karena sushi (2)

Kedua pegawai tersebut belum diperbolehkan kembali bekerja, namun melihat betapa seriusnya orang Jepang dalam bekerja, kemungkinan keduanya sedang mencari pekerjaan baru.
Perusahaan pun dengan cepat meminta maaf kepada publik, dan berjanji akan melatih ulang para pegawainya serta melarang penggunaan telepon genggam di dalam jam kerja.

Tentunya, candaan semacam ini akan menjadi sangat lucu bila kamu melakukannya diantara teman-temanmu di lingkunganmu sendiri, tapi pastinya tidak untuk diperlihatkan pada publik. Beberapa kasus candaan lain telah membuat pelakunya trauma, sampai menjadi hikkikomori. Karena ada perusahaan yang mengajukan kasus tersebut ke ranah hukum dan meminta kompensasi sebesar 2 juta yen.

Perbuatan semacam ini adalah perbuatan yang biasanya hanya disadari skala kebodohannya setelah mereka tertangkap dan terlambat untuk menyesalinya. Saya harap, kamu semua lebih berhati-hati bila lain kali memuat gambar ke dalam media sosialmu, ini berlaku bagi semua orang, termasuk saya sendiri.

sumber: Rocketnews
gambar: pixiv/kbj0225