Membunuh Ibu Sendiri, Pria Ini Mengaku Mendapatkan Wahyu Dari Dewi Amaterasu

October 27, 2014 3:40 pm
Membunuh Ibu Sendiri, Pria Ini Mengaku Mendapatkan Wahyu Dari Dewi Amaterasu

Banyak sekali alasan seseorang untuk melakukan tindak kriminal, dan alasan tersebut bisa bermacam-macam, mulai dari gangguan kejiwaan, kebiasaan, faktor lingkungan, paksaan dari pihak lain, dan masih banyak lagi. Bagi kita, mungkin alasan untuk berbuat kejahatan tidak akan pernah bisa dijustifikasikan. Terkadang, alasan melakukan kejahatan pun sungguh konyol, seperti apa yang dilakukan pria ini.

Pernahkah kamu mendapat wahyu? Wahyu sering diinterpretasikan sebagai sebuah ‘pesan’ dari yang maha kuasa, pesan yang harus dijalankan sebagai tanda ketaatanmu pada Tuhan masing-masing. Namun seaneh-anehnya wahyu, baru pertama kali ini ada wahyu untuk mengorbankan orang tua sendiri.

amaterasu memberi wahyu
Amaterasu, digambar oleh GENZOMAN

Seorang pria Fukuoka berusia 39 tahun mengaku telah mendapatkan wahyu dari dewi Amaterasu, “Amaterasu, sang dewi matahari memerintahkanku untuk membunuh ibuku.” Walaupun dengan pengakuan tersebut dan bukti-bukti yang mengarah kuat kepadanya, ternyata keputusan pengadilan atas kasusnya adalah “Tidak bersalah“.

Hah?

Tenang, saya juga sama bingungnya denganmu, hakim memutuskan pria tersebut tidak bersalah karena ini menyangkut kondisi mental sang terdakwa yang dinilai tidak stabil. Hakim juga mengatakan kalau saat kejadian terjadi, pria tersebut sedang berada dalam keadaan setengah sadar, dan dia ‘tidak menguasai tubuhnya sendiri‘.

Hah??

Mungkin memang seseorang yang menjawab “Tuhan menyuruhku melakukannya” memiliki gangguan jiwa, namun apakah tidak sebaiknya pengadilan menguji apakah dia berbohong atau tidak? Sang pria juga menambahkan kalau dia percaya Amaterasu akan menghidupkan kembali ibunya setelah meninggal, namun bayangkan apa yang akan sang ibu katakan kepada anaknya bila dia benar-benar dibangkitkan setelah kematiannya.

amaterasu memberi wahyu (2)
Amaterasu dalam game Okami

Hal ini mungkin bisa menjadi renungan, tidak semua wahyu harus dianggap serius, bedakan mana yang positif dan mana yang negatif. Kemudian, saat wahyu tersebut mulai menjurus ke hal yang aneh-aneh, sebaiknya kamu mulai pikirkan suara siapa yang selama ini kamu dengar, pertolongan pertama bisa kamu cari ke psikiater, pemuka agama, atau mungkin dukun. Walaupun saya tidak menyarankan kamu menemui yang terakhir.

Tapi, memangnya kamu pernah kedatangan wahyu?

sumber: Rocketnews