[Review] Gekijouban: Rei-Zero (Fatal Frame)

December 31, 2014 4:05 pm
[Review] Gekijouban: Rei-Zero (Fatal Frame)

Pada hari Senin, 29 Desember 2014, kru JOI mendapatkan undangan dari kawan-kawan di Moxie Notion untuk bersama-sama dengan rekan media yang lain menonton salah satu film yang paling ditunggu akhir tahun ini ya iyalah, tayangnya tanggal 31 Desember. Kami mendapat kesempatan untuk lebih dulu menonton Gekijouban: Rei Zero atau yang lebih kita kenal dengan Fatal Frame. Sejujurnya, saya lebih senang bila dapat menonton film ini ditemani oleh wanita cantik, namun apa daya, hanya Dedemit yang bisa ikut menemani saya menonton.

Menonton film hantu bersama Dedemit sepertinya terdengar menyeramkan, tapi hal tersebut sepertinya tidak akan semenyeramkan filmnya. Berikut adalah review dari sudut pandang saya dan Dedemit mengenai film horor buatan Mari Asato yang diangkat dari novel buatan Eiji Otsuka ini.

It’s not only scary, it’s creepy

fatal frame review joi

Signum
You know, banyak film horor sebelum ini yang memperlihatkan karakternya tidak henti-hentinya berteriak histeris saat hantunya muncul, dan hal tersebut berlangsung begitu lama ditambah teriakan histeris para penonton membuat telinga saya berdenging. Namun Fatal Frame bukanlah film yang seperti itu, Fatal Frame akan merayap dari ujung kakimu, sampai ke tengkukmu, sampai kemudian dia meniup telingamu mengirimkan getaran listrik yang mengalir ke ujung jari.

Mari Asato adalah seorang sutradara film horor veteran, dia sudah mengerjakan banyak film horor mulai dari Ju-On, Ring of Curse sampai ke Bilocation. Build up yang luar biasa, ditopang oleh musik eropa dan setting akademi katolik di tengah bukit adalah kombinasi yang pas untuk membuatmu merinding di kursi. Akan banyak adegan dengan pencahayaan dan framing yang luar biasa, membuat pengalaman menontonmu semakin asyik.

Cinematography

fatal frame review joi (2)

Dedemit
Ini merupakan unsur terpenting dari sebuah film selain cerita, karena tanpa unsur ini sebuah film akan jadi sangat membosankan. Alasan saya menuliskan bagian Cinematography diawal review tak lepas dari apa yang ditulis oleh Signum pada artikel reviewnya, yaitu this film is creepy. Merinding dan bulu kuduk berdiri adalah hal yang akan kalian rasakan saat menonton film ini, tidak ada sport jantung atau umpatan sebagai efek menonton film horor lainnya.

I give Mari Asato two thumbs, beliau sebagai seorang sutradara film horor mampu mengemas dengan apik film Fatal Frame ini, dimana bila kalian menonton film ini kalian akan hanyut dalam setiap adegan yang ditampilkan dan saya yakin kalian akan berdecak kagum dengan apa yang dihasilkan oleh Mari Asato.

Unexpected, uncalled for.

Signum
Seperti kebanyakan film horor di dunia, element of surprise pastinya menjadi sebuah poin penting dari film ini. Jangan harap kamu hanya akan dibelai oleh belaian horor di tengkuk, tapi kamu juga akan mendapatkan beberapa adegan dimana mungkin kamu berharap jantungmu masih berada di tempatnya semula. Hal tersebut pun akan terjadi di adegan-adegan paling tidak kamu sangka, karena kamu sudah terbiasa dimanja nuansa horor pelan tapi menusuk yang meresapi kulitmu sebelumnya.

Namun sisi unexpected tidak hanya dari sisi horornya saja, tidak sedikit adegan yang disajikan akan membuatmu bertanya pada dirimu sendiri, “What the hell? What just happened?” Beberapa adegan memiliki tingkat keanehan yang luar biasa, bahkan cukup aneh untuk membuat saya tertawa di bagian yang seharusnya seram. Mungkin sebagian pesona Seo masih tersisa di batin saya.

Dedemit
Terkejut itu hal yang biasa bila kalian menonton film horor, karena hal tersebut yang dijual oleh setiap film horor yang ada di dunia, namun tenang kalian tak perlu banyak terkejut yang berujung umpatan seperti saat kalian menonton film horor khas Amerika.

fatal frame review joi (5)

Saya juga bertanya-tanya pada diri saya sendiri saat menonton film ini, bertanya-tanya kenapa Signum tertawa pada adegan yang menurut dia aneh, tak ada yang pantas ditertawakan pada adegan itu. Bila saja Signum membawa pedang saat itu, saya sudah menusuknya.

Puzzles and plot twists

Signum
Ekspektasi saya terhadap Fatal Frame mengacu kembali pada gamenya yang rilis di konsol PS2, terjebak di antah berantah dan harus berteduh di rumah berhantu dimana tiap 3 menit sekali, akan ada hantu yang lewat di belakangmu. Ternyata tidak, Fatal Frame juga adalah film yang akan membuatmu terserap cerita dan potongan-potongan puzzlenya. Kamu akan menemukan dirimu bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya di akademi katolik ini.

fatal frame review joi (3)

Kutukan atau isapan jempol belaka, kenapa kutukan tersebut menimpa gadis-gadis di sekolah, siapakah sebenarnya arwah yang memanggil siswi akademi tersebut, dan masih banyak lagi potongan puzzle yang akan kamu susun. Namun apakah kamu cukup pandai dalam merangkai puzzle tersebut untuk terhindarkan dari plot twist yang ada di ujung film ini?

Fatal Frame adalah film horor yang sangat mengasikkan untuk diikuti, ceritanya bagus dan mengalir dengan baik. Film ini dapat melarikan dirimu ke dalam dunianya. Bukan horor yang akan membuatmu jantungan, most of the times, juga bukan horor bokep semacam Kuntilanak Datang Bulan walaupun elemen yuri dalam film ini sangatlah kental. Dedemit menggambarkannya lebih seperti film detektif, namun baru pertama kali saya menonton film detektif yang membuat merinding berkali-kali.

fatal frame review joi (4)

Dedemit
Fatal Frame the Movie memang tidak punya kaitan apa pun dengan game Fatal Frame namun tetap mengusung unsur-unsur terpenting yang ada pada Fatal Frame. Ya, saya mengibaratkan film ini seperti film detektif, karena kalian akan menemui sejumlah puzzle yang terlihat jelas pada setiap adegan jadi pastikan kalian tidak melewatkan atau melupakan setiap adegan yang kalian tonton walau saya sendiri sempat blank dan lupa kepingan puzzle yang telah saya lihat oleh sebuah adegan yuri yang kemudian membuat saya protes dalam hati, kenapa cuma sebentar, sementara orang-orang disekitar saya bertingkah layaknya bocah yang baru pertama kali menonton film bokep.

Mengenai tulisan Signum yang mengatakan bahwa Film ini dapat melarikan dirimu ke dalam dunianya, saya sangat setuju dan buat kalian, selamat menonton film ini.

fatal frame ayami nakajo

Akhir kata dari kami, bila kamu mungkin tidak tertarik dengan horor, hantu, misteri, atau menyelidiki kejanggalan sambil menikmati filmnya, masih ada satu lagi alasan kamu untuk menonton film ini, Ayami Nakajonya itu lho, cantik, pake banget.

Terima kasih kepada Moxie Notion untuk kesempatannya!