Staf Live-Action Shingeki no Kyojin, “Kalau Film Hollywood Lebih Bagus, Nonton Film Hollywood Saja!”

August 4, 2015 4:30 pm
Staf Live-Action Shingeki no Kyojin, “Kalau Film Hollywood Lebih Bagus, Nonton Film Hollywood Saja!”

Walaupun filmnya sendiri berhasil menuai rekor yang luar biasa di akhir minggu pertama penayangannya di Jepang, namun kritik berbagai macam kritik tentu tidak akan semanis penjualannya. Banyak kritik-kritik online terlontar yang menggelitik para staf dari Shingeki no Kyojin, tidak terkecuali sang sutradara Shinji Higuchi. Kini giliran penanggung jawab modellingnya Yoshihiro Nishimura yang ‘gatal’ untuk berkomentar balik.

Yang pertama adalah kritik pedas dari situs review film Jepang, Chou Eiga Hihyo (‘Super Movie Reviews’) yang memberikan live-action SnK poin 40 dari nilai maksimal 100. Review yang mereka berikan pun cukup pedas, mulai dari adaptasi yang lebih irasional dari manga, penyutradaraan yang bodoh, adegan-adegan yang tidak relevan, karakter yang membosankan, dan masih banyak lagi yang menggelitik Shinji Higuchi.

JOI - nishimura rant soal hollywood (1)

Namun sumber meledaknya komentar pedas Nishimura adalah saat dia mendapat kabar bahwa banyak diskusi online yang mengatakan film Shingeki no Kyojin tidak sesuai standarnya dengan film-film yang ada di Hollywood. Nishimura kemudian menulis balasan kepada mereka lewat akun twitter miliknya:

Semua orang bilang film Hollywood itu hebat! Ya sudah, silahkan saja dan tonton semua film Hollywood tanpa menonton film lain! Film dengan budget tinggi dan teknik terbaru memang hebat kan? Apalagi film dengan budget yang besar! Kamu harus menonton film-film yang budgetnya selalu siap kapan saja! Orang-orang suka membanding-bandingkan Hollywood dengan film jepang, kalian menikmati hal tersebut kan?

Namun beberapa saat kemudian, mungkin Nishimura merasa sudah kelewatan sehingga harus menambahkan detil berikut:

Aku berbicara mengenai mereka yang selalu membandingkan segalanya dengan film Hollywood.”

Sekitar 1 jam 30 menit kemudian, walaupun sepertinya dengan tweet sebelumnya Nishimura sudah mendinginkan kepalanya, dia kembali lagi meluncurkan sebuah tweet kontroversial yang berbunyi:

Maaf, tapi menentukan apa yang ingin kamu tonton berdasarkan budget dan membandingkan semuanya dengan Hollywood, rasanya seperti bagaimana beberapa orang merasa normal untuk membeli Okame natto (salah satu merek natto paling terkenal di Jepang) saat berbelanja di supermarket. Mereka memiliki ideologi dimana saat orang lain bilang (film) itu bagus, mereka juga percaya kalau (film itu) pasti bagus. Aku mengerti sekarang, Terima kasih!

Luar biasa bagaimana berbagai macam kritik dan diskusi online dapat membuat seorang profesional sampai naik darah beberapa kali dan mengunggah pendapatnya di internet. Mungkin memang benar, banyak orang berkomentar di dunia maya tanpa memperdulikan efek sampingnya, dan lebih banyak yang berbicara lebih dulu daripada berpikir. Namun seorang komenter online menjelaskan mengapa banyak orang yang mengkritik pedas filmnya dengan penjelasan yang rasional.

“Cerita aslinya tidak diatur di Jepang, dan banyak karakter dalam film ini orang Barat… Tidak ada yang mengatakan ‘Semua yang Hollywood itu hebat.’ Jangan mengganti subjek antara kecocokan visi film dengan ideologi dari para penonton.”

“Tolong jelaskan bagaimana kamu mengambil keputusan untuk terus menjalankan live-action dari seri yang super terkenal ini tanpa menghitung kapabilitas teknik dan budget yang dimiliki oleh studio Hollywood?”

“Bukan budget yang membuat sebuah film menjadi menarik, tapi dengan memiliki tema, cerita, dan arahan yang bersinergi dengan baik bersama-sama. Aku menonton live-action Shingeki no Kyojin hari ini, dan aku rasa film tersebut dibuat dengan cukup baik. Aku hanya kecewa karena film tersebut tidak memiliki pesan kuat yang dapat disampaikan.”

Walaupun saya setuju dengan poin-poin di atas, saya juga harus memaklumi kenapa Nishimura bisa sampai naik pitam. Tidak jarang diskusi-diskusi online dapat berubah menjadi searah, mudah rasanya menggiring opini orang lain di dunia maya saat kamu tidak bertemu muka. Setidaknya, bila kamu memang harus mengkritik sesuatu dengan pedas, cobalah mencari solusi yang dapat memecahkannya, tidak sekedar menghinanya saja.

sumber: Rocketnews