[Review] Live Action “Lupin The Third”

by
November 25, 2014 5:11 pm
[Review] Live Action “Lupin The Third”

Mendapat undangan dari Moxie Notion, kami dan dan rekan-rekan media lainnya mendapat kesempatan untuk menonton Adaptasi live-action Lupin The Third. mengingat seberapa bagusnya Live Action Rurouni Kenshin, cukup membuat kita berharap bahwa adaptasi ini pun akan menjadi film yang bagus. Bagi yang belum pernah menonton atau membaca Lupin the Third, tenang karena Live Action “Lupin the third” ini menceritakan tentang cerita baru.

sinopsis ceritanya kurang lebih seperti ini

Lupin berusaha untuk mencuri sebuah kalung yang merupakan peninggalan dari Julius Caesar untuk Cleopatra yang mempunyai nama “The Crimson Heart of Cleopatra”, yang telah dicuri dari Teman kakek Lupin tersebut bernama Dawson.  Untuk mendapatkan Kalung tersebut, Lupin membentuk Tim yang beranggotakan  Daisuke Jigen, Fujiko Mine dan Goemon Ishikawa untuk bisa menerobos pertahanan gedung “the Ark” yang dimiliki oleh seorang pria bernama Pramuk dimana Kalung itu berada.

Para aktor yang memerankan Karakternya dengan benar

Lupin - Actor

Menurut saya Oguri Shun memerankan Lupin the third dengan baik dalam film ini, keceriaan dia dalam menghadapi segala rintangan, dan jiwa womanizer Lupin dapat dikeluarkan Oguri Shun di dalam aktingnya. Dalam seri drama HanaKimi, Oguri Shun berperan menjadi seorang lelaki SMA yang pendiam dan tidak tertarik wanita, namun semua itu berubah di film ini. Kuroki Meisa sebagai Fujiko Mine dan sangat menjiwai perannya. Selain menjadi seorang trickster yang handal (dan beberapa kali menipu Lupin), daya tarik sensual Fujiko-nee pun dapat dirasakan dengan baik.

Action scene yang bikin Pusing

Lupin - Action

Banyaknya kilatan cahaya dan kontrasnya pergantian setiap adegan aksi di film ini cukup membuat mata lelah. Selain itu, cara pengambilannya yang kurang jelas, terutama dibagian aksi yang melibatkan saling pukul dan aksi pedang. dikarenakan aksi di film ini kebanyakan hanya memperlihatkan potongan-potongan dari aksi yang dilakukan, tidak terlihat alur jelas bagaimana pertarungan itu terjadi.

Banyak juga adegan yang akan membuatmu sedikit geleng-geleng kepala, karena dalam film ini, sepertinya apapun bisa ditarik dari lubang hitam? Kantong ajaib? Sihir? Setiap pemeran bisa mendapatkan senjata dari entah dimana, bahkan mungkin dari udara. Seperti Maria yang tiba-tiba mengeluarkan sebuah Rocket Launcher atau Goemon yang bisa menusuk menembus badan mobil.

Bilingual? Trilingual? Quadilingual? Tidak cukup dengan satu bahasa saja?

Lupin - Bilingual

Saya masih bingung dengan kenapa film ini harus memakai banyak sekali bahasa dalam pemutarannya. Selain bahasanya, aktor-aktornya pun ikut menembus batasan negara, tidak hanya orang Jepang, tapi Korea, Tiongkok, Thailand dan masih banyak lagi direkrut oleh Ryuhei Kitamura, sang sutradara untuk memerankannya. Belum cukup sampai disitu, terkadang para karater pun berbicara satu sama lain dengan bahasanya masing-masing, dan anehnya, nyambung!

Namun hal ini juga menjadi salah satu kekuatan dari live-action Lupin III, karena selain menjadi lebih menarik melihat orang-orang berbeda bangsa berakting satu sama lain, kamu juga bisa melihat bintang-bintang lain yang bukan orang Jepang. Saya terkejut melihat Pierre yang ternyata adalah Kim Jun, pemeran Woo Bin dari seri Boys Over Flowers. Lebih terperanjat lagi saat melihat Jerry Yan, salah satu anggota F4 yang dipuja-puja di awal tahun 2000-an berperan sebagai Michael.

Kesimpulan

Lupin the 3rd  merupakan film yang kurang bagus dikarenakan adanya beberapa “plot hole” yang terdapat di film tersebut. saya tidak menyarankan anda menonton film ini kecuali anda benar2 menyukai seri Lupin sendiri.

Bagi yang penasaran dengan ceritanya, Film ini dapat kalian tonton di Blitz Megaplex terdekat

 

Terima Kasih Moxie Notion atas kesempatannya!