[3 Eps Rule] Charlotte

July 23, 2015 1:07 pm
[3 Eps Rule] Charlotte

Sebuah anime, dikerjakan oleh studio P.A. Works dengan penulis skenario Jun Maeda dan desain karakter Na-Ga, tidak lupa lagu pembuka yang diisi Lia dan lagu penutup oleh Aoi Tada. Melihat tim dengan komposisi seperti itu kita tidak dapat untuk tidak mengingat kembali anime yang cukup tenar di tahun 2010, Angel Beats!.

Kini 5 tahun berlalu, tim yang sama kembali untuk membuat seri baru dengan judul “Charlotte”. Dengan jajaran kru yang seperti itu tidak mengherankan anime ini menjadi anime yang paling dinantikan oleh para pembaca JOI. Dengan ekspektasi yang begitu besar apakah anime ini dapat menjawabnya atau akan berada dibalik bayang-bayang kesuksesan dari “Angel Beats!”, kami dari kru JOI akan memberikan prediksi berdasarkan 3 episode yang telah ditayangkan.

Charlotte bercerita tentang seorang remaja bernama Yuu Otosaka yang memiliki kemampuan untuk merasuki tubuh seseorang, namun hanya selama 5 detik.  Dengan memanfaatkan kemampuan tersebut Yuu berhasil diterima untuk menjadi murid sebuah sekolah menengah atas yang elit dan dikenal sebagai murid jenius yang disukai banyak wanita. Namun kemampuan tersebut ketahuan oleh Nao Tomori yang merupakan ketua OSIS misterius dari akademi Hoshinoumi.

Tidak ingin Yuu menyalahgunakan kemampuannya lebih jauh lagi sehingga dapat ditangkap polisi dan menjadi percobaan para ilmuwan gila seperti kakaknya, Nao menawari Yuu untuk pindah ke akademi Hoshinoumi yang didirikan untuk menampung dan melindungi remaja-remaja dengan kemampuan supernatural bersama adiknya dengan tempat tinggal dan biaya sekolah adiknya dan sebagai gantinya Yuu akan menjadi anggota OSIS dan membantu Nao mencari para remaja pemilik kekuatan supernatural lainnya yang menyalahkan kemampuannya.

Bersama anggota OSIS lain yang bernama Jōjirō Takajō, Yuu dan Nao pun bahu membahu untuk membantu para remaja pemilik kekuatan khusus tersebut agar tidak ditangkap oleh orang jahat dan dijadikan kelinci percobaan oleh para ilmuwan gila.

11770183_10204511376048970_1408183322_oMeet the protagonist: Dari kiri kekanan, Yuu Otosaka, Nao Tomori, Jōjirō Takajō, Yusa Nishimori dan Ayumi Otosaka

Penceritaan yang santai namun serius

Mungkin anda sudah terbiasa dengan gaya penceritaan khas dari Jun Maeda ini. Memiliki penceritaan yang sangat ringan dan santai, namun perlahan semakin kebelakang semakin serius dan kelam. Namun sepertinya Jun Maeda mengimprovisasi disini dengan memadukan cerita yang ringan dan santai dengan serius dan suram secara bersamaan, dimana anda pada awalnya dapat melihat bagaimana kekonyolan Jojiro dengan kemampuan ‘teleportasi’nya yang tidak sempurna dan keanehan dari Nao kemudian cerita menjadi serius ketika Nao menceritakan kisah kakaknya yang menjadi kelinci percobaan para ilmuwan gila.

11770197_10204511167523757_998491784_o

Broken Doll: Eksperimen yang dilakukan secara berlebihan dan terus menerus telah merenggut jiwa dari kakak Nao

Secara garis besar kali ini Jun Maeda sudah mengaduk-aduk perasaan para penonton bahkan semenjak awal cerita. Selain itu Jun Maeda juga memperbaiki kesalahan di Angel Beats! dengan tidak lagi menyertakan banyaknya karakater pendukung yang sangat minim dikembangkan dan menekankan hanya kepada 5 karakter utama sejak awal.

11793877_10204511167323752_465035820_o

Deepest regret: Shu tidak bisa berhenti menyalahkan dirinya atas kecelakaan yang merengut nyawa gadis yang disukainya

Nao Tomori Factor!

