CEO Restoran Sushi Ini Membantu Puluhan Bajak Laut Somalia Mendapatkan Pekerjaan Kembali

February 22, 2016 6:04 pm
CEO Restoran Sushi Ini Membantu Puluhan Bajak Laut Somalia Mendapatkan Pekerjaan Kembali

Bajak laut merupakan masalah yang cukup serius di Somalia, dengan lebih dari 300 insiden per tahunnya. Sejak tahun 2005, organisasi dagang dunia sudah mencemaskan mengenai keberadaan para bajak laut ini yang merugikan mereka setiap tahunnya. Kerugian dagang bisa mencapai sampai 6.9 milyar Dolar per tahunnya, keadaan ini disebabkan oleh perang saudara yang membuat mereka kehilangan tempat tinggal dan negara Somalia jadi terpecah belah. Para bajak laut ini juga percaya dengan membajak, mereka dapat melindungi perairan dan sumber dayanya yang sering dirampok oleh nelayan-nelayan ilegal.

Kiyoshi Kimura adalah seorang pemilik franchise sushi terkenal di Jepang yang bernama Shusizanmai, beliau terkenal telah memenangkan semua lelang ikan tuna di pasar ikan Tsukiji sejak tahun 2012. Di awal tahun ini, beliau bahkan membayar 117,000 Yen hanya untuk seekor ikan tuna sirip biru. Tidak hanya itu saja, beliau juga ternyata berhasil mengurangi banyak aktivitas bajak laut Somalia dengan memberikan mereka pekerjaan.

JOI - bos sushi menghapus bajak laut di perairan somalia (2)

Menurut tweet dari @inabawataru, Kimura mempelajari kalau para bajak laut Somalia ini tidak memiliki pilihan lain kecuali menjadi bajak laut. Mereka kehilangan tempat tinggalnya karena perang saudara dan kini berusaha bertahan hidup sekaligus melindungi perairan mereka dengan menjadi bajak laut.

Kimura juga mempelajari kalau sebenarnya laut Somalia adalah tempat yang penuh dengan ikan tuna sirip kuning, namun karena tingginya aktivitas bajak laut, hanya sedikit nelayan yang berani mengarungi laut tersebut. Berbekal pengetahuan itu, Kimura kemudian memberikan penawaran pekerjaan kepada para bajak laut Somalia tersebut melalui koneksinya untuk menjadi nelayan ikan tuna.

Pada awalnya, banyak dari bajak laut Somalia yang memang memiliki pekerjaan sebagai nelayan, namun Kimura tetap memberikan pengetahuan yang cukup tentang ikan tuna, peralatan, bahkan kapal bagi mereka yang akan menangkap tuna untuknya. Hasilnya, dapat dilihat dari grafik pembajakan di laut Somalia (digambarkan dengan garis biru) yang turun dengan drastis sampai menginjak angka 0 di tahun 2014.

JOI - bos sushi menghapus bajak laut di perairan somalia (3)

Anehnya, Wikipedia mengatakan kalau angkatan laut AS mengklaim laut Somalia aman untuk dilalui pada bulan Desember 2013, selain karena pelatihan kru kapal yang baik, keberadaan mereka dan keamanan pantai yang dijaganya. Sedikit berbeda dengan cerita yang kita lihat di atas.

Kita dapat memetik pelajaran yang baik dari cerita Kimura di atas, kekerasan bukanlah jalan untuk menyelesaikan segalanya. Dengan negosiasi dan reasoning yang tepat, serta pelaksanaan rencana yang baik dapat menguntungkan tidak hanya kedua belah pihak, tapi juga pihak-pihak lain seperti kapal-kapal yang akan melintas di perairan Somalia. Good job, Kimura.

sumber: Grapee.jp