Seorang Mangaka Ditangkap Karena Mendaratkan Drone Berisi Pasir Radioaktif di Atap Kantor Perdana Menteri Jepang

May 2, 2015 2:30 pm
Seorang Mangaka Ditangkap Karena Mendaratkan Drone Berisi Pasir Radioaktif di Atap Kantor Perdana Menteri Jepang

Seorang pria bernama Yasuo Yamamoto ditangkap karena mendaratkan sebuah drone berisi pasir yang sedikit memiliki kandungan radioaktif di atas atap kantor perdana menteri Jepang, Shinzo Abe di Tokyo. Hal ini dilakukan untuk menyatakan protesnya terhadap kebijakan nuklir milik Abe. Yamamoto, walaupun saat ini masih menganggur memiliki pekerjaan lain sebagai mangaka, dan dia mengunggah karyanya di Niconico Seiga dengan nama pena Yasprey.

mangaka mendaratkan drone radioaktif (4)

Niconico Seiga adalah situs ‘saudara’ Niconico Douga yang memuat video-video buatan user, sedangkan Seiga memuat gambar-gambarnya. Manga buatan Yasprey pun berbau politik dan seringkali kontroversial dalam penggambarannya.

Salah satu karyanya, “Hello Worker” (parodi dari Hello Work, situs pencarian kerja populer di Jepang) menggambarkan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Tenaga Kerja Jepang mengambil tindakan radikal dalam mengatasi masalah demografis di Jepang: mereka merekrut tenaga kerja muda dan belum bekerja untuk ‘menghilangkan’ tenaga kerja tua. Para orang tua dengan uang pensiun, biaya kesehatan dan kesejahteraannya menyerap banyak uang negara, menurut Yasprey. Lebih baik supaya uang tersebut dialihkan ke generasi berikut dalam bentuk tunjangan anak dan edukasi.

mangaka mendaratkan drone radioaktif

Protagonis manga tersebut adalah seorang pengangguran yang memiliki istri yang sedang hamil, dan mendapat tekanan dari orang tua karena dia menganggur walaupun dia memiliki ijazah yang tinggi. Dia kemudian direkrut oleh kementrian untuk menyapu bersih orang tua dengan menggunakan sebuah pisau besar.

mangaka mendaratkan drone radioaktif (2)

Sekuelnya, Kinroku (“Area Bebas Orang Tua“) mengambil tempat beberapa tahun setelahnya, dengan skuad pembersih orang tua menyapu seluruh negara secara sistematis. 3 orang tua mengungsi ke dalam istana Himeji, menginginkan selesainya Aksi Pembersihan Orang Tua dan bertahan dari agresi militer.  Letnan Sakuma dikirim ke dalam istana tersebut untuk membunuh mereka, namun dia merubah pikirannya setelah para orang tua mengalahkannya, membiarkannya hidup, dan merawat lukanya. Manga ini lebih simpatetik kepada keadaan orang tua.

Kedua manga tersebut sudah pernah diajukan kepada majalah mingguan Young Magazine, dan keduanya ditolak. Menurut ngana aja sih?

sumber: ANN