[Review] Non Non Biyori Repeat (S2)

October 3, 2015 10:28 am
[Review] Non Non Biyori Repeat (S2)

Setelah ditunggu sejak akhir tahun lalu, anime yang berhasil menjadi favorit banyak orang dan menghiasi suasana tahun baru dengan catchphrase “Nyanpasu!”-nya ini menayangkan season 2 yang telah lama ditunggu oleh penggemarnya, termasuk saya. Dan perlu dibilang, meskipun tidak terlalu terekspos di media sosial seperti season 1-nya, Non Non Biyori Season 2 tetaplah Anime of the Season buat saya.

Masih bercerita seputar kehidupan sehari-hari Ren-chon dan kawan-kawan di kampung yang tenang, jenaka, haru dan hangat seperti pendahulu-nya, season 2 ini sukses membawa rasa baru dalam formula yang sama; tanpa plot dan cerita macam-macam. Boleh dibilang Season 2-nya lebih bagus dari season 1-nya!

poster

+ Food for The Soul
Non Non Biyori season 2 ini mempertegas bahwa seri ini bukan hanya ditonton untuk sekedar hiburan semata. Sama seperti season 1-nya, semua alasan teknis yang akan saya jabarkan di review ini sebenarnya gak akan begitu berarti. Karena kita tahu ini bagus tanpa tahu apa yang bikin bagus!

Non Non Biyori tidak meningkatkan adrenaline seperti anime action, atau testosterone seperti anime ecchi. Seperti dapat pencerahan, anime ini menyejukkan jiwa dan menenangkan hati yang gundah gulana. Mungkin sedikit lebay, tapi perbendaharaan kata saya terlalu sedikit untuk dapat menggambarkan perasaan apa yang saya alami saat saya menonton episode demi episode anime ini.

+ Semua karakter dapat porsi masing-masing
Bagi yang protes beberapa karakter tampak “miskin” waktu tayang di season 1, bergembiralah karena beberapa karakter tersebut akhirnya dapatkan porsi tayang yang cukup di season 2 ini. Natsumi dan Hikage adalah yang paling terasa kemunculannya disini.

nacchan makeover

Lebih banyak waktu tayang berarti lebih banyak pendalaman dan perkembangan karakter. Natsumi ternyata bukan sekedar gadis tomboy yang rada bodoh, tapi juga sosok kakak yang sentimental dan teman yang intuitif. Jangan lupa momen Dagashiya saat ia belajar sepeda dengan Renge. Hikage dan Konomi juga akhirnya dapat porsi lebih, meskipun Nii-chan tetap saja bisu.

+ Membawa Kita Kembali ke Asal
Saya sering sekali bilang “pulang kampung” saat membahas berita tentang Non Non Biyori. Dan hampir secara literal, hal itu benar adanya. Tidak hanya kebetulan berada di kampung di Jepang, animenya sendiri membahas secara gamblang gaya hidup yang tampaknya dilalui oleh hampir semua orang di masa lalunya, termasuk kita-kita ini!

best eps nonon
Permainan penggaris di episode 2 langsung membuat saya teringat dengan “bola kancing” yang dulu kita mainkan pakai tutup botol dan kancing layaknya main bola karena gak ada lapangan atau uang untuk beli bola plastik. Dan terjun ke sungai dari jembatan, masih ada kan yang begitu di kampung?

+ Suplemen season 1 yang sempurna
Kamu memang tidak perlu nonton season 1 untuk bisa menikmati season 2, tapi bagi yang lanjut nonton dari season 1, kamu akan merasa bahwa ada banyak hal yang tiba-tiba terasa tercerahkan di beberapa adegan season 2.
hotarun best
Seperti season 1-nya, tak terasa nilai minus dari anime ini. Non Non Biyori sebegitu powerful-nya sehingga mampu membawa kita tertawa dan menangis sendu dalam satu episode saja (episode 4) padahal isu-nya gak sedih-sedih amat. Meskipun selera anime itu subjektif, saya sulit membayangkan bahwa ada yang gak suka anime ini kecuali mungkin karena memang tidak selera dengan genre-nya.

Non Non Biyori itu anime bagus. Tapi seberapa bagusnya buatmu itu relatif. Seberapa banyak kenangan masa kecil dan akar asalmu yang bisa kembali kamu ingat dan dapatkan setelah menonton anime ini? Mungkin tidak akan bisa jadi seri legendaris seperti Gundam, Escaflowne atau lainnya, tapi Non Non Biyori tetap akan menjadi salah satu anime modern yang paling berkesan bagi saya.