“Over the L’Arc-en-Ciel”, Sebuah Dokumenter Penuh Fanservice Yang Luar Biasa

February 5, 2015 6:33 pm
“Over the L’Arc-en-Ciel”, Sebuah Dokumenter Penuh Fanservice Yang Luar Biasa

L’Arc-en-Ciel, salah satu band terbesar di Jepang, mungkin juga salah satu band yang paling sukses di dunia, mereka adalah legenda hidup dari Jepang yang sukses menembus pasar musik internasional dan membuat namanya berkibar di banyak negara. “Over the L’Arc-en-Ciel” adalah sebuah dokumenter luar biasa yang berhasil menangkap cerita tersebut, momen-momen di balik layar yang kita, para penggemar tidak pernah lihat, dan tentunya, cuplikan konser itu sendiri.

Pada hari Rabu, 4 Februari 2015 lalu JOI mendapat kesempatan yang diberikan oleh Moxienotion untuk meliput film dokumenter tersebut. Menjadi seorang penggemar L’Arc-en-Ciel sejak tahun 90-an, rasanya tidak afdol bila saya tidak melihat film ini. Apalagi karena berbagai halangan, saya tidak bisa melihat konsernya pada tahun 2012. Saya juga ingin membandingkan antara film dokumenter ONE OK ROCK, “FOOL COOL ROCK” dengannya.

“Over the L’Arc-en-Ciel” adalah dokumenter buatan sutradara blasteran Jepang-Amerika, Ray Yoshimoto yang mengabadikan momen-momen “L’Arc-en-Ciel World Tour 2012” di 14 kota dalam 10 negara. Kamu dapat menontonnya di bioskop Blitz Megaplex pada tanggal 13, 14, dan 15 Februari 2015 di bioskop-bioskop pilihan, kamu bisa melihat jadwal lengkapnya di tautan ini.

Kisah kesuksesan L’Arc-en-Ciel menembus pasar dunia

Salah satu yang ingin ditampilkan konser ini adalah cerita bagaimana L’Arc-en-Ciel dapat menembus pasar dunia, bahkan tampil di salah satu venue paling bergengsi di Amerika, Madison Square Garden. Sebuah venue yang banyak diimpikan para pemusik, bahkan pemusik Amerika sendiri namun hanya yang terpilih saja yang dapat tampil disana. Seperti yang kamu tahu, konser L’Arc-en-Ciel di Amerika pun tiketnya habis terjual.

over the larc en ciel impression joi

Namun tentu tidak hanya di Amerika saja, namun respon yang mereka terima dari seluruh dunia pun sangat baik. Dalam film dokumenter ini juga kamu akan dapat mengetahui bagaimana mereka dapat mencapai sukses mereka yang luar biasa setelah berdiri lebih dari 20 tahun.

Kehidupan pribadi yang jarang kamu lihat

Pernahkah kamu melihat muka Hyde yang baru saja bangun tidur? Bagaimana saat melihat Tetsu yang sedikit melankolis saat berada di Amerika? Pernah melihat Ken yang sedang marah-marah pada kru panggung? Atau ingin tahu pendapat Yukihiro mengenai para anggota band lainnya? Banyak sekali sisi lain L’Arc-en-Ciel (yang mungkin kamu sudah tahu) yang baru pertama kali saya lihat, bagaimana interaksi antar anggota band, dan pandangan mereka akan para penggemar.

over the larc en ciel impression joi (2)

Saya yakin banyak aspek-aspek yang dapat membuat kamu, para penggemar puas saat melihat sisi L’Arc-en-Ciel yang berbeda di luar konser, yang banyak mengundang gelak tawa dari para penontonnya.

Porsi penayangan Indonesia yang cukup banyak dibanding negara lain

Satu hal yang membuat saya sedikit kecewa dari film dokumenter FOOL COOL ROCK adalah minimnya peliputan saat para anggota band berada di Indonesia. Hal tersebut sangat saya sayangkan karena bagian tersebutlah salah satu faktor terbesar saya ingin menonton film dokumenter tersebut. Namun saya cukup terkejut dengan betapa panjangnya segmen peliputan saat mereka berada di Indonesia.

over the larc en ciel impression joi (3)

Bahkan mereka meliput para penonton, dan mungkin kamu dapat melihat dirimu tersorot kamera, karena saat saya menonton pun rasanya ada yang memanggil nama mereka sendiri saat para penonton konser ditampilkan di layar lebar. L’Arc-en-Ciel sendiri pun sangat mengakui besarnya passion para penggemar yang ada di Indonesia, namun mereka menyayangkan bagian promosi yang kurang gencar. Mereka mengakui kalau seharusnya, konser yang ada di Indonesia ini bisa jauh lebih besar dari yang seharusnya.

Pada awalnya, saya yang sudah lama tidak mengikuti perkembangan L’Arc-en-Ciel sejak album “Smile” merasa takut tidak akan mengerti film dokumenter yang disuguhkan. Lagu favorit saya dari mereka saja tidak pernah berpindah dari “Flower” yang dirilis pada tahun 1996.  Namun ternyata, film dokumenter ini dapat kembali mengingatkan saya kenapa band ini pernah mengukir namanya di hati saya.

Dan kali ini mereka menorehkannya lebih dalam lagi.

“Over the L’Arc-en-Ciel” adalah sebuah film dokumenter yang luar biasa, penuh dengan fanservice, penuh dengan kejutan, penuh dengan emosi, dan dapat dengan baik menjelaskan seperti apa legenda hidup yang satu ini. Baik bagi kamu yang sudah menjadi penggemarnya sejak dahulu kala, atau kamu yang baru saja mendengarkan lagu-lagu terbarunya, saya yakin film ini akan menjadi film yang sangat berkesan bagimu.