Memperingati Hari Wanita, Menteri Jepang Akan Memperkuat Posisi dan Hak Wanita di Dunia Kerja

March 8, 2016 6:54 pm
Memperingati Hari Wanita, Menteri Jepang Akan Memperkuat Posisi dan Hak Wanita di Dunia Kerja

Jepang sepertinya sedang gemar membahas masalah kesetaraan gender dan pembelaan hak-hak wanita di negaranya. Tidak hanya PBB saja yang mencoba melindungi hak-hak mereka, tapi ternyata dari dalam pun mereka ingin memberikan lebih banyak akses bagi para wanita supaya mereka dapat menjadi pekerja yang lebih baik.

Merayakan 8 Maret sebagai Hari Wanita, Menteri Kesetaraan Gender Katsunobu Kato punya sebuah pesan yang baru saja dipublikasikan. Dalam pesan tersebut, beliau ingin menciptakan masyarakat dimana para pekerja wanita bisa lebih ‘bersinar‘. Berikut adalah pesan darinya:

Pesan dari Katsunobu Kato
Menteri Kesetaraan Gender
Menteri yang bertugas untuk kesejahteraan wanita.

Hari Wanita di seluruh dunia jatuh pada tanggal 8 Maret. Saya ingin merayakan hari ini bersama semua untuk mendukung kesejahteraan wanita dan kesetaraan gender di Jepang dan seluruh dunia, saya ingin memperbaharui tekad saya untuk pemecahan masalah ini lebih baik lagi.

Di Jepang, tahun lalu adalah tahun yang menjadi lembaran baru dalam hal kesejahteraan wanita.

JOI - menteri kesejahteraan gender mengenai women empowerment (2)

Di bulan Juni, supaya keikutsertaan aktif wanita diperhitungkan dalam anggaran tahunan kementerian, pemerintahan membuat “Kebijakan Intensif Untuk Mempercepat Kesejahteraan Wanita 2015.” Hal ini juga mempercepat inisiatif pemerintah untuk mempromosikan partisipasi aktif para wanita. Setiap tahun sejak tahun ini, kebijakan intensif tersebut akan diberlakukan.

Pada bulan Agustus, Dewan meloloskan Perjanjian Mempromosikan Partisipasi dan Pergerakan Wanita di Tempat Kerja. Perjanjian tersebut membuat perusahaan-perusahaan besar dan mereka yang terkait untuk menciptakan rencana dengan target dan informasi yang jelas. Rencana ini akan dilaksanakan pada bulan April tahun ini. Perjanjian ini akan memberikan stimulus aksi positif dalam skala yang besar.

Sebagai tambahan, pada bulan Desember, kabinet telah menyetujui Rencana Dasar Keempat untuk Kesetaraan Gender. Rencana ini mementingkan perlunya mengubah pekerjaan yang pada awalnya dirasa hanya cocok dikerjakan para pria, dan menciptakan lebih banyak wanita profesional yang akan mencapai posisi tinggi di pekerjaan.

Tahun ini, kami akan secara bertahap mengimplementasikan inisiatif ini. Kami juga akan memastikan kalau kesejahteraan wanita akan didiskusikan dalam G7 Japan 2016 Ise-Shima Summit. Tidak hanya pada rapat para pemimpin, tapi juga kepada semua rapat kementerian terkait. Dengan melakukan hal tersebut, kami yakin dapat memajukan momentum internasional yang memajukan wanita dalam segala macam peran dalam segala macam sektor.

Mempromosikan partisipasi aktif para wanita adalah sesuatu yang menjadi fokus kabinet (Shinzo) Abe. Saya yakin dan berkomitmen untuk menciptakan masyarakat dimana “semua wanita akan bersinar,” di mana para wanita dapat mewujudkan mimpi dan harapannya, di rumah mereka, di komunitas, maupun di tempat kerja.

JOI - menteri kesejahteraan gender mengenai women empowerment (1)

Melihat hak-hak wanita yang memang kurang dihargai, seperti contohnya wanita muda yang menjadi sasaran industri film dewasa memang saya melihat ada perlunya mereka memberlakukan aksi tersebut. Dengan begitu, wanita-wanita yang ingin bekerja dengan serius tidak dipermainkan oleh employer mereka yang memainkan hukum.

Saya juga berharap konsep kesejahteraan wanita mereka tidak menganggap keadilan sebagai memberi perlakuan yang sama kepada semua orang. Saya rasa ada pekerjaan yang lebih pantas dilakukan oleh pria, dan ada pekerjaan yang lebih pantas dilakukan oleh wanita. Kamu tidak ingin melihat ada pria yang jalan di atas catwalk memakai bikini kan?

sumber: Gender.go.jp