[Review] Rurouni Kenshin: Densetsu no Saigo-hen

October 16, 2014 7:51 pm
[Review] Rurouni Kenshin: Densetsu no Saigo-hen

Diharapkan setidaknya kamu sudah membaca manga/menonton anime/menonton sekuel pertamanya supaya terhindar dari spoiler.

Pada hari Rabu tanggal 15 November kemarin, JOI diberi kesempatan untuk kembali menghadiri acara pemutaran perdana film lanjutan Rurouni Kenshin: Kyoto Taika-hen, Rurouni Kenshin: Densetsu no Saigo hen. Seperti yang kamu sudah ketahui, Rurouni Kenshin dibawa ke bioskop Indonesia oleh Encore Films. Acara pemutaran perdana ini dilakukan di Blitz Megaplex, Grand Indonesia pada pukul 8 malam.

Gambar yang ada dalam artikel ini diambil dari trailer resmi di atas.

Kali ini, penontonnya jauh lebih banyak dibandingkan saat sekuel pertamanya diputar. Sepertinya berita mengenai kesuksesan sekuel pertamanya di Jepang sudah sampai ke telinga banyak orang sehingga theater pun penuh sesak. Tapi bagaimana impresi JOI mengenai filmnya? Mari kita simak liputannya di bawah ini.

Lebih banyak drama

Secara pribadi, saya merasakan lebih banyak drama yang ada di dalam sekuel keduanya dibandingkan yang pertama. Karena di film ini kita bisa melihat Kenshin yang sedikit galau karena mengira dirinya telah kehilangan Kaoru di penghujung Rurouni Kenshin: Kyoto Taika-hen, Misao yang harus memilih antara Aoshi dan Ogina, bagaimana Kenshin harus menghadapi gurunya Seijuurou Hiko untuk menemukan apa yang ‘hilang’ darinya, dan masih banyak lagi drama yang menghiasi sekuelnya.

kenshin pemutaran legend ends (9)

Beberapa pun saya anggap memang dibutuhkan, supaya cerita yang sudah dipadatkan hingga berdurasi sekitar 2 jam 30 menit ini bisa mengalir dengan baik. Akting setiap tokoh pun makin terasa nyata, bahkan beberapa peran pembantu berakting jauh lebih baik dari mereka yang memegang peran penting di seri originalnya.

Lebih banyak adegan pertarungan

Hal ini sudah tentu diharapkan oleh semua penggemar Rurouni Kenshin, karena salah satu daya tarik dari seri live-action ini tentunya adalah pertarungan menantang gravitasi dan hukum-hukum fisika lain yang disuguhkan dengan baik oleh para pemerannya. Bila kamu sudah menonton dua film pertamanya pasti kamu familiar dengan gerakan-gerakan hiperaktif para karakter, karena itu, lipat gandakan jadi dua dan itulah Rurouni Kenshin: Densetsu no Saigo-hen.

kenshin pemutaran legend ends (3)

Cerita yang sedikit berbeda memaksa adanya pemadatan pertarungan, karena saya pun pada awalnya ragu bagaimana mereka bisa menjadwalkan semua pertarungan karakter dengan Juppongatana bila

  1. Waktunya tidak ditambah menjadi 5 jam
  2. Filmnya ditambah 1 bagian lagi

kenshin pemutaran legend ends (5)

Namun akhirnya mereka dapat memadatkan ceritanya dengan baik dan memastikan pertarungan-pertarungan antara karakter utama dapat terabadikan. Saya pun masih berpikir, apakah kecepatan tiap tebasan pedang para karakter asli? Karena saya yakin, bila mereka salah bergerak sedikit saja, akan ada kesalah pahaman mengerikan yang harus dijelaskan kepada publik.

Makoto Shishio sang pembantai

kenshin pemutaran legend ends (4)

Saya harus akui, memang musuh terbesar, terkuat dan terkejam dalam dunia Kenshin adalah Makoto Shishio. Shishio digambarkan kejam, tidak kenal ampun dan sangat tiran, Shishio sangatlah jahat. Namun Shishio tidak digambarkan secara licik, itu adalah peran Houji. Film ini dapat dengan baik menggambarkan kegilaan Shishio, hal itu ditunjukkan berkat kerja fantastis dari Tatsuya Fujiwara sebagai Shishio dan penceritaan Keishi Ohtomo sebagai sutradaranya.

kenshin pemutaran legend ends (7)

Shishio tidak pernah dikalahkan Kenshin, dia tidak pernah kalah oleh siapa-siapa. Keadaannya yang membuatnya tidak bisa mengatur suhu tubuhnya akibat dibakarnya dia pada akhir perang era bakumatsu menjadi kelemahan terbesarnya. Namun kegilaannya akan pertarungan dan haus darahnya orang ini bagai tidak tertandingi oleh siapapun. Film sekuel ini terasa menjadi sebuah panggung tersendiri bagi Tatsuya Fujiwara untuk mempertontonkan kegilaan pembantai Isshin-shishi yang satu ini, percayalah, Shishio adalah salah satu bagian terbaik dari film ini.

Film lanjutan?

Bagi yang sudah membaca manga, karena seri live-action ini diambil ceritanya dari manga buatan Nobuhiro Watsuki pasti bertanya-tanya, apakah film ini akan dilanjutkan? Warner Bros, Amuse dan Shueisha sendiri pun sampai saat ini belum memberikan jawaban atau menggoda para penggemar dengan petunjuk, tapi ada adegan yang menurut saya mendukung kemungkinan adanya lanjutan film Rurouni Kenshin.

[spoiler]Adanya kilas balik Kenshin yang memerankan waktu-waktu dia menjadi seorang pembantai, saat dia membantai anggota pemerintahan yang juga tunangan Tomoe Yukishiro, istri pertama Kenshin sekaligus adik dari Enishi Yukishiro.[/spoiler]

kenshin pemutaran legend ends (8)

Bila didukung dengan respon positif dan permintaan yang memadai, menurut saya tidak ada salahnya Warner Bros memproduksi film ketiganya yang akan diwarnai dengan kegilaan Enishi Yukishiro.

Akhir kata, Rurouni Kenshin: Densetsu no Saigo-hen akan membawamu ke dunia penuh pertarungan sengit yang sangat seru. Bahkan lebih seru dari yang disuguhkan dari sekuel pertamanya. Belum lagi drama-drama yang akan membuat hatimu sedikit bergetar. Jangan lupa untuk memperhatikan gerak gerik Sanosuke ya! Because that guy is one hell of a comic relief. Tidak hanya di manganya, di live-actionnya pun dia makin jenaka.

kenshin pemutaran legend ends (10)

Di akhir pemutaran film, seperti di pemutaran sekuel pertamanya ada pengumuman pemenang kompetisi cosplay, dan kali ini saya yakin yang datang jauh lebih banyak. Bahkan ada yang datang dengan memakai kostum Makoto Shishio, dan saya yakin bukan soal mudah untuk memakainya.

kenshin pemutaran legend ends

Terima kasih kepada Encore Films untuk kesempatannya!