Mengaku Diperlakukan Rasis di Sebuah Hotel di Paris, Gackt Menanggapinya Seperti Lelaki Sejati

April 2, 2015 2:07 pm
Mengaku Diperlakukan Rasis di Sebuah Hotel di Paris, Gackt Menanggapinya Seperti Lelaki Sejati

Menjadi turis selalu memiliki suka dan duka, kamu tidak akan selalu menikmati perjalanan karena terkadang mungkin kamu akan menerima lirikan pedas dari orang-orang negara lain tanpa alasan yang jelas. Bahkan, terkadang perlakuan yang diterima pun berbeda-beda, terkadang bahkan terlalu jelas, seperti yang diterima oleh penyanyi multi talenta Gackt yang baru-baru ini mengunjungi Paris, Perancis.

Ditulis dalam “blogazine“, Gackt dikabarkan menginap selama satu malam di Paris sebelum bertolak menuju Italia. Hotel di bandara udaranya menyediakan sebuah buffet untuk sarapan yang sudah pasti akan dimanfaatkan dengan baik oleh Gackt. Pagi itu dia datang sendirian, tanpa staf ataupun bodyguard dan memilih kursi yang nyaman di dalam restoran yang saat itu masih kosong. Gackt memilih kursi yang dekat dengan pintu masuk dengan pemandangan kota Paris di sekelilingnya, namun kemudian seorang pelayan mengarahkannya untuk duduk di bagian belakang restoran.

Tentu, aku lebih suka duduk di kursi pilihanku yang memberikan pemandangan kota Paris yang sangat bagus,” tulis Gackt. Namun karena tidak ingin membuat keributan, Gackt menyetujui dan pindah ke kursi yang dipilihkan oleh pelayan tersebut walaupun restorannya masih kosong.

Tidak ingin memikirkan masalah tersebut, Gackt siap untuk menyantap sarapan, namun dia menyadari hal yang aneh saat baru saja akan mengambil sarapan. Seorang tamu Caucasian (Eropa) kemudian duduk di kursi yang Gackt pilih, namun mereka tidak diarahkan ke belakang seperti Gackt. Beberapa saat kemudian, seorang pelanggan berkebangsaan Asia juga kemudian diantar ke belakang restoran untuk duduk di dekat Gackt. Ada juga pasangan yang dilaporkan berkebangsaan China langsung diantar ke bagian belakang. Menurut laporannya, semua pelanggan berkebangsaan Asia yang masuk ke dalam restoran langsung dikirim ke belakang tanpa terkecuali, mereka yang berkulit putih kemudian dipersilahkan duduk di dekat jendela.

gackt diperlakukan rasis di paris

Kemudian dia berkomentar, “Ahahahahaha! Ini sih benar-benar jelas rasisnya! Jelas kan ya? Aku sangat terpukul untuk menjadi salah satu bagian dari sebuah diskriminasi besar, aku cuma bisa tertawa.

Tidak mau tinggal diam, Gackt kemudian meninggalkan restoran untuk kembali 2 menit berikutnya. Kali ini, dia tidak mau mengikuti pelayan tersebut, dia dengan percaya diri mendatangi sebuah meja di dekat jendela. Seorang pelayan kembali untuk ‘mengarahkan‘ Gackt ke belakang, namun saat ini Gackt sudah siap.

Kenapa aku harus pergi ke sana?” tanyanya dengan sopan. “Tolong jelaskan alasannya padaku.” Saya tidak tahu apakah Gackt bisa berbahasa Perancis, namun mungkin iklan di bawah ini dapat menjelaskannya.

Karena ceritanya berakhir, sepertinya pelayannya tidak ingin mengganggu Gackt dan mempersilahkannya duduk di kursi pilihannya. Namun di blognya dia menutup ceritanya dengan, “Tidak ada artinya untuk marah bila kamu diperlakukan seperti itu. Namun tidak ada artinya juga untuk merasa terganggu tanpa melakukan sesuatu. Lebih baik kamu tertawakan saja dan menolak untuk diperlakukan secara tidak wajar.

Tentu saja, saya tidak mengharap kamu mendapatkan perlakuan yang rasis saat sedang melancong ke negeri orang lain. Namun, bila kamu diperlakukan seperti apa yang Gackt alami, janganlah marah, stay cool, hadapilah masalahnya seperti lelaki sejati, seperti Gackt.

sumber: Rocketnews