Otaku Kereta Hancurkan Keindahan Kisah Stasiun Kereta Yang Tak Jadi Tutup

January 22, 2016 9:32 am
Otaku Kereta Hancurkan Keindahan Kisah Stasiun Kereta Yang Tak Jadi Tutup

Sebagian besar dari kamu mungkin sudah melihat dan membaca cerita soal satu stasiun kereta di Jepang yang tak jadi ditutup karena akan menghalangi salah satu gadis SMU disana mencapai sekolahnya. Cerita mengharukan ini sampai tersebar ke seluruh dunia. Pihak pengelola keretanya juga banjir pujian dan apresiasi dari banyak orang tidak hanya di Jepang, tapi juga dari luar negeri. Tapi kisah ini tampak harus ditutup dengan sedikit mengesalkan.

Tentu kamu tahu salah satu otaku yang paling menyebalkan selain otaku animanga di Jepang sana. Ya, otaku kereta atau Densha Otaku. Para otaku kereta ini “nyaris” rela melakukan apa saja demi mendapatkan foto yang bagus dari kereta pujaan mereka. Wajar saja dengan kisah ini, banyak sekali otaku kereta yang rela datang jauh-jauh untuk memotret kereta ini di stasiun yang sama. Namun sayang, bukan hanya keretanya yang jadi “incaran” mereka.

sad-story-2

Sang gadis yang jadi perhatian dan alasan utama dibalik penutupan stasiun itu pun akhirnya tak luput dari perhatian para fanatik tersebut. Dilaporkan sampai-sampai mereka meminta dan menyuruh gadis tersebut untuk berpose dan berdiri di tempat tertentu hanya supaya mereka bisa memotretnya. Bahkan dikatakan mereka sampai rela menguntit sang gadis itu dan keluarganya!

Salah seorang blogger yang juga merupakan penduduk lokal setempat membuat permohonan publik agar mereka berhenti melakukan hal seperti itu, karena menurutnya beberapa diantara mereka sudah sampai ke taraf “memaksa” sang gadis untuk mau berpose bagi kamera mereka. Tentu saja target mereka adalah saat sang gadis pergi dan pulang sekolah. Bayangkan kalau kamu dikuntit otaku kereta dengan kamera tiap kali kamu mau pulang dan pergi ke sekolah.

10414904_1109783329062486_2329944073063546847_n

Ternyata di Jepang ada juga yang sama parahnya seperti “pasukan selfie” yang menghancurkan kebun bunga orang di Indonesia. Yang manapun tetap tidak bisa dibiarkan. Meskipun beberapa fakta dari kisah asli cerita ini tampak didramatisir oleh berbagai pihak, tetap saja efek dari berita ini sampai mempengaruhi kehidupan seorang gadis yang cuma mau pergi ke sekolah dengan tenang dan tepat waktu tiap hari. Semoga sang gadis ini dapat segera ditinggalkan untuk berkonsentrasi dengan sekolahnya. Dia bukan model yang dibayar buat berpose untuk otaku kereta, cuma siswi biasa.

Sumber: Rocketnews