11783458_10204511375768963_429741882_o

Natural Beauty: desain karakter oleh Na-Ga yang tentu sudah tidak diragukan lagi

Saya secara jujur mengakui, salah satu faktor yang yang membuat anime ini menarik adalah adanya Nao Tomori, dimulai dari desainnya yang memang tidak dapat dipungkiri sangat imut, ditambah dengan sifat semau gue, narsis dan eksentrik semakin menambah pesonanya. Selain itu Sakura Ayane menjalankan perannya secara sempurna dalam membawakan suara untuk menciptakan karakter Nao yang unik tersebut.

11724798_10204511167563758_702052301_o

Did you just praise me? yay!: Memiliki sifat yang eksentrik, Nao juga sedikit narsis dan akan sangat senang sekali jika anda puji

Animasi yang berkualitas

Dengan Na-Ga yang ditunjuk sebagai desainer karakter utamanya, kita tidak perlu meragukan kualitas dari ilustrasi yang ada, dan selain itu juga P.A. Works juga menganimasikan setiap adegan dengan sangat halus dan indah. P.A. Works juga dapat menggambarkan karakter yang tidak jauh berbeda dengan ilustrasi dari Na-Ga.

11779044_10204511167603759_646508482_o

Sucker Punch: P.A. Works bahkan tidak segan-segan untuk menampilkan adegan kekerasan terhadap wanita

Dengan Animasi yang halus dan eye-cathy tersebut, menonton menjadi sangat nyaman. Selain itu P.A. Works juga membuat pesona dan potensi dari dari setiap karakter menjadi ditonjolkan dengan maksimal. Anda juga akan menikmati OP ED yang sangat catchy dan artistik.

Verdict

IC_21 : “Anime ini sudah sangat menarik bahkan semenjak episode pertamanya, dan semakin menarik setiap episodenya. Awalnya saya mengira anime ini akan seperti Angel Beats! dimana misteri dari seri ini akan ditunjukkan satu-persatu pada awalnya dan akan diungkap pada bagian akhir dari animenya, namun ternyata beberapa misteri sudah diungkap bahkan semenjak episode kedua walaupun masih banyak misteri yang belum diungkapkan.

Dan saya rasa keputusan Jun Maeda untuk melakukan terobosan dengan menyambungkan cerita yang santai dan ringan dan cerita yang suram dan serius secara berdekatan sangatlah menarik dan juga sangat berbahaya untuk anda yang berhati lemah karena bersiaplah perasaan anda diaduk-aduk bahkan semenjak 3 episode pertama!

Satu-satunya hal yang saya sayangkan dari Charlotte hanyalah sisi romantisnya yang kurang kuat dan menarik dibandingkan sisi komedi dan drama yang ada, kekurangan sisi romantis di episode 1 dapat dimaklumi karena itu masih merupakan prolog dan merupakan karakter minor, namun sisi romantis di episode 3 ketika Sho menyatakan perasaannya dan dijawab dengan jawaban yang kurang jelas sangat disayangkan. Alangkah bagusnya seandainya saat itu Misa memberikan jawaban yang tegas antara menerima atau menolak cintanya.

Akhir kata, Charlotte merupakan anime yang mampu menjawab ekspektasi orang-orang dan berhasil keluar dari bayang-bayang Angel Beats! dan inovasi cerita yang dilakukan oleh Jun Maeda membuatnya tidak sekedar dianggap carbon copy dari Angel Beats! dan dapat dikenal sebagai Charlotte.”

Ricoricorii : “Awalnya saya tidak begitu ngehype dengan charlotte, akhirnya coba nonton episode satu yang diakhiri dengan  “hmm boleh juga mirip code geass sekilas” dan nonton episode dua dengan akhir “fak you key!” Kombinasi key dan P.A. Works terbukti di beberapa anime buatan mereka sebelumnya, berhasil membuat kokoro para penontonnya tercabik-cabik dengan feels train.  Apalagi lengkap dengan lagu pembuka yang dibuat oleh Jun Maeda dan dinyanyikan oleh Lia. Kalau kalian sebelumnya pernah nonton Clannad After Story dan Angel Beats pasti kalian akan langsung familiar dengan lagu pembukanya dan harusnya kalian sudah tau ini akan menjadi anime apa.

Sejauh ini selama 3 episode, Charlotte layak diikuti jika kalian masochist dan menyukai anime feels. Pembawaan tiap episode sangat pas sehingga kalian tidak akan kehilangan minat di tengah-tengah. Tenang, untuk para pria kalian akan terlihat tetap keren kok jika kalian menangis saat menonton ini.”