Yang Mana Pilihan Wanita Jepang? Pria Jelek Kaya Atau Pria Ganteng Pengangguran?

February 21, 2015 3:54 pm
Yang Mana Pilihan Wanita Jepang? Pria Jelek Kaya Atau Pria Ganteng Pengangguran?

Saya yakin pertanyan serupa pun seringkali dilemparkan diantara teman-temanmu, apakah kamu lebih senang berkencan dengan orang kaya jelek atau orang miskin tapi cantik atau ganteng dan lain sebagainya. Terkadang pertanyaan tersebut terasa sangat membingungkan, karena selain ingin menjadi pahlawan moral, kita juga tidak tahu siapa yang akan bersanding bersama kita nantinya. Apalagi kalau masih jomblo. Namun pertanyaan tersebutlah yang dilemparkan majalah fashion AneCan kepada para pembacanya.

pilihan wanita jepang pria kaya atau miskin (3)

Hasilnya, 1,000 orang pembaca menjawab pertanyaan tersebut yang ditampilkan pada edisi bulan Maret majalah besutan Shogakukan tersebut. Edisi ini juga menandakan sebuah rubrik baru dalam majalah tersebut yang berjudul “Yang Manakah Yang Kamu Pilih?

Untuk membuka rubrik tersebut, AneCan secara spesifik bertanya kepada para pembacanya, apakah mereka lebih memilih seorang pria jelek dengan penghasilan 300 juta yen per tahun atau seorang pria yang ganteng namun adalah seorang pengangguran. AneCan menjelaskan pria jelek yang dimaksud dengan kata ‘busaiku‘, sebuah kata yang mencerminkan seseorang dengan muka yang tidak menarik atau dengan penampilan fisik yang tidak fit. Berikut adalah hasil yang didapat oleh majalah AneCan.

pilihan wanita jepang pria kaya atau miskin (2)

Hasilnya, 75,5 persen responden memilih untuk mengencani pria jelek dengan segala macam kekurangannya dibandingkan dengan pria ganteng yang tidak bekerja. 24,5 persen responden lain tidak memiliki masalah dengan pria ganteng tanpa pekerjaan, mungkin mereka memiliki pikiran positif seperti menggunakan kegantengan pacarnya untuk mencarikannya kerja. Ganteng pun adalah modal, siapa tahu dia bisa jadi model iklan sabun dan sebagainya.

Sementara itu, komentar-komentar yang menyertai survei ini pun berbunyi sangat realistis, beberapa bahkan terkesan matre:

  • “Apa yang ada di dalamlah yang terpenting.”
  • “Apa yang ada di dalam = duit!”
  • “Memilih orang kaya adalah pilihan tepat.”
  • “Pada akhirnya, uanglah yang paling penting.”
  • “Ya, seorang pria haruslah memiliki uang.”
  • “Jadi bukan prianya yang populer, tapi uangnya yang populer.”
  • “Aku seorang pria, tapi aku pasti memilih uang kalau aku menjadi wanita.”

Sasaran demografis dari majalah ini adalah para wanita dengan usia berkisar antara 20-30 tahun yang memang adalah umur-umur sensitif dimana kejelasan rumah tangga lebih penting daripada kejelasan muka semata. Cukup realistis bila para wanita ini memilih untuk membentuk keluarga yang harmonis dibandingkan status sosial diantara para temannya. Namun bagaimana responden terakhir yang berkelamin pria tersebut bisa ikut memilih saya tidak mengerti.

pilihan wanita jepang pria kaya atau miskin (4)

Namun, ada juga yang tidak bisa memilih satu diantara pria tersebut, wanita ini memilih untuk mengencani keduanya sembari berkomentar:

  • Aku akan gunakan pria kaya tersebut sebagai ATM, kemudian selingkuh bersama pria ganteng tanpa sepengetahuannya.

Mungkin yang terakhir ini lebih pantas disebut maruk daripada realistis.

sumber: Rocketnews
gambar: Zerochan