Menyelamatkan Nyawa Seorang Wanita, Lelaki Jepang Ini Malah Dianggap Mesum

October 22, 2014 7:58 pm
Menyelamatkan Nyawa Seorang Wanita, Lelaki Jepang Ini Malah Dianggap Mesum

Pada saat-saat darurat, sebaiknya kita membuang jauh pikiran-pikiran yang negatif dan tidak perlu, fokuskanlah pikiranmu pada apa yang penting saat itu. Sehingga tidak terjadi kesalah-pahaman seperti kisah yang menimpa lelaki malang dibawah ini. Berniat ingin membantu, namun kesalah-pahaman membuat urusan menjadi lebih panjang. 

Cerita ini terjadi 3 tahun yang lalu, menurut sebuah rangkaian cerita seorang lelaki di Twitter. Secara tidak sengaja, lelaki tersebut berada di tengah kecelakaan lalu lintas, pengemudi lelakinya tidak cedera parah, namun dia tidak dapat merasakan denyut nadi sang penumpang wanita. Dengan sigap lelaki itu melakukan pijat jantung dan memberikan nafas buatan, namun usahanya tidak membuahkan hasil.

azimuth:338.064880||elevation:-6.324661||horizon:0.022421

Dengan cepat dia mendatangi mini market setempat dan mendapatkan sebuah alat pacu jantung otomatis, atau AED (Automatic External Defibrillator.) Alat pacu jantung ini tersedia di berbagai macam tempat umum di Jepang, dan siapapun tanpa latar belakang medis dapat menggunakannya dalam keadaan darurat. Perlu diingat kalau alat pacu jantung harus diaplikasikan langsung ke kulit korban tanpa adanya perantara, sehingga lelaki ini terpaksa menggunting baju wanita tersebut dengan gunting yang berada dalam tas alat pacu jantung.

Disinilah masalahnya berawal, sang pengemudi, melihat lelaki ini memotong baju penumpang perempuan kemudian panik dan memerintahkan sang lelaki untuk berhenti, bahkan memanggilnya ‘hentai’ (mesum). Si penolong percaya pada saat itu kemudian sang pengemudi langsung menelepon polisi untuk melaporkan tindakannya sebagai seorang yang melakukan tindak pelecehan.

lelaki menyelamatkan wanita malah mesum (2)

Setelah si korban dibawa oleh ambulance, si lelaki kemudian memberikan informasinya kepada polisi, namun dia pun harus ikut diinterogasi karena adanya laporan dari pihak lain mengenai kelakuannya di lapangan kejadian. Setelah si lelaki menjelaskan kenapa dia harus memotong baju korban untuk menggunakan alat pacu jantung, polisi tidak lagi bertanya dan melepaskan si lelaki.

Setelah itu, dilaporkan bahwa karena penggunaan alat pacu jantung yang tepat dan cepat, wanita korban kecelakaan itu selamat dari maut. Si penolong bahkan sempat ditawari untuk mendapatkan sertifikat apresiasi, namun dia menolaknya. Lelaki itu menutup rangkaian cerita twitternya dengan:

皆さん、AEDは肌に密着させるものです。強い電気が流れるのでブラジャーのワイヤーも大変危険です。知っててください。

Alat pacu jantung harus digunakan langsung kepada kulit korban. Karena arus listrik yang diproduksinya kuat, kawat dari bra bisa menjadi sangat berbahaya. Harap ingat itu.

Waktu pemakaian alat bantu menjadi sangat penting bagi orang-orang yang mengalami serangan jantung mendadak. Dalam 3 sampai 5 menit, bahkan dalam 2 menit sudah mulai terjadi kerusakan otak yang serius. Palang merah pun berpesan, setiap terlambat satu menit dalam pengaplikasian alat pacu jantung, kemungkinan korban selamat berkurang 10 persen. Karena itu sudah sepantasnya banyak orang mendapatkan informasi terkait penggunaan alat pacu jantung.

azimuth:338.064880||elevation:-6.324661||horizon:0.022421

Harap diingat pesan dari Palang Merah diatas dan petiklah intisari yang baik dari kisah diatas, niscaya kamu pun bisa menyelamatkan nyawa seseorang bila waktunya tiba.

sumber: Rocketnews