[JOI Weekend] Berubahnya Pandangan Penggemar Anime Terhadap Peran Karakter Pria

January 18, 2015 5:49 pm
[JOI Weekend] Berubahnya Pandangan Penggemar Anime Terhadap Peran Karakter Pria

Dulu, kebanyakan anime yang mayoritas karakternya laki-laki adalah tontonan untuk cowok, sementara anime yang mayoritas karakternya perempuan adalah tontonan untuk cewek. Sekarang, kebanyakan anime yang mayoritas karakternya perempuan adalah tontonan untuk cowok, sementara anime yang mayoritas laki-laki adalah tontonan untuk cewek. What happened?

initialdyaoi

Mungkin dia kira “D”nya itu singkatan dari sesuatu yang gak boleh Saya tulis di sini.
Jika Anda membaca anime tahun 2014 pilihan para staf JOI, tentunya Anda akan tahu kalau anime terfavorit saya pada tahun 2014 adalah JoJo’s Bizarre Adventure: Stardust Crusaders. Mulai dari cerita klasik yang seru, karakter-karakter menarik, hingga pertarungan-pertarungan yang penuh dengan adu otak. Meskipun begitu, anime ini justru sangat sulit untuk saya sarankan ke teman-teman saya yang belum tahu tentang JoJo’s Bizarre Adventure, dengan alasan paling utama adalah, “Ogah, isinya cowok semua”. Seandainya Dragon Ball baru mulai ditayangkan pada dekade ini, mungkin malah tidak laku karena paradigma di atas.

meninanime2

Oke, yang pasti jangan gunakan gambar ini ketika membujuk seseorang untuk menonton JoJo
Tampaknya hal ini sudah menjadi pendapat umum dari para penggemar anime masa kini, dan sejujurnya memang hal ini cukup wajar mengingat banyaknya jumlah anime yang karakternya kebanyakan cowok yang memang berisi BL atau ditujukan untuk penonton perempuan, sementara semakin banyak anime yang dipenuhi oleh karakter perempuan yang ditujukan untuk penonton laki-laki. Kenapa menjadi seperti ini? Pada JOI Weekend kali ini saya akan membahas hal ini dan juga beberapa hal yang menjadi penyebabnya.

Semakin banyak anime yang karakternya sebagian besar atau semuanya perempuan

meninanime1

Sudah tidak jarang ada anime yang isinya didominasi oleh karakter perempuan, dan itu sendiri bukanlah hal yang buruk. Tipe-tipe anime yang dipenuhi karakter perempuan pun juga sangat bervariasi, mulai dari yang santai seperti Hidamari Sketch dan Aria, hingga yang “tidak aman” seperti Queen’s Blade. Para cowok pun bisa menonton anime-anime tersebut dengan berbagai alasan, mulai dari karena ceritanya, karakternya, atau “pemuasan hasrat”. Memang tidak baik kalau berlebihan, tapi hei, cowok juga butuh hiburan/cuci mata.

Bahkan anime Kaiji pernah di-iklankan sebagai anime “anti moe”
karena gaya gambarnya dan hampir tidak ada karakter ceweknya
Tetapi tampaknya hal ini malah membuat para penonton cowok terbiasa dengan keberadaan karakter perempuan sebagai hiburan, sehingga tidak jarang ada beberapa cowok yang menganggap anime yang sedikit/tidak ada karakter perempuannya sebagai “tidak ada hiburan”. Hal ini tentunya juga diperparah dengan banyaknya anime yang karakter ceweknya sedikit ternyata adalah anime BL.

meninanime3

Satu dari sedikit anime ringan yang semua isinya karakter cowok tanpa terkesan BL

Makin banyaknya anime harem

meninanime4
Satu lagi penyebab penggemar anime terbiasa dengan keberadaan karakter cewek adalah anime harem. Dimana rasio jumlah karakter cowok dengan ceweknya bisa sampai 1:7 atau bahkan hanya tokoh utamanya yang cowok. Sama seperti sebelumnya, ini juga bukan berarti genre harem sendiri adalah hal yang buruk, itu semua bergantung pada penulisannya sendiri (contoh: lihat gambar di atas).

Kalau perlu disebut sisi buruk dari genre harem, meski tidak terjadi di semua anime harem, adalah banyaknya karakter cowok tokoh utama yang lemah dan/atau sangat beta yang entah kenapa dikelilingi perempuan.

Merebaknya kaum fujoshi

meninanime5

Tak perlu diragukan lagi, kaum fujoshi adalah salah satu bagian dari otaku yang sangat besar dan tidak ragu dalam merogoh dompet untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Dengan market seperti itu, tentunya para produsen akan membuat banyak produk untuk memuaskan target pasarnya, dalam kasus ini, anime/manga/vn BL. Efek sampingnya adalah, anime-anime yang memiliki banyak karakter laki-lakinya malah terkesan identik dengan BL.

Anime dengan karakter-karakter cowok “cantik” adalah tontonan untuk cewek, sementara anime yang hanya memiliki sedikit karakter perempuan atau tidak ada sama sekali dianggap tidak “menghibur” untuk sebagian penonton cowok. Dengan gabungan dua hal itu, mungkin tidak heran kalau anime dengan banyak karakter cowok yang tidak bertemakan BL menjadi sulit untuk populer dan semakin sedikit jumlahnya.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi? Dan bagaimana pendapat Anda dengan tipe-tipe anime yang disebut di atas? Mari kita diskusikan di JOI Weekend ini.

Dan serius deh, tonton JoJo sana.