[3 Eps Rules] Dagashi Kashi

January 27, 2016 12:37 pm
[3 Eps Rules] Dagashi Kashi

Halo, ketemu lagi di artikel 3 Episode Rule! kali ini tentu kita memfokuskan untuk anime winter yang masih on going, salah satunya adalah Dagashi Kashi!

Dagashi Kashi bercerita tentang pemuda bernama Kokonotsu yang dipaksa oleh ayahnya, You,  untuk mewarisi toko snack keluarganya. Karena ingin menjadi mangaka maka Kokonatsu tentu menolak. Kemudian datanglah Hotaru yang mengajak You untuk bergabung ke perusahaan ayahnya Hotaru. You setuju dengan sebuah syarat: membuat Kokonotsu mau mewarisi usaha toko snacknya.

Penuh Dengan Snack

dagashi3

Anime ini menghadirkan berbagai macam snack tradisional Jepang yang jumlah dan jenisnya sangat banyak. Dagashi Kashi menceritakan apa keistimewaan snack tersebut dan bagaimana memakan dan menikmatinya. Seperti Umaibo (yang menurut saya seperti m*m*gi) yang bisa dimakan banyak sekaligus untuk mendapatkan varian rasa yang unik. Tentu hal ini membuat penonton penasaran dan mencari tahu mengenai snack tersebut. Bayangkan anime masakan seperti Shokugeki no Souma tapi ini berupa snack maka itulah Dagashi Kashi.

Banyak Hotaru Waifu Material

dagashi2

Saya yakin sebagian besar dari kalian menonton ini karena Hotaru, apalagi belum anime-nya ditayangkan pun banyak sekali ilustrasi Hotaru baik ofisial maupun fan made bertebaran, seakan membuat sebuah hype. Ya daya tarik anime ini menurut saya sebagian besar terletak di Hotaru, karena desain karakter yang lewd menarik dan juga sifatnya yang berlebihan dan unik. Selain Hotaru nampaknya tidak ada lagi waifu material selain Saya, jadi kabar buruk yang buat cari tontonan penuh dengan waifu material.

Komedi Yang Ringan Dan Menghibur

dagashi4

Jokes yang dihadirkan Dagashi Kashi terkadang memang menghibur, apalagi jika mengkombinasikan antara Hotaru dengan You yang tentu akan memancing tawa. Sayang selain itu jokes nya terasa garing dan membosankan. Daya tarik dari komedinya memang terfokus diantara kedua karakter itu. Ibarat makan sebuah hidangan, You adalah hidangan utama dan Hotaru adalah saus dari hidangan utama nya. Jadi jika salah satunya tidak ada maka komedianya terasa kurang.

Verdict: Hotaru/10

Ricoricorii’s: Dagashi Kashi memang menghadirkan anime mengenai snack jepang yang menghibur. Bisa dibilang anime ini mirip dengan Non Non Biyori karena suasana kampungnya. Perbedaannya adalah Non Non Biyori lebih fokus kepada slice of life, sementara Dagashi Kashi berfokus kepada snack itu sendiri. Sayang jokes yang dihadirkannya terasa kurang lucu dan garing. Nampaknya anime ini juga dipaksakan menjadi full dibanding short sehingga banyak sekali original frame dibanding manganya. Saya tidak melihat sesuatu yang menarik selain tingkah Hotaru dan You. Memang nampaknya anime ini adalah sebuah konspirasi untuk memperkenalkan snack tradisional Jepang.

Overall Dagashi Kashi masih layak ditonton untuk orang yang mencari komedi dan tontonan yang tidak perlu berpikir atau bikin galau, tetapi jangan mengharapkan komedinya dapat membuat kalian tertawa terpingkal-pingkal.

Signum’s: Ekspektasi tinggi sepertinya membuat saya sedikit kecewa dengan anime Dagashi Kashi. Sebelum menonton episode pertamanya, julukan best ketekahegao, best girl tersiar hebat di seantero jagad maya ikut mendongkrak harapan tinggi saya terhadap animenya.

Sayang, penampilan fisik Hotaru memang menarik, but I am at loss for words to describe how weird this girl isSaat pertama melihat Hotaru muncul tentu hati saya berdebar, tapi saat Hotaru mulai tidak bisa berhenti ngebacot itulah saat pelipis saya mulai berdenyut. Denyutan di kepala ini begitu hebat sampai saya ingin cepat-cepat melihat Hotaru tersingkir ke latar belakang dan membiarkan Kokonotsu dan Saya yang lebih sensible untuk mengambil alih dialog.

Pada akhirnya, Dagashi Kashi saya anggap berhasli sebagai anime yang menjelaskan kehidupan di desa dan mengenalkan makanan ringan kepada para penontonnya. Pengemasan tiap episode cukup baik sehingga saya tertarik untuk mencoba makanan ringan tersebut. That is at least, until Hotaru start being weird and putting strains on my head again.

dagashi5ya emang sih kalo saja Hotaru sedikit lebih waras, she’s gonna be perfect

Noshima’s : Sebelumnya Dagashi Kashi menarik perhatian saya karena masih berhubungan dengan makanan karena saya senang sekali menonton anime tentang masakan atau minuman atau semacamnya untuk nyolong resep maksudnya. Tapi Dagashi Kashi sukses membuat saya setengah kelaparan karena membayangkan rasanya seperti apa snack tersebut. Beberapa snack yang ditampilkan dalam 3 episode pertama itu juga beberapa ada yang dijual di Indonesia meski bukan dalam nama aslinya.

Untuk karakternya sendiri saya pribadi suka dengan Hotaru, meskipun ia sering sekali tiba-tiba jadi nerd soal snack saat menjelaskannya. Selain Hotaru yang menarik perhatian saya adalah Tou, kakak dari Saya. Kapan lagi melihat cowok mimisan sebanyak Tsuchiya Kouta (Muttsurini) dari Baka to Test?

Kaptain’s: Sumber materinya merupakan gag manga pendek yang komedinya terbantu oleh pace dan delivery yang cepat. Kualitas produksi yang cukup kompeten sayangnya tidak membantu adaptasi ini yang bisa dibilang untuk meningkatkan waktu tayangnya menggunakan gaya komedi Seth Macfarlane (joke pendek dengan visualisasi yang kelewat panjang) yang saya secara pribadi udah bosen.

Memang para karakter lebih banyak mendapatkan screentime di adaptasi ini, namun konsekuensinya adalah pace yang lebih lambat dan timing komedi yang jadi payah. Oleh karena itu saya memutuskan untuk mengikuti manganya saja. Setidaknya anime ini sudah memenuhi kewajibannya untuk meningkatkan jumlah fans yang membuat “fanworks.