Seiyuu Veteran: “Hanya 1 dari 100 Yang Bisa Menjadi Seiyuu Profesional”

March 12, 2015 4:41 pm
Seiyuu Veteran: “Hanya 1 dari 100 Yang Bisa Menjadi Seiyuu Profesional”

Pekerjaan menjadi pengisi suara atau Seiyuu merupakan salah satu pekerjaan paling populer di Jepang saat ini, dan juga mungkin di kalangan penggemar anime seperti di Indonesia. Bayangkan saja, sesusah apa sih jadi seiyuu? Cuma modal suara kan? Tak perlu muka ganteng atau cantik seperti yang dibutuhkan oleh aktor dan aktris film (meskipun sekarang wajah juga salah satu faktor penting dari seiyuu). Tapi bersiaplah bagi kamu yang bercita-cita menjadi seiyuu karena mungkin ulasan ini bisa menghancurkan mimpimu.

Hiroshi Ohtake, seiyuu veteran yang berusia 82 tahun dan aktif sejak tahun 1960 ini baru-baru ini memenangkan penghargaan bergengsi di Seiyuu Award 9 tanggal 7 Maret lalu. Ia berbicara sedikit mengenai tantangan menjadi seiyuu di era modern ini.

ootake.png

“Zaman dulu, saat orang mendengar pekerjaanku, mereka mengira aku berkata “teman orang barat” (yang dibaca sama-sama “seiyuu”), namun sekarang saat mendengarnya semua berlomba-lomba mengatakan bahwa mereka juga ingin menjadi seperti saya. Aku juga mengajar di sebuah akademi seiyuu, melatih banyak anak muda dengan harapan yang sama, namun sejujurnya hanya 1 dari 100 orang yang dapat menjadi profesional.” sebut Ohtake. Ia juga memuji seiyuu muda yang memenangkan penghargaan Seiyuu Amatir Terbaik di acara yang sama dengan sebuah peringatan, “Jika kamu tidak dapat mempertahankan usahamu, kamu takkan bisa bertahan menjadi seiyuu selama 60 tahun seperti saya.”

Seiyuu merupakan profesi yang akhir-akhir ini menjadi sangat populer di Jepang. Setelah seiyuu Daisuke Namikawa mulai aktif berperan di berbagai film live action, pendaftaran murid baru di berbagai akademi seiyuu melonjak naik hingga 300.000 pelamar. Hal ini juga meningkatkan level kompetisi di antara para seiyuu sehingga menyulitkan bagi mereka untuk dapat tampil menonjol.

c30c1c38797788f8343db63850f53443

Seorang editor di majalah anime juga menambahkan perkataan Ohtake, “Ohtake-san mungkin mengatakan “1 dari 100 orang”, namun itu berlaku di antara mereka yang telah menjadi seiyuu. Mungkin lebih tepat mengatakan hanya “1 dari 1000″ yang dapat menghidupi diri mereka sendiri tanpa perlu bergantung pada pekerjaan sampingan lain. Mereka yang bisa menjual diri lebih sedikit lagi. Kompetisinya sangat keras.” Seiyuu kelas menengah adalah yang paling menderita, karena bayaran ditetapkan berdasarkan senioritas, banyak perusahaan lebih suka menyewa seiyuu muda amatir. Sehingga seiyuu kelas menengah yang tak memiliki kelas seperti seiyuu kelas atas atau kemurahan serta fleksibilitas seiyuu muda amatir menjadi yang paling dirugikan.

Sama seperti pekerjaan lainnya, profesi menjadi seiyuu juga memiliki resiko tersendiri. Siapkah kamu yang berniat menjadi seiyuu untuk terjun ke dunia ini? Kalau tidak mungkin saatnya mencari lamaran lain yang lebih “stabil”?

Sumber: ANN
Insert: pixiv