Banyak Diubah, Death Note Versi Drama Menuai Banyak Kontroversi

July 6, 2015 3:42 pm
Banyak Diubah, Death Note Versi Drama Menuai Banyak Kontroversi
Peringatan: Artikel ini akan mengandung spoiler dari seri drama Death Note, bagi kamu yang tidak ingin terkena spoiler, harap mengunjungi artikel kami yang lain saja.

Penggemar seri Death Note pastinya sudah menunggu datangnya tanggal 5 Juli ini, karena pada hari inilah seri drama Death Note akhirnya akan ditayangkan di TV Jepang. Trailer sebelum ini pun terlihat sangat menjanjikan dengan cerita yang sepertinya familiar dengan manga aslinya. Namun, apa yang terjadi setelah penayangannya membuat drama Death Note ini sukses menjadi trending di twitter Jepang.

JOI - ini kenapa Light bisa jadi wota
Eeeeeehhhhhhhh, wota?

Sekali lagi, saya tekankan bagi kamu yang tidak ingin terkena spoiler mengenai drama ini sebaiknya mengunjungi artikel lain saja. Ternyata, ada beberapa perubahan yang dilakukan oleh pembuatnya kepada karakter-karakter di Death Note, dan walaupun tidak banyak, cukup besar dampaknya terhadap karakter-karakter tersebut.

Mereka yang menonton TV saat ini #デスノート

Situs Yaraon! menuliskan bahwa “Yagami Light tidak bisa membaca bahasa Inggris, L terlihat seperti okama (banci).” Namun sepertinya hal itu hanyalah ujung dari gunung es saja, seperti tweet milik @kurone_koo di bawah ini.

Yagami Light yang dulu:

  • Murid teladan universitas Tokyo.
  • Dapat dengan mudah membaca Death Note tanpa perlu bantuan.
  • Ayahnya adalah seorang kepala polisi yang kompeten.

Yagami Light sekarang:

  • Tidak bisa bahasa Inggris dan butuh kamus untuk membaca Death Note.
  • Idol Otaku.
  • Ayahnya tipe yang terlalu sibuk bekerja sehingga harus makan sendirian

Hilang sudah image Light yang selalu kalem dan tenang, digantikan dengan seorang idol otaku yang ternyata oshinya adalah Misamisa. Entah bagaimana reaksi dia saat bertemu dengan idolnya Misa nantinya, saya tidak sabar ingin menontonnya. Omong-omong soal Misa, banyak juga yang menganggap Misa di adaptasi drama terbaru ini tidak secantik Misa yang dulu.

Kiri: Erika Toda (2006); Kanan: Hinako Sano (2015)

Saya sendiri belum bisa menurunkan judgement hammer kepada seri drama ini karena saya sendiri belum sempat menontonnya. Para penggemar Death Note juga setuju dengan tweet Yusuke di bawah ini mengenai ketiga pemeran utama adaptasi Death Note di tahun 2006 terlalu sempurna. Bila dibandingkan dengan pemerannya di tahun 2015.

Mungkin saya butuh melihatnya sendiri sebelum menentukan seburuk atau sebaik apakah adaptasi drama Death Note kali ini. Bahkan mungkin cukup menarik untuk dibuat reviewnya. Berikut ini adalah beberapa contoh lain tweet mereka yang menganggap kalau adaptasi baru drama Death Note ini sedikit menyimpang dari karya aslinya.

“Today is Banana day!”

Kamu ini sebenarnya L apa Nano?

Kiri: L (2015; Kanan: L (2006)
Mungkin L yang baru terkena diabetes hingga tidak bisa banyak makan kue.

Kalau menurutmu sendiri, bagaimanakah versi drama Death Note ini setelah melihat gambar-gambar di atas? Apakah kamu akan menontonnya walaupun banyak terjadi anomali dalam eksekusinya? Saya sih jadi tertarik ingin menonton untuk melihat seberapa jauh penyimpangan tersebut terjadi.