Penulis Naoki Hyakuta Menganggap Isi Kepala Hayao Miyazaki Sedikit Tidak Beres

November 19, 2014 7:00 pm
Penulis Naoki Hyakuta Menganggap Isi Kepala Hayao Miyazaki Sedikit Tidak Beres

Penulis karya best-seller dan naskah film, Naoki Hyakuta akhir-akhir ini sepertinya sedang bersitegang dengan seorang figur yang sudah kita kenal, Hayao Miyazaki. Naoki Hyakuta menulis novel The Eternal Zero, yang bercerita dua orang cucu yang mencari kebenaran mengenai kematian kakeknya, seorang pilot serangan Kamikaze Jepang yang sebenarnya tidak ingin meninggal. Buku ini diadaptasi menjadi film live-action tahun lalu, juga akan dibuat seri pendeknya di televisi.

Miyazaki, ternyata bukanlah penggemar dari seri tersebut, dalam sebuah wawancara dia berkata, “Mereka membuat sebuah film mengenai Zero (pesawat tempur Jepang). Naskahnya berasal dari sepotong sejarah militer dan itu pasti fiksi dan penuh kebohongan,… Sepertinya itu hanyalah upaya untuk membuat Zero menjadi sebuah legenda.

hayao miyazaki sedikit tidak beres (3)

Salah satu interpretasi dari kata-kata Miyazaki ini menyarankan kalau dengan membuang kata “Eternal” dari judulnya, Miyazaki mengomentari kalau novel dan adaptasi film tersebut adalah sebuah propaganda yang membesar-besarkan peran pesawat tersebut, dan peran Jepang di Perang Dunia kedua.

Hyakuta, tidak bisa menerima kritik ini dan setelah berbicara lewat Twitter, dia juga berbicara mengenai hal ini di acara Osaka Takajin no Money Black pada hari Sabtu kemarin. Hyakuta berkata kalau dia sama sekali tidak mendukung perang dan serangan kamikaze, tapi dia juga melontarkan argumen kasar yang membuatnya berhasil disensor oleh TV Jepang.

Kamu tahu? Miyazaki itu belum pernah membaca buku saya ataupun melihat film yang berdasarkan cerita tersebut.” kata Hyakuta. “Dia“, lanjutnya sambil menodongkan jarinya ke kepalanya, “Aku sedikit heran apakah dia benar-benar [waras] di kepalanya?“. Setelah itu Hyakuta pun berlanjut mengkritik salah satu film buatan Studio Ghibli, The Wind Rises yang menurutnya juga mengubah cara pandang orang-orang terhadap perang.

The Wind Rises penuh dengan kebohongan,” menurut Hyakuta, “Aku sebenarnya hanyalah seorang patriotis. Siapa yang kubenci adalah orang yang anti-Jepang dan para pengkhianat.

hayao miyazaki sedikit tidak beres

Saya sendiri belum pernah menonton The Wind Rises, tapi dari film Ghibli yang dibuat oleh partner Hayao Miyazaki, Isao Takahata berjudul Grave of the Fireflies, menurut saya Hayao Miyazaki dapat menggambarkan keadaan perang dengan cukup baik dan nyata. Namun sepertinya hal yang sama belum bisa saya katakan untuk Miyazaki karena saya belum pernah menyaksikan karyanya yang berhubungan dengan perang.

Tapi kita tahu, sang sutradara sendiri sering sekali mengkritik hal-hal yang kurang biasa dikritik, sampai dunia anime pun tidak luput dari kritikan pedasnya. Apakah karena bertambahnya umur dia menjadi begitu peka terhadap keadaan sekitar? Ataukah dia hanya ingin mencari sensasi belaka, siapa yang tahu.

sumber: ANN
terima kasih Eka Vakri atas koreksinya