Menghadapi Kontroversi GBWC Indonesia 2015, Berikut Pesan dari Kawaguchi

November 24, 2015 6:11 pm
Menghadapi Kontroversi GBWC Indonesia 2015, Berikut Pesan dari Kawaguchi

Jika Anda mengikuti komunitas-komunitas gunpla lokal terutama di masa-masa kontes Gunpla Builders World Cup (GBWC) seperti saat ini, mungkin Anda pernah mendengar beberapa kabar kontroversi mengenai entry-entry yang ditampilkan di kontes tersebut. GBWC tahun inipun tidak luput dari beberapa kontroversi, atau dalam bahasa gaulnya, “drama“.

Kontroversi dan kecurangan di GBWC sendiri tidak terbatas di tahun ini dan di Indonesia saja. Contohnya pada GBWC Itali 2014, sebuah kit bootleg sempat dipilih sebagai pemenangnya sebelum akhirnya didiskualifikasi dan digantikan pemenang baru setelah beberapa pengaduan.

gbwc15kawaguchi1

Kini terdapat beberapa kabar bahwa beberapa entry pemenang di GBWC 2015 tidak memenuhi aturan, seperti penggunaan part bootleg, karya yang meniru karya orang lain, dan bahkan peserta yang tidak mendaftarkan diri sesuai usianya. Merespon hal tersebut, perwakilan dari Bandai sekaligus juri dari GBWC, sang maestro gunpla menuliskan hal berikut di akun Facebooknya.

gbwc15kawaguchi2

Pendaftaran di umur yang salah, meniru karya orang lain, penggunaan karya bootleg dan lain-lainnya, hal-hal tersebut sering dibicarakan tiap kali ada GBWC,
tetapi beberapa tahun belakangan makin banyak laporan yang muncul dari area tertentu.
Entah apakah karena kasus kejadiannya memang banyak terjadi,
atau entah apakah itu karena tingginya harga diri.
Aku tidak membedakan keduanya,
tapi sejujurnya saat menjadi juri penilai, aku tidak bisa menghapus semuanya.

Terutama untuk keraguan umur peserta Junior,
kami tidak melakukan apa-apa selain menerima formulir yang telah diisi olehnya.
Pada intinya, GBWC dan semua kontes Gunpla lainnya adalah “hubungan kepercayaan” antara pelaksana acara dengan pesertanya.
Karena kontes-kontes ini hanya berdiri di atas dasar yang kurang jelas ini, jika hubungan kepercayaannya dirusak maka kelanjutannya akan sulit.

Seharusnya aku senang karena Akiba Expo berakhir dengan sukses, tapi aku masih merasa kurang senang…

Kasus ini sendiri mungkin tidak akan berefek sampai ke tingkat di mana GBWC tidak akan diadakan lagi di Indonesia, tetapi mohon diingat juga kalau kontes GBWC ini juga memiliki banyak penyimak dari negara-negara lain yang juga mengikuti kontes ini. Apakah Anda bisa berbangga dengan penggunaan barang bootleg/meniru karya orang lain di sebuah kontes internasional